Damai AS-Iran Tekan Harga Minyak, Wall Street Reli

Rendy Andriyanto
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Damai AS-Iran Tekan Harga Minyak, Wall Street Reli

Share this article

Gotrade News - Harga minyak Brent jatuh lebih dari 4% ke bawah USD 100 per barel setelah kerangka damai AS-Iran. S&P 500 Futures sekaligus naik 0,8% ke 7.547,0 pada perdagangan awal pekan ini.

Pasar bereaksi cepat karena framework tersebut menargetkan pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur seperlima pasokan minyak global. Sentimen risk-on mendorong saham teknologi naik tajam sementara saham minyak besar terkoreksi pada sesi futures awal.

Key Takeaways

  • Brent crude turun ke USD 98,76 per barel, koreksi 4,62% dari penutupan Jumat.
  • Nasdaq 100 Futures melonjak 1,3% ke 29.940,75 didorong sentimen risk-on global.
  • Selat Hormuz menangani sekitar 14 juta barel minyak per hari menurut IEA.

Pemicu Aksi Beli di Wall Street

Menurut Investing.com, Presiden Donald Trump mengumumkan Washington dan Teheran telah largely negotiated kerangka damai. Dow Jones Futures naik 0,6% ke 50.974,0 dan Nasdaq 100 Futures melonjak 1,3% pada sesi awal pekan ini.

Penurunan harga minyak menjadi katalis utama rotasi keluar dari sektor energi pada sesi futures awal. Saham raksasa migas seperti Exxon Mobil (XOM) dan Chevron (CVX) menghadapi tekanan jual saat trader bergeser ke aset berisiko.

Dilansir Axios, minyak mentah turun sekitar USD 5 per barel pada Minggu malam waktu setempat. Brent crude futures jatuh ke USD 98,76 per barel, koreksi 4,62% dari level penutupan Jumat lalu.

WTI ikut terkoreksi 4,54% mengikuti penurunan acuan global pada sesi awal pekan yang sama. Pekan lalu Dow Jones bahkan ditutup di rekor tertinggi sebelum kabar damai memicu rotasi besar antar-sektor.

S&P 500 naik 0,4% sepanjang pekan lalu dan mencatat reli delapan minggu beruntun. Saham eksplorasi seperti ConocoPhillips (COP) ikut tertekan mengikuti penurunan harga minyak acuan global.

Nasdaq sendiri menambah 0,2% pekan lalu dengan kontribusi rotasi modal ke sektor teknologi yang sensitif suku bunga. Investor membaca penurunan harga minyak sebagai sinyal awal melonggarnya tekanan inflasi energi terhadap konsumen ritel AS.

Risiko yang Masih Membayangi

Trump menegaskan there is no rush dan AS akan mempertahankan blokade laut hingga kesepakatan formal ditandatangani serta disertifikasi. Perbedaan masih mengganjal soal stok uranium Iran, pencabutan sanksi, dan keamanan kawasan regional.

Melansir Axios, Patrick De Haan dari GasBuddy menilai harga bensin AS masih USD 1,50 per galon di atas level prakonflik. Pembersihan ranjau di Selat Hormuz diperkirakan memakan waktu berminggu hingga berbulan untuk selesai.

Perbaikan fasilitas pelabuhan dan pengisian ulang inventori bahkan butuh kuartal hingga tahunan agar normal kembali. Blokade Selat Hormuz selama ini mengganggu sekitar 14 juta barel minyak per hari menurut data IEA.

Arab Saudi dan UEA sudah meningkatkan penggunaan pipa darat namun belum mampu menggantikan volume transit Selat Hormuz. De Haan menambahkan harga rata-rata bensin nasional kemungkinan tetap di atas USD 4 per galon sampai kapal transit kembali normal.

Pasar saham AS sendiri tutup pada Senin untuk libur Memorial Day, sehingga reli futures menjadi indikator dini pembukaan Selasa. Investor akan mencermati apakah harga minyak bertahan rendah saat sesi reguler Selasa dibuka dan rotasi sektor terus berlanjut.

Saham kilang dan distributor energi berpotensi paling rentan jika harga minyak terus menurun sepanjang pekan ini. Sebaliknya, sektor konsumen, transportasi, dan maskapai diperkirakan menerima sentimen positif dari kelegaan biaya bahan bakar.

Sumber


Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade