Ekonomi: Yield SBN Naik & Arus Asing ke SBN Rp28,79 T

Setya MahardikaSetya MahardikaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra
AI-powered contentSome parts of this article are powered by AI.

Bagikan artikel

Ekonomi: Yield SBN Naik & Arus Asing ke SBN Rp28,79 T

Ringkasan

  • Investor asing membeli bersih SBN senilai Rp28,79 triliun pada kuartal III 2026, menurut KSSK.
  • Yield SBN 10 tahun ditutup di 7,707% pada 2 November 2026, tertinggi sepanjang 2026, menurut Investing.com.
  • Selisih yield SBN dengan US Treasury 10 tahun melebar ke 2,81 poin persentase, dan pemerintah memantau yield untuk menentukan penerbitan SBN hingga akhir 2026.

Gotrade News - Investor asing membeli bersih Surat Berharga Negara (SBN) senilai Rp28,79 triliun pada kuartal III 2026, menurut KSSK yang dikutip ANTARA. Namun, yield SBN 10 tahun ditutup di 7,707% pada Senin (2/11), tertinggi sepanjang 2026, dan selisihnya dengan yield US Treasury melebar ke 2,81 poin persentase, menurut Investing.com.

Menteri Keuangan Suahasil Nazara, dilansir Bloomberg Technoz, mengatakan pemerintah terus memantau kondisi pasar untuk menentukan apakah penerbitan SBN hingga akhir tahun tetap berjalan sesuai target yang telah ditetapkan sebelumnya.

Asing Beli Bersih SBN Rp28,79 Triliun di Kuartal III 2026

Menurut paparan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang dilaporkan ANTARA, kepemilikan nonresiden atas obligasi pemerintah Indonesia naik 3,28% dibandingkan posisi akhir 2025. Selisih yield SBN acuan 10 tahun terhadap US Treasury tercatat 183 basis poin (bps) pada kuartal III 2026, sedikit turun dari 184 bps pada akhir 2025.

Baca juga: American Homes 4 Rent Rilis Laba Kuartal III 2026: $0,23 per Saham

"Pasar SBN cukup resilien di tengah volatilitas pasar keuangan global," kata Suahasil dalam konferensi pers KSSK di Jakarta, Selasa (3/11). Ia menambahkan, "Kinerja yang cukup positif ini berhasil dicatatkan di tengah lingkungan suku bunga global yang sedang tinggi."

KSSK juga mencatat tekanan di pasar keuangan domestik meningkat pada Oktober 2026. Rupiah melemah, pasar saham turun, dan arus modal keluar dari saham bertambah, seperti dilaporkan ANTARA.

Yield SBN 10 Tahun 7,707%, Tertinggi Sepanjang 2026

Data Investing.com menunjukkan yield SBN 10 tahun naik 0,60 poin persentase sejak 30 September 2026, sementara yield US Treasury 10 tahun turun 0,40 poin persentase pada periode yang sama. Selisih keduanya melebar sekitar 1 poin persentase dalam sebulan.

Baca juga: Amcor Rilis Laba Kuartal, Penjualan Bersih Capai $6.129 Juta

Tabel berikut merangkum penutupan harian yield dan selisihnya menurut Investing.com. Angka ini berbasis penutupan harian, sehingga berbeda dari angka kuartal III yang dipaparkan KSSK.

TanggalYield SBN 10 TahunYield US Treasury 10 TahunSelisih
30 September 20267,106%5,293%1,81 poin persentase
30 Oktober 20267,643%4,929%2,71 poin persentase
2 November 20267,707%4,894%2,81 poin persentase

Kenaikan juga terjadi di tenor pendek. Data PHEI yang dikutip Bareksa mencatat yield SBN 2 tahun naik 9,15 bps ke 7,1013% dan yield 4 tahun naik 8,39 bps ke 7,4929% per 2 November, dibandingkan 30 Oktober. Bareksa juga melaporkan penawaran yang masuk pada lelang SBN 27 Oktober turun menjadi Rp31,09 triliun dari Rp64,85 triliun pada lelang sebelumnya.

Di pasar valuta asing, kurs dolar AS berada di Rp18.145 per 2 November, naik sekitar 8,8% dari Rp16.675 pada akhir 2025, menurut Investing.com.

Yield US Treasury 4,894% dan Arus Modal ke Pasar Berkembang

KSSK menilai tingginya yield US Treasury mencerminkan ekspektasi arah kebijakan moneter AS dan besarnya defisit anggaran AS, menurut ANTARA. Bersama eskalasi geopolitik dan kenaikan harga energi akibat ketegangan di Timur Tengah, kondisi ini berpotensi membatasi aliran modal ke pasar berkembang, termasuk Indonesia, karena investor global masih berhati-hati terhadap aset portofolio di kawasan tersebut.

Per 2 November, yield US Treasury 10 tahun berada di 4,894%, turun dari puncak 5,311% pada 5 Oktober, menurut Investing.com. Bareksa menyebut ketidakpastian arah suku bunga Federal Reserve sebagai salah satu faktor sentimen di pasar obligasi.

Tabel berikut menampilkan penutupan terakhir SPDR S&P 500 ETF Trust (SPY) yang melacak indeks S&P 500, iShares 20+ Year Treasury Bond ETF (TLT) yang berisi obligasi pemerintah AS bertenor panjang, dan iShares MSCI Indonesia ETF (EIDO) yang melacak saham Indonesia.

Data Pasar SPY, TLT dan EIDO

KodeHarga penutupanPerubahan harian
SPY$754,35+0,30%
TLT$81,11-0,76%
EIDO$9,66-3,69%

Data penutupan sesi reguler 3 November 2026 waktu New York. Harga dan perubahan: Yahoo Finance, dicek silang dengan harga penutupan di Nasdaq.com.

Penerbitan SBN Akhir 2026 dan Jadwal ST017

"Tentu kita selalu melihat ya situasi yang terjadi setiap hari, dan yield SBN itu selalu berubah-ubah setiap hari," kata Suahasil dalam Rapat KSSK di Jakarta, Selasa (3/11/2026), dilansir Bloomberg Technoz. Dalam mengelola kebutuhan pembiayaan, pemerintah juga memiliki sejumlah bantalan fiskal, mulai dari saldo anggaran lebih (SAL), penempatan dana, hingga instrumen lain yang tersedia dalam APBN.

Untuk SBN ritel, Bareksa melaporkan masa penawaran ST017 bertenor 2 dan 4 tahun dijadwalkan sementara pada 6 November hingga 2 Desember 2026, dengan besaran resmi imbalan yang masih menunggu keputusan pemerintah. Sementara itu, KSSK menyatakan akan terus memantau pasar global dan domestik serta memperkuat koordinasi antarlembaga untuk memitigasi risiko rambatan, menurut ANTARA.

Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi, bukan nasihat investasi. Keputusan investasi ada di tangan kamu setelah melakukan riset mandiri.

Artikel ini disusun dengan bantuan AI dan diperiksa oleh tim Gotrade sebelum terbit.

Sumber

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.

Investasi saham berisiko tinggi dan tidak sesuai untuk semua orang. Lakukan analisis pribadi sebelum memutuskan.


Setya Mahardika
Ditulis oleh
Setya Mahardika
Setya Mahardika memimpin editorial untuk konten pasar AS dan berita Gotrade. Dengan pengalaman 4+ tahun di fintech dan industri terkait lainnya, ia memverifikasi setiap artikel terhadap sumber primer, laporan keuangan perusahaan, data bursa, dan rilis resmi sebelum tayang. Fokusnya adalah akurasi dan kejelasan sumber, agar investor Indonesia dapat mempercayai apa yang mereka baca sebelum berinvestasi.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1 juta+

Gotraders 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
Traders League IV

Total hadiah
lebih dari $4000

termasuk langganan
TradingView untuk
semua pemenang

Daftar sekarang

*Syarat dan ketentuan berlaku