Gotrade News - Amazon kembali memangkas ribuan karyawan korporat di markas besarnya demi struktur organisasi yang lebih ramping. Langkah ini secara spesifik menargetkan posisi manajerial untuk mempercepat proses pengambilan keputusan strategis perusahaan.
Investor perlu melihat ini sebagai upaya efisiensi jangka panjang, bukan sekadar penghematan biaya operasional sesaat. Perubahan struktur ini menandakan fokus perusahaan untuk kembali gesit di tengah persaingan teknologi yang ketat.
Key Takeaways
-
PHK kali ini fokus pada level manajer dan teknis untuk mengurangi birokrasi internal yang menghambat.
-
CEO Andy Jassy menegaskan ambisi Amazon untuk beroperasi gesit layaknya perusahaan rintisan terbesar di dunia.
-
Pemangkasan terbaru ini melengkapi total 30.000 pengurangan tenaga kerja global sejak Oktober tahun lalu.
Laporan Employment Security Department Washington mengonfirmasi rencana pemutusan hubungan kerja terhadap 2.198 karyawan tetap. Pemangkasan ini dijadwalkan mulai berlaku pada 28 April di berbagai lokasi operasional perusahaan.
Fokus utama pengurangan kali ini menyasar divisi pengembangan produk inti dan berbagai peran engineering teknis. Menurut laporan GeekWire, lebih dari setengah total PHK berdampak langsung pada organisasi produk tersebut.
Posisi Senior Manager dan Manager III mendominasi daftar jabatan yang terkena dampak kebijakan efisiensi ini. Hal ini menunjukkan niat perusahaan untuk memangkas lapisan pengawas yang tidak berkontribusi langsung secara teknis.
Manajemen Amazon menegaskan bahwa langkah agresif ini bertujuan menghapus lapisan birokrasi yang sering menghambat inovasi. Surat internal menyebutkan tujuan utama perusahaan adalah meningkatkan rasa kepemilikan dan mengurangi hambatan struktural.
Andy Jassy menyebut dalam laporan pendapatan bahwa perusahaan berkomitmen untuk beroperasi layaknya start-up terbesar di dunia. Ia menambahkan bahwa hal tersebut mengharuskan penghapusan lapisan manajemen yang tidak melakukan pekerjaan teknis.
Gelombang ini menambah daftar panjang pengurangan tenaga kerja yang mencapai 14.000 orang pada Oktober lalu. Total pemangkasan karyawan korporat kini menjadi yang terbesar dalam sejarah operasional perusahaan tersebut.
Dampak Persaingan Industri
Langkah efisiensi ini sejalan dengan tren industri teknologi yang sedang menata ulang kekuatan kerjanya. Perusahaan besar seperti Microsoft juga telah melakukan pengurangan ribuan karyawan di wilayah yang sama.
Tekanan ekonomi dan kebutuhan adaptasi terhadap teknologi baru memaksa raksasa teknologi untuk merampingkan operasional mereka. Meta dan Expedia tercatat juga melakukan langkah serupa pada bulan lalu untuk menjaga stabilitas margin.
Kekosongan kantor akibat kebijakan ini diperkirakan akan memberikan tekanan tambahan pada pasar properti komersial Seattle. Perubahan skala tenaga kerja ini menciptakan efek domino bagi ekosistem bisnis lokal di sekitar kantor pusat.
Itu dia rangkuman terbaru yang perlu diperhatikan pasar hari ini. Ikuti Gotrade News untuk update saham dan ETF AS, plus perkembangan makro yang relevan untuk investor Indonesia. Untuk belajar lebih terstruktur, kunjungi Panduan Gotrade agar memahami investasi saham Amerika secara lengkap.
Jika ingin merespons berita ini, pantau pergerakan aset dan cek portofolio di aplikasi Gotrade. Investasi saham dan ETF AS di Gotrade bisa dimulai dari Rp15 ribu, lalu sesuaikan langkah dengan tujuan dan profil risiko. Download dan buka aplikasi Gotrade sekarang!
Referensi:
-
Seeking Alpha, Amazon to eliminate another 2,200 corporate jobs. Diakses pada 3 Februari 2026
-
GeekWire, Amazon layoffs hit nearly 2,200 in Washington state, more than half in core product and engineering roles. Diakses pada 3 Februari 2026
-
Featured Image: Shutterstock











