BlackRock Pangkas Karyawan Jelang Laporan Keuangan

BlackRock Pangkas Karyawan Jelang Laporan Keuangan

Share this article

Jakarta, Gotrade News - BlackRock Inc. mengumumkan pemangkasan ratusan karyawan sebagai bagian langkah efisiensi global perusahaan. Langkah ini diambil saat manajer aset terbesar dunia tersebut mengalihkan fokus ke sektor investasi alternatif.


Key Takeaways

  • Pemangkasan mencakup sekitar 250 orang atau 1 persen dari total staf global.

  • Restrukturisasi bertujuan menyelaraskan sumber daya dengan target investasi kredit swasta.

  • Keputusan strategis ini muncul tepat sebelum rilis laporan kinerja kuartal keempat.


Baca Juga: Penyelidikan Jerome Powell: Ancaman Independensi Fed AS

Menurut laporan dari Bloomberg, pengurangan staf ini berdampak pada tim investasi dan penjualan. Data tersebut menunjukkan pemangkasan mewakili sekitar 1 persen dari total karyawan di seluruh dunia.

CEO Larry Fink saat ini tengah merombak struktur perusahaan untuk memperdalam penetrasi di pasar kredit swasta. Upaya ini dilakukan setelah penyelesaian akuisisi HPS Investment Partners senilai 12 miliar dolar AS.

Integrasi eksekutif baru dari hasil akuisisi tersebut menjadi prioritas utama manajemen saat ini. Perusahaan juga sedang menyiapkan rangkaian dana baru yang menargetkan investor ritel kelas atas.

Tren Efisiensi di Sektor Keuangan Wall Street

Langkah BlackRock menambah daftar panjang institusi keuangan yang melakukan penghematan biaya awal tahun ini. Citigroup Inc. dilaporkan akan mengeliminasi sekitar 1.000 posisi pada pekan yang sama.

Institusi asal Swiss, UBS Group AG, juga berencana melakukan pemangkasan staf dalam beberapa tahap tahun ini. Penyesuaian tersebut berkaitan dengan integrasi sistem komputer setelah mereka mengakuisisi Credit Suisse.

Hingga akhir September, BlackRock tercatat mengelola aset senilai 13,5 triliun dolar AS. Perusahaan tersebut mempekerjakan sekitar 24.600 orang sebelum pengumuman restrukturisasi ini dilakukan.

Manajemen menjadwalkan rilis laporan laba rugi kuartal keempat pada 15 Januari mendatang. Para investor akan memantau bagaimana efisiensi ini memengaruhi margin keuntungan jangka panjang perusahaan.

Strategi ini menunjukkan pergeseran fokus industri dari manajemen aset tradisional ke produk yang lebih kompleks. Kondisi pasar yang dinamis menuntut perusahaan besar tetap lincah dalam mengalokasikan sumber daya.

Baca Juga: NVIDIA dan Eli Lilly Bangun Lab AI Senilai $1 Miliar

Bagi investor, langkah ini menandakan optimisme manajemen terhadap pertumbuhan di sektor aset alternatif. Keputusan tersebut diambil untuk memastikan kesiapan perusahaan menghadapi tantangan ekonomi masa depan.

Referensi:


Disclaimer

PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade