Brent Sentuh Rekor USD126 Lalu Turun ke USD114

Rendy Andriyanto
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Brent Sentuh Rekor USD126 Lalu Turun ke USD114

Share this article

Gotrade News - Harga Brent crude sempat menembus USD126,41 per barel pada Kamis, level tertinggi dalam empat tahun terakhir. Setelah itu kontrak acuan jatuh USD4,02 atau 3,41% dan ditutup di USD114,01.

Volatilitas tinggi ini terjadi di tengah blokade laut AS terhadap pelabuhan Iran yang masih berlangsung. Selat Hormuz sebagai jalur 20% pasokan minyak dan LNG global hanya dilalui 7 kapal dalam 24 jam, jauh di bawah normal 125 sampai 140 kapal.


Key Takeaways

  • Brent crude mencatat rekor empat tahun di USD126,41 sebelum aksi profit-taking jelang akhir bulan menekan harga 3,41%.
  • Aktivitas Selat Hormuz turun drastis ke 7 kapal per hari, menggambarkan dampak blokade terhadap rantai pasok energi global.
  • Pelemahan dolar AS akibat lonjakan yen membuat komoditas berbasis dolar kurang menarik dan turut memicu koreksi.

WTI ikut menguat sebelum melemah USD1,81 atau 1,69% ke USD105,07 setelah sempat menyentuh USD110,93 intraday. Kontrak Brent untuk pengiriman Juli relatif stabil dan ditutup naik 0,4% di USD110,88 per barel.

Donald Trump memberikan komentar tegas terkait blokade tersebut. "Ekonomi mereka sedang dihancurkan, blokade ini sangat efektif, ekonomi mereka dalam kondisi buruk", ucapnya menurut Bloomberg Technoz.

Tidak ada sinyal terobosan diplomatik antara Washington dan Teheran. Kepemimpinan baru Iran mengeluarkan bantahan keras atas tindakan AS sehingga negosiasi damai semakin tertahan.

Profit-taking jelang akhir bulan dan ekspirasi kontrak Brent Juni menjadi faktor teknis utama penurunan. Posisi hedge fund yang sebelumnya panjang juga mulai dikurangi setelah delapan sesi reli berturut-turut.

Pelemahan dolar AS turut menekan harga minyak yang dihitung dalam dolar. Lonjakan yen 3% pada hari yang sama membuat komoditas berbasis dolar kurang menarik bagi pembeli global menurut data Kabar Bursa.

Salah satu analis menggambarkan kondisi pasar saat ini sebagai turbulensi alih-alih respons atas perkembangan baru. Analis lain menilai lanskap masih terlalu cair untuk menetapkan pijakan fundamental yang solid.

Pasar minyak kini berada dalam mode menunggu dengan dua arah pergerakan yang sama-sama tajam. Kepastian pasokan dari Selat Hormuz dan arah negosiasi AS-Iran akan menjadi penentu pergerakan jangka pendek.

Referensi

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade