Gotrade News - Dominion Energy dan NextEra Energy mengumumkan merger senilai $67 miliar yang menciptakan raksasa utilitas listrik baru. Pemegang saham Dominion akan menerima 0,8138 saham NextEra untuk setiap lembar saham yang dimiliki.
Kesepakatan ini menargetkan ledakan permintaan listrik dari pusat data kecerdasan buatan (AI) di Amerika Serikat. Entitas gabungan akan mengoperasikan kapasitas pembangkit 110 GW dan melayani sekitar 10 juta pelanggan di empat negara bagian.
Key Takeaways
- Saham Dominion Energy (D) melonjak 9,44 persen pada hari pengumuman merger.
- NextEra akan menguasai 74,5 persen kepemilikan entitas gabungan, sedangkan Dominion memegang 25,5 persen.
- Merger menargetkan pembangunan 30 GW kapasitas baru untuk hyperscaler data center hingga 2035.
Menurut Barchart, saham NextEra Energy (NEE) justru turun 4,63 persen pada hari pengumuman. Reaksi pasar mencerminkan kekhawatiran soal premi yang ditanggung pembeli serta risiko regulasi yang kompleks.
Dominion saat ini melayani lebih dari 450 pusat data dari sekitar 50 pelanggan di kawasan Northern Virginia. Wilayah tersebut merupakan koridor data center terbesar di dunia dan pusat permintaan listrik untuk komputasi AI.
Pemicu Strategi Merger
Dilansir Seeking Alpha, EBITDA gabungan diproyeksikan tumbuh dari $8,5 miliar menjadi $11,27 miliar pada 2029-2030. Pertumbuhan laba per saham (EPS) diperkirakan mencapai 9 persen per tahun setelah integrasi.
CEO NextEra John Ketchum menyatakan perusahaan ingin melayani hyperscaler dengan paket solusi terpadu. Paket itu mencakup energi terbarukan, baterai, gas alam, transmisi gas, dan nuklir secara cepat dan terjangkau.
Platform gabungan menyediakan lebih dari 130 GW peluang beban besar dari pipeline proyek kedua perusahaan. Analis menilai pasar masih meremehkan peran Dominion sebagai platform infrastruktur listrik teregulasi untuk AI.
Tema permintaan listrik AI juga mendorong saham pembangkit independen seperti Vistra Corp (VST). Investor mencari paparan terhadap utilitas yang memiliki kapasitas terdedikasi untuk beban data center jangka panjang.
Risiko Regulasi yang Membayangi
Merger membutuhkan persetujuan dari Federal Energy Regulatory Commission dan Nuclear Regulatory Commission. Regulator negara bagian Virginia, North Carolina, dan South Carolina juga harus memberikan lampu hijau.
Kedua perusahaan menawarkan kredit pelanggan senilai $2,25 miliar untuk meredam keberatan regulator. Sekitar 79 persen kredit tersebut akan dialokasikan kepada pelanggan di Virginia, basis pasar terbesar Dominion.
Termination fee sebesar $4,83 miliar berlaku jika kesepakatan gagal akibat penolakan regulator. Klausul ini memberi sinyal bahwa kedua pihak memandang risiko regulasi sebagai hambatan utama yang harus dilewati.
Barchart mengingatkan preseden merger Exelon-Pepco senilai $6,8 miliar yang ditolak DC Public Service Commission pada 2015. Penolakan tersebut terjadi meski merger sudah mendapat persetujuan dari yurisdiksi lain.












