Brent Tembus USD118 per Barel, Naik 6% Tensi Timur Tengah

Rendy Andriyanto
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Brent Tembus USD118 per Barel, Naik 6% Tensi Timur Tengah

Share this article

Gotrade News - Harga minyak Brent kontrak Juni melonjak 6,2% ke USD118,11 per barel pada Rabu, 29 April 2026. Lonjakan ini menjadi level tertinggi sejak Juni 2022 di tengah krisis Selat Hormuz yang berlarut.

Harga WTI ikut melesat 6,8% ke USD106,74 per barel pada sesi yang sama. Menurut Metrotvnews, kontrak Brent Juli juga naik 5,8% ke USD110,39 per barel.


Key Takeaways

  • Brent menyentuh USD118,11 per barel, level tertinggi sejak Juni 2022 di tengah krisis pasokan global.
  • Presiden Trump menolak proposal damai Iran tiga tahap dan memperpanjang blokade angkatan laut atas pelabuhan Iran.
  • Saham produsen minyak AS seperti Exxon Mobil dan Chevron jadi sorotan investor energi.

Pemicu Lonjakan Harga Minyak

Selat Hormuz tetap tertutup setelah AS dan Iran terkunci dalam kebuntuan diplomatik berkepanjangan. Trump menyatakan blokade lebih efektif daripada serangan langsung dan menolak melonggarkan tekanan.

Dilansir Al Jazeera, hanya 9 kapal komersial melintasi Selat Hormuz pada pekan lalu. Angka itu jauh di bawah rata-rata 129 transit harian sebelum konflik pecah pada 28 Februari 2026.

Garda Revolusi Iran sebelumnya menahan dua kapal kargo asing dengan dalih pelanggaran keamanan. Selat Hormuz secara historis menjadi jalur sekitar 20% pasokan minyak global.

UAE telah resmi keluar dari OPEC+ pada April ini dan menambah ketidakpastian pasokan. Federal Reserve juga mempertahankan suku bunga tidak berubah pada pertemuan terakhir.

Implikasi untuk Investor Saham Energi

Kami melihat lonjakan Brent ke USD118 sebagai sinyal positif jangka pendek bagi produsen minyak AS. Saham seperti ConocoPhillips historis sensitif terhadap kenaikan harga minyak global.

ETF Energy Select Sector SPDR menawarkan eksposur terdiversifikasi ke sektor minyak dan gas AS. Investor perlu memantau durasi krisis Hormuz untuk menilai keberlanjutan reli energi.

Risiko utama datang dari potensi pelonggaran blokade jika negosiasi AS-Iran kembali berjalan. Resolusi mendadak dapat menurunkan harga minyak sekitar USD10 per barel dalam waktu singkat.

Sources

Metrotvnews, Harga Minyak Dunia Melejit Lebih dari 6, Brent Sentuh USD118 Barel, 2026. Al Jazeera, Oil Rises Above 106 Per Barrel as US, Iran Deadlocked in Strait of Hormuz, 2026.

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade