Penyelidikan Jerome Powell: Ancaman Independensi Fed AS
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Share this article
Jakarta, Gotrade News - Departemen Kehakiman AS memulai penyelidikan kriminal yang menargetkan Ketua Federal Reserve Jerome Powell. Langkah ini dinilai sebagai ancaman serius terhadap independensi bank sentral Amerika Serikat.
Key Takeaways
Investigasi terhadap Jerome Powell mengancam independensi kebijakan moneter AS.
Mantan Ketua Fed Janet Yellen menyebut situasi ini sangat mengerikan bagi sistem keuangan. Ia menilai investigasi tersebut dapat merusak kredibilitas kebijakan moneter global.
Dampak Terhadap Pasar dan Biaya Pinjaman
Berdasarkan laporan Yahoo Finance, pasar saham dan nilai tukar dolar mengalami penurunan tipis. Investor mulai khawatir terhadap ketidakpastian arah kebijakan ekonomi di masa depan.
Wilmer Stith dari Wilmington Trust memperingatkan potensi kenaikan imbal hasil obligasi. Hal ini dapat meningkatkan suku bunga KPR dan membebani daya beli masyarakat.
Pihak Gedung Putih menyatakan Presiden Trump tidak menginstruksikan langsung penyelidikan tersebut. Namun, mereka secara terbuka mengkritik kinerja Powell yang dianggap sangat buruk.
Gejolak Politik dan Arah Kebijakan Moneter
Senator Republik Thom Tillis mengancam akan memblokir semua calon pejabat baru bank sentral. Ia meminta penyelidikan terhadap Powell segera diselesaikan demi stabilitas pasar.
Analis Krishna Guha menilai tekanan hukum ini justru akan mempersatukan internal Federal Reserve. Para anggota komite kemungkinan besar akan memberikan dukungan moral penuh bagi Powell.
Powell mengungkapkan bahwa penggunaan subpoena merupakan alat untuk menekan kebijakan suku bunga. Ia berkomitmen menjaga independensi dalam pengambilan setiap keputusan moneter yang krusial.
Gangguan pada independensi bank sentral berisiko memicu lonjakan inflasi jangka panjang. Kondisi ini diperkirakan akan menghambat rencana pemangkasan suku bunga pada tahun ini.