Malam ini pukul 19.30 WIB, data ketenagakerjaan AS atau Non-Farm Payrolls untuk Agustus dirilis, satu jam sebelum pasar AS dibuka. Ini katalis terbesar di kalender pekan ini. Konsensus memperkirakan tambahan sekitar 53 ribu pekerjaan, dengan tingkat pengangguran bertahan di 4,1%.
Yang membuat malam ini penting: pasar sedang menimbang apakah The Fed masih membuka ruang menaikkan suku bunga di September. Data yang lemah memperkuat sikap dovish dan menekan dolar. Data yang kuat bisa menghidupkan lagi perdebatan kenaikan suku bunga.
High-beta. Peluncuran Cybercab di Austin sedang ditinjau regulator keselamatan AS.
Katalis Malam Ini
Data tenaga kerja jadi penentu
Rilis Non-Farm Payrolls Agustus pukul 19.30 WIB adalah acara utama malam ini. Konsensus di kisaran +53 ribu, jauh di bawah rata-rata awal tahun. Bulan lalu, data Juli justru minus 23 ribu. Pasar saat ini mulai memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga (hike) pada pertemuan September sebesar 50-60%. Angka jauh di atas konsensus bisa membalik arah dolar yang sedang melemah.
Sepanjang pekan, komentar pejabat The Fed memangkas taruhan kenaikan suku bunga. Beige Book terbaru mencatat tekanan inflasi masih terasa di banyak wilayah, jadi jalannya belum mulus. Dolar yang melemah inilah yang mengangkat Rupiah dan emas dua hari terakhir. Data malam ini menguji apakah tren itu berlanjut.
Sektor sensitif suku bunga
Saham teknologi berdurasi panjang seperti chip paling reaktif terhadap imbal hasil obligasi. Nvidia jadi sorotan setelah peringatannya kepada investor AMD dan Intel. Jika yield turun karena data lemah, saham pertumbuhan biasanya diuntungkan. Sebaliknya, data yang kuat menekan valuasi saham teknologi.
Denyut Pre-market 📊
Futures indeks saham AS bergerak relatif datar jelang rilis, tanda pasar menahan posisi besar sampai angka keluar. Bursa Asia menguat pagi ini, KOSPI naik 1,1% mengikuti penutupan Wall Street. Yang perlu dipantau setelah pukul 19.30 WIB adalah imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun. Bunga KPR AS sudah naik ke 6,71% mengikuti lonjakan yield.
Catatan Makro 📝
Rupiah dibuka di kisaran Rp17.6xx dan emas Antam di Rp2,67 juta per gram, keduanya terangkat dolar yang melemah. Di sisi lain, harga minyak dunia bertahan tinggi di sekitar US$95 per barel akibat ketegangan AS-Iran di Selat Hormuz. Ini risiko yang bisa menahan sentimen jika situasinya memburuk.
Kesimpulan
Malam ini bukan soal satu saham, melainkan satu angka yang menentukan arah banyak aset sekaligus. Data lemah cenderung mendukung saham, emas, dan Rupiah. Data kuat bisa membalik ketiganya dalam hitungan menit.
Tidak ada hasil yang terjamin, jadi yang paling berguna adalah tahu apa yang kamu pantau sebelum angka keluar. Saham apa yang sedang kamu pantau malam ini?
Siapkan watchlist kamu sekarang dan pantau reaksinya begitu data rilis pukul 19.30 WIB.
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.
M. Alfathan Rahman adalah seorang content writer dengan pengalaman lebih dari 3 tahun dalam mengembangkan strategi konten digital di berbagai industri, termasuk fintech. Memiliki pengalaman memproduksi konten untuk situs perpajakan dan situs edukasi keuangan yang telah terdaftar di Kominfo. Berfokus pada riset data, serta penyusunan artikel finansial yang informatif, akurat, dan mudah dipahami oleh investor dari berbagai tingkat pengalaman.