Farmasi Global Q1 2026, AbbVie AstraZeneca Teva Beat

Rendy Andriyanto
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Farmasi Global Q1 2026, AbbVie AstraZeneca Teva Beat

Share this article

Gotrade News - Sektor farmasi global kompak melaporkan kinerja Q1 2026 yang melampaui estimasi konsensus Wall Street pada Rabu (29/04). Empat raksasa obat menampilkan momentum penjualan obat baru yang kuat di tengah erosi paten produk legacy seperti Humira.

AbbVie (ABBV), AstraZeneca (AZN), dan Teva Pharmaceuticals (TEVA) mencatat pertumbuhan pendapatan dua digit di lini obat unggulan. Sebaliknya, Humana (HUM) melampaui laba tetapi sahamnya turun 5% karena gagal menaikkan panduan tahunan.


Key Takeaways

  • AbbVie naikkan panduan EPS 2026 menjadi $14,08 sampai $14,28 setelah Skyrizi tumbuh 30,9% dan Rinvoq naik 23,3% YoY.
  • AstraZeneca cetak pendapatan $15,3 miliar dengan onkologi tumbuh 16% serta tetap pertahankan target $80 miliar pada 2030.
  • Humana lampaui EPS $10,31 namun gagal naikkan outlook tahunan, memicu kekecewaan investor pasca-rilis.

Imunologi AbbVie Tutupi Erosi Humira

AbbVie mencetak pendapatan kuartalan sebesar $15 miliar pada Q1 2026, naik 12,4% YoY dan melampaui konsensus analis $14,72 miliar. Adjusted EPS perusahaan mencapai $2,65, tumbuh 7,7% dari periode yang sama tahun lalu.

Skyrizi membukukan penjualan $4,48 miliar dengan pertumbuhan 30,9% YoY, sementara Rinvoq menyumbang $2,12 miliar atau naik 23,3%. Total portofolio imunologi tumbuh 16,4% menjadi $7,29 miliar, secara efektif menggantikan pendapatan Humira yang terus terkikis.

Manajemen menaikkan target adjusted diluted EPS 2026 menjadi $14,08 sampai $14,28 dari panduan sebelumnya $13,96 sampai $14,16. Menurut Yahoo Finance, kenaikan ini didorong oleh permintaan kuat terhadap obat imunologi baru.

Skyrizi diposisikan sebagai pengganti utama Humira di indikasi psoriasis dan inflammatory bowel disease. Kombinasi Skyrizi dan Rinvoq kini menyumbang sekitar 44% total pendapatan kuartalan AbbVie.

Beat 3% pada EPS dipadu kenaikan panduan tahunan menjadi katalis sentimen positif. Botox dan portofolio aesthetics ikut menopang pendapatan di tengah tekanan obat generik.

AstraZeneca, Humana, dan Teva Lengkapi Gambaran

AstraZeneca melaporkan pendapatan $15,3 miliar di Q1 2026, naik 8% YoY dan melampaui ekspektasi $14,9 miliar. Core EPS perusahaan mencapai $2,58 dibandingkan estimasi FactSet $2,53.

Pertumbuhan terutama didorong oleh portofolio onkologi yang naik 16% pada nilai tukar tetap. Manajemen mempertahankan panduan tahunan dan tetap pada ambisi pendapatan $80 miliar pada 2030.

Pasar AS menyumbang sekitar 40,8% pendapatan AstraZeneca, diikuti Eropa di 22,9% dan kawasan Africa Asia Australia di 22,8%. Komposisi geografis ini membuat saham AZN sensitif terhadap kebijakan harga obat di AS dan dinamika nilai tukar dolar.

Humana mencatat adjusted EPS $10,31 di atas estimasi $10,19, dengan benefit ratio 89,4% lebih baik dari panduan di bawah 90%. Mengutip Investing.com, saham Humana justru turun 5% karena perusahaan menolak menaikkan outlook tahunan seperti pesaingnya.

Pemerintah AS hanya menyetujui kenaikan rata-rata 2,48% untuk pembayaran Medicare Advantage 2027. Gap antara reimbursement federal dan biaya layanan kesehatan aktual menjadi tekanan struktural yang membatasi ruang naiknya panduan Humana.

Teva membukukan pendapatan $3,98 miliar di Q1 2026 dengan non-GAAP EPS $0,53. Trio obat inovatif Austedo, Ajovy, dan Uzedy tumbuh kolektif 41% YoY menjadi $838 juta.

Manajemen Teva mempertahankan panduan pendapatan 2026 di rentang $16,4 sampai $16,8 miliar. Pergeseran ke obat branded dari portofolio generik menjadi pendorong utama beat kuartal ini.

Empat laporan ini menunjukkan tema konsisten di sektor farmasi, obat baru dua digit menjadi mesin pendapatan utama. Eksposur via empat nama ini memberikan campuran imunologi, onkologi, asuransi kesehatan, dan obat khusus.

Sources

Yahoo Finance, AbbVie beats Q1 2026 earnings, raises full-year forecast, 2026. CNBC, AstraZeneca, GSK see surprise profit bump, 2026. Investing.com, Humana reports quarterly beat, unchanged forecast underwhelms market, 2026.

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade