Gotrade News - APBN Indonesia pada akhir kuartal pertama 2026 mencatat defisit sebesar Rp240,1 triliun. Hal ini terjadi di tengah percepatan belanja negara untuk mendorong pertumbuhan ekonomi meski dalam kondisi global yang tidak pasti.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, pendapatan negara mencapai Rp574,9 triliun hingga akhir Maret 2026. Pertumbuhan ini didorong terutama oleh sektor perpajakan yang tumbuh 20,7% secara tahunan.
Di sisi pengeluaran, pemerintah telah merealisasikan belanja negara sebesar Rp815,0 triliun. Pengeluaran ini setara dengan 21,2% dari total anggaran sepanjang tahun 2026.
Purbaya menekankan bahwa strategi fiskal ekspansif telah diterapkan dengan mempercepat belanja sejak triwulan pertama. Langkah ini berbeda dari pola sebelumnya yang cenderung menumpuk di akhir tahun.
Meski defisit meningkat, rasio defisit terhadap PDB tetap aman di level 0,93%. Posisi defisit keseimbangan primer tercatat sebesar Rp95,8 triliun, menunjukkan kontrol fiskal yang tetap terkendali.
Purbaya memastikan inflasi tetap konsisten dalam batas target. Hal ini memungkinkan ekonomi Indonesia untuk tumbuh lebih ekspansif tanpa menimbulkan tekanan harga signifikan.
Keberhasilan dalam mencapai target pendapatan ini mencerminkan efektivitas kebijakan fiskal dan moneter. Koordinasi antara keduanya telah berhasil menjaga daya beli masyarakat.
Dengan adanya defisit yang sudah diprediksi, pemerintah tetap optimis bahwa anggaran dirancang untuk mendukung daya saing ekonomi. Strategi ini bertujuan menciptakan landasan kokoh bagi pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
Tekanan ekonomi global akibat eskalasi geopolitik tidak mengecilkan upaya pemerintah dalam memastikan stabilitas ekonomi. Langkah yang adaptif ini memberi ruang bagi kebijakan lebih ekspansif di masa depan.
Referensi:
- MetroTV, Purbaya: APBN Defisit Rp240,1 Triliun atau 0,92% PDB per Maret 2026. Diakses 6 April 2026
- IDNFinancials, Belanja negara melonjak, APBN tekor Rp240,1 triliun di kuartal I. Diakses 6 April 2026
- Sindonews, Defisit APBN Maret 2026 Tembus Rp240,1 Triliun, 0,93% dari PDB. Diakses 6 April 2026
Featured Image: GPT Image 1.5












