Gotrade News - Indeks Kepercayaan Ekonomi Gallup AS jatuh ke -45 pada Mei, terendah sejak Oktober 2022. Penurunan tujuh poin dari -38 di April menambah tekanan jelang rilis Core PCE pekan ini.
Sentimen yang memburuk mendorong investor mencari saham defensif dan nama-nama besar dengan visibilitas earnings kuat. Pasar saham AS kini menanti konfirmasi inflasi sebelum memutuskan arah berikutnya.
Key Takeaways
- Indeks Kepercayaan Gallup turun ke -45 di Mei, level terlemah hampir empat tahun.
- Conference Board memproyeksikan pertumbuhan PDB 2026 hanya 1,7% YoY akibat tekanan biaya hidup.
- Saham seperti Palantir (PLTR) dan Microsoft (MSFT) jadi target rebound Nasdaq.
Kepercayaan Konsumen Memburuk Tajam
Menurut Investment News, hanya 16% responden menilai kondisi ekonomi sangat baik atau baik, terendah sejak April 2023. Sebanyak 49% mendeskripsikan ekonomi dalam kondisi buruk, naik dari 37% pada awal 2026.
Tiga dari empat responden menyebut ekonomi memburuk dalam survei yang berlangsung 1-17 Mei. Kekhawatiran terhadap biaya hidup tinggi melonjak ke 15%, hampir dua kali lipat dari 8% pada Februari.
Dilansir Investment News, disfungsi pemerintahan menjadi kekhawatiran utama dengan 26% suara. Sentimen partisan menunjukkan Independen di -58 dan Demokrat di -80, sementara Republik turun ke +22.
Conference Board Leading Economic Index hanya naik 0,1% ke 97,4 di April setelah kontraksi 0,6% di Maret. Justyna Zabinska-La Monica dari Conference Board memperingatkan biaya bensin dan energi yang lebih tinggi akan menggerus daya beli rumah tangga.
Pelemahan kepercayaan terjadi di hampir semua kelompok pendapatan, dengan rumah tangga menengah menanggung beban terberat tahun ini. Kondisi ini menjelaskan mengapa konsumsi diskresioner di seluruh sektor ritel utama melambat selama tiga bulan beruntun.
Saham Rebound yang Diincar Pasar
Conference Board memproyeksikan pertumbuhan PDB AS hanya 1,7% YoY untuk 2026, sementara inflasi April naik di laju tahunan tercepat sejak Mei 2023. Lonjakan harga bensin akibat konflik AS-Iran menjadi pemicu utama tekanan harga.
Melansir Motley Fool, Palantir (PLTR) diperdagangkan di US$ 136,88, 33% di bawah rekor US$ 207,52. Pendapatan PLTR tumbuh 85% kuartal lalu dengan retensi dolar bersih mencapai 150%.
PLTR juga mencatat 11 kuartal beruntun pertumbuhan pendapatan yang berakselerasi dan pelanggan komersial AS baru naik 42%. Kapitalisasi pasarnya kini berada di US$ 328 miliar, menjadikan sahamnya kandidat utama untuk rebound Nasdaq.
Menurut Motley Fool, Microsoft (MSFT) berada di US$ 418,85, 25% di bawah puncak US$ 555,45. Pendapatan Azure tumbuh 39% dengan komitmen cloud melebihi US$ 600 miliar.
Pengguna berbayar Copilot melonjak 250% YoY menjadi 20 juta seat, sementara pendapatan Azure AI naik 123%. Microsoft juga memiliki 27% saham OpenAI dengan margin kotor 68,31% dan kapitalisasi pasar US$ 3,1 triliun.
Motley Fool juga menyoroti AppLovin yang mencatat pertumbuhan pendapatan Axon 2 sebesar 59% pada kuartal terbaru tahun ini. Lonjakan adopsi platform iklan AI ini menjadi sinyal bahwa belanja iklan digital korporasi tetap kuat di tengah pelemahan kepercayaan konsumen.
Sementara itu, ETF luas seperti SPDR S&P 500 (SPY) menjadi indikator utama yang dipantau menjelang rilis Core PCE. Reaksi pasar terhadap data inflasi akan menentukan apakah reli delapan minggu S&P 500 dapat berlanjut.
Pelaku pasar memperkirakan Core PCE bulanan akan berada di kisaran 0,2% hingga 0,3% berdasarkan konsensus ekonom. Angka yang lebih panas dari ekspektasi dapat memicu aksi jual lanjutan pada saham pertumbuhan berkapitalisasi besar di bursa Nasdaq.












