Gotrade News - Saham chip kecerdasan buatan kembali jadi sorotan setelah serangkaian analis Wall Street menaikkan target harga pekan ini. UBS, HSBC, Melius, dan Deutsche Bank kompak melihat ruang kenaikan signifikan untuk Nvidia, Micron, dan Qualcomm.
Reli ini didorong oleh permintaan memori DRAM yang melebihi pasokan dan strategi server baru di sektor inferensi AI. Investor kini mencermati apakah valuasi yang masih tertekan akan terkoreksi naik dalam beberapa bulan ke depan.
Key Takeaways
- UBS menaikkan target Nvidia (NVDA) dari $275 ke $280, mengisyaratkan potensi upside sekitar 30%.
- HSBC dan Melius memasang target $1.100 untuk Micron (MU), jauh di atas konsensus pasar.
- Saham Qualcomm (QCOM) melonjak 11,60% ke $238,16 setelah peluncuran strategi server tiga lapis.
Target Baru untuk Nvidia dan Micron
Menurut Watcher.Guru, Managing Director UBS Timothy Arcuri mempertahankan rating Buy untuk Nvidia (NVDA). Saham NVDA ditutup di $215,33 pada Jumat lalu, turun 1,90% meski mencatatkan earnings beat.
Katalis yang dikutip UBS mencakup kenaikan dividen 25 kali lipat, program buyback $80 miliar, dan total capital return sebesar $39 miliar. UBS menilai saham ini saat ini diperdagangkan pada diskon yang curam terhadap fundamentalnya.
Menurut Watcher.Guru, target $280 mengimplikasikan ruang kenaikan sekitar 30% dari harga penutupan Jumat. Angka ini menjadi salah satu target tertinggi di Wall Street untuk saham NVDA.
Dilansir Watcher.Guru, Micron (MU) diperdagangkan di sekitar $760 atau 7% di bawah level tertinggi 52 minggu. Dari 45 rating analis, 30 di antaranya merekomendasikan Buy dan 9 lainnya Outperform.
CEO Sanjay Mehrotra menyebut perusahaan hanya mampu memenuhi 50% hingga dua per tiga permintaan dari pelanggan utama. Chip Rubin Ultra milik Nvidia membutuhkan DRAM 3,5 kali lebih banyak dibanding model generasi saat ini.
Ben Reitzes dari Melius menaikkan target MU dari $700 ke $1.100. HSBC memproyeksikan ekspansi pasar DRAM sebesar 69% pada 2026 dan NAND sebesar 62% dalam siklus naik empat hingga lima tahun.
Menurut Watcher.Guru, Deutsche Bank mematok target $1.000 sementara Citi memasang angka $840. Ricky Seo dari HSBC memperkirakan siklus naik akan berlangsung empat sampai lima tahun penuh.
Qualcomm Bangun Strategi Server AI
Melansir Barchart, saham Qualcomm (QCOM) melonjak 11,60% ke $238,16 pada 24 Mei. Mikhail Fedorov menilai Qualcomm sebagai pemain infrastruktur AI yang selama ini diabaikan pasar.
Qualcomm mengumumkan strategi server tiga bagian yang mencakup prosesor Oryon kustom 80 inti dan akselerator inferensi AI200 serta AI250. Perusahaan juga menyiapkan chip khusus untuk penyedia layanan cloud besar.
Platform Dragonwing IQ10 yang dijadwalkan awal 2026 mengintegrasikan jaringan saraf, computer vision, kontrol aktuator, dan 5G atau Wi-Fi 7 dalam satu chip. Qualcomm juga menjalin kemitraan dengan NEURA Robotics dan Figure AI di sektor robotika.
Menurut Barchart, pasar selama ini lebih fokus pada Nvidia, AMD, dan Intel di tema infrastruktur AI. Fedorov menilai posisi Qualcomm sebagai pemasok chip inferensi memberi sudut pertumbuhan baru.
Forward P/E Micron yang berada di bawah 8 menjadi argumen tambahan bagi para analis. UBS memproyeksikan EPS Micron sebesar $135 pada 2027 jika siklus DRAM bertahan sesuai ekspektasi.
Dilansir Watcher.Guru, level tertinggi 52 minggu untuk saham Micron (MU) tercatat di $818,67. Hanya empat analis yang merekomendasikan Hold dan satu yang merekomendasikan Sell dari total 45 rating yang dipantau.
Melansir Barchart, peluncuran komersial platform Dragonwing IQ10 dijadwalkan pada awal 2026. Kombinasi neural network dan 5G dalam satu chip dinilai sebagai diferensiasi kunci Qualcomm di sektor robotika industri.












