Gotrade News - Dua raksasa investasi global, BlackRock Inc. dan JPMorgan Chase, kompak menambah kepemilikan saham PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) pada April 2026. Aksi borong ini terjadi di tengah harga BBRI yang sedang tertekan, mencerminkan keyakinan investor institusional terhadap prospek jangka panjang bank BUMN terbesar Indonesia tersebut.
BlackRock menambah sekitar 19 juta saham BBRI dalam periode ini, sehingga total kepemilikannya kini mencapai 2,628 miliar saham. Tidak ketinggalan, JPMorgan Chase menambah 680.800 saham, sementara Manulife Financial Corp. turut masuk dengan pembelian 802.000 saham.
Key Takeaways:
- BlackRock menambah 19 juta saham BBRI, membawa total kepemilikan ke 2,628 miliar saham pada April 2026.
- JPMorgan Chase dan Manulife Financial juga masuk sebagai pembeli, menunjukkan kepercayaan institusional yang luas terhadap BBRI.
- Aksi beli terjadi saat harga BBRI sedang diskon, didorong oleh prospek dividen jumbo dan valuasi menarik.
BlackRock dan JPMorgan Pilih Momen Diskon untuk Akumulasi
Harga saham BBRI ditutup di Rp 3.370 pada sesi terakhir, melemah 0,58% dari hari sebelumnya. Justru di titik inilah investor global melihat peluang beli yang menarik.
Strategi ini lazim disebut value investing, yakni membeli aset berkualitas saat harganya turun sementara fundamental perusahaan masih kuat. BlackRock dan JPMorgan dinilai memanfaatkan kondisi tersebut secara cermat.
Dividen Jumbo Jadi Daya Tarik Utama
Salah satu alasan utama investor asing masuk ke BBRI adalah prospek dividen yang besar. Bank milik pemerintah ini dikenal sebagai salah satu emiten dengan imbal hasil dividen (dividend yield) tertinggi di Bursa Efek Indonesia.
Kombinasi harga saham yang terkoreksi dan ekspektasi dividen jumbo membuat BBRI terlihat seperti saham undervalued di mata institusi global. Ini adalah formula klasik yang selalu menarik perhatian manajer aset berskala triliunan dolar.
Sinyal Positif dari Foreign Flow
Masuknya nama-nama besar seperti BlackRock dan JPMorgan secara bersamaan ke satu saham adalah sinyal yang tidak bisa diabaikan. Foreign flow di IHSG dari institusi sekelas ini kerap menjadi katalis yang mendorong harga saham dalam jangka menengah.
Berbeda dari fenomena net sell asing yang sempat menekan indeks beberapa waktu lalu, aksi akumulasi terkoordinasi dari tiga institusi global ini memberi warna berbeda. Pasar membaca ini sebagai validasi eksternal atas nilai fundamental BBRI.
Mayoritas Analis Sudah Rekomendasikan Beli
Sebelum aksi borong ini ramai diberitakan, mayoritas analis yang meliput BBRI sudah berada di kubu optimistis. Target harga rata-rata yang dipasang analis menunjukkan potensi upside yang signifikan dari harga penutupan saat ini di Rp 3.370.
Aksi pembelian BlackRock dan JPMorgan semakin memperkuat konsensus tersebut. Ketika analis dan uang pintar global bergerak searah, biasanya ada alasan fundamental yang kuat di baliknya.
Kamu Bisa Beli Saham BlackRock dan JPMorgan di Gotrade
Yang menarik bukan hanya BBRI-nya, tapi siapa yang membelinya. BlackRock adalah manajer aset terbesar di dunia dengan kelolaan lebih dari 10 triliun dolar AS, sementara JPMorgan Chase adalah salah satu bank investasi paling berpengaruh di Wall Street.
Kedua saham ini bisa kamu beli langsung melalui Gotrade. Kamu bisa mulai berinvestasi di saham BlackRock dan saham JPMorgan Chase dari genggaman, tanpa perlu rekening luar negeri atau modal besar. Ini kesempatan untuk ikut berinvestasi di institusi yang justru sedang memborong aset Indonesia.












