Data Inflasi AS Juli Rilis, Ini Efeknya ke Saham

Setya MahardikaSetya Mahardika
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
AI-powered contentSome parts of this article are powered by AI.

Bagikan artikel

Data Inflasi AS Juli Rilis, Ini Efeknya ke Saham

Gotrade News - Data inflasi AS bulan Juli 2026 dijadwalkan rilis Rabu, 12 Agustus 2026, pukul 08:30 waktu New York atau setara 19:30 WIB, dan menjadi katalis makro paling ditunggu pekan ini bagi pasar saham AS. Menurut Investing.com, konsensus memperkirakan headline Indeks Harga Konsumen (IHK) naik sekitar 0,1% secara bulanan dan melandai ke kisaran 3,4% YoY, turun dari 3,5% pada Juni. Angka yang lebih dingin akan memperkuat skenario Federal Reserve menahan suku bunga, sebuah sentimen yang cenderung positif untuk saham.

Konsensus Inflasi Juli 3,4% YoY

Perlu ditegaskan, angka Juli ini masih berstatus perkiraan dan belum resmi rilis. Melansir Trading Economics, inflasi inti (core) yang mengeluarkan komponen pangan dan energi diperkirakan ikut melandai ke sekitar 2,5% YoY dari 2,6% pada Juni, dengan kenaikan bulanan sekitar 0,3%.

Sebagai pembanding, data aktual Juni 2026 yang sudah rilis pada 14 Juli mencatat headline 3,5% YoY dan inti 2,6% YoY. Itu adalah penurunan pertama dalam lima bulan, sebagian karena biaya energi yang mereda. Puncak inflasi tahun ini terjadi pada Mei di level 4,2% YoY, sehingga tren pendinginan yang berlanjut ke Juli akan menjadi konfirmasi penting bagi pasar.

Baca juga: Apple Gelar Event Hari Ini, iPhone Lipat US$2.000 Dinanti
IndikatorJuni (aktual)Juli (konsensus)
Headline CPI (YoY)3,5%~3,4%
Core CPI (YoY)2,6%~2,5%
Headline CPI (MoM)-~+0,1%

Efek ke Ekspektasi Bunga Fed

Suku bunga acuan Fed saat ini bertahan di kisaran tinggi 3,50%-3,75%. Pasar condong memperkirakan inflasi yang lebih jinak, dengan peluang tersirat untuk kenaikan bunga lanjutan berada di sekitar 40%. Artinya, pembacaan CPI Juli yang lebih dingin dari perkiraan bisa menekan peluang itu lebih jauh dan memperkuat ekspektasi Fed menahan bunga hingga akhir tahun.

Bagi pasar saham, arah bunga adalah kunci. Bunga yang stabil atau berpotensi turun umumnya menguntungkan saham pertumbuhan dan teknologi yang valuasinya sensitif terhadap biaya modal. Indeks acuan seperti S&P 500 ETF (SPY) dan NASDAQ 100 ETF (QQQ) biasanya bergerak paling reaktif terhadap kejutan data inflasi, sementara saham berbobot besar seperti Nvidia (NVDA) ikut menentukan arah indeks secara keseluruhan.

Risiko Harga Minyak ke Arah Hawkish

Meski konsensus mengarah ke pendinginan, ada risiko yang membuat inflasi ke depan sulit ditebak. Harga minyak kembali menguat dengan Brent mendekati $90 per barel di tengah ketegangan AS-Iran. Kenaikan harga energi berpotensi menekan inflasi ke atas pada bulan-bulan mendatang, meski efeknya belum tentu tercermin penuh dalam angka Juli. Faktor ini membuat pasar tetap waspada bahwa jalur disinflasi belum sepenuhnya mulus.

Baca juga: Warga 17 Tahun Bakal Otomatis Punya Rekening Bank

Yang Perlu Diperhatikan Investor

Bagi pemegang saham AS, rilis besok berpotensi menggerakkan pasar dalam dua arah. Angka di bawah konsensus cenderung memicu reli karena memperkuat narasi Fed menahan bunga, sementara angka yang lebih panas dari perkiraan bisa memantik aksi jual jangka pendek. Yang lebih penting untuk jangka panjang adalah tren, bukan satu data poin, dan kombinasi antara pendinginan inflasi inti dengan risiko harga energi akan menentukan ruang gerak Fed pada rapat-rapat berikutnya.

Sumber

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Setya Mahardika
Ditulis oleh
Setya Mahardika
Setya Mahardika memimpin editorial untuk konten pasar AS dan berita Gotrade. Dengan pengalaman 4+ tahun di fintech dan industri terkait lainnya, ia memverifikasi setiap artikel terhadap sumber primer, laporan keuangan perusahaan, data bursa, dan rilis resmi sebelum tayang. Fokusnya adalah akurasi dan kejelasan sumber, agar investor Indonesia dapat mempercayai apa yang mereka baca sebelum berinvestasi.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left

Welcome Reward hingga $1.888

Buat akun dan trading saham AS di Gotrade

*Syarat dan ketentuan berlaku