Gotrade News - Harga emas dunia baru saja mengalami penurunan harian terbesar dalam lebih dari satu dekade pada perdagangan Senin (02/02). Koreksi tajam ini terjadi berlawanan arah dengan harga emas fisik Antam yang justru terpantau melonjak tajam di pasar domestik pagi ini.
Penurunan ini menjadi sinyal peringatan bagi investor yang selama ini menikmati reli panjang logam mulia tanpa henti. Kamu perlu memahami dinamika antara penguatan dolar AS dan dampaknya terhadap aset safe haven sebelum mengambil keputusan investasi lanjutan.
Key Takeaways:
-
Emas spot global anjlok hingga 6,3 persen akibat aksi ambil untung masif dan penguatan dolar AS.
-
Nominasi Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed memicu ekspektasi kebijakan moneter ketat yang menekan harga komoditas.
-
Harga emas Antam mencatat kenaikan signifikan ke level Rp3.027.000 per gram meski pasar global sedang terkoreksi tajam.
Menurut laporan Bloomberg, harga emas spot jatuh hingga 6,3 persen pada hari Senin dan perak mengalami volatilitas ekstrem. Penurunan ini mematahkan tren reli yang sempat menyentuh rekor tertinggi dan mengejutkan banyak pedagang berpengalaman di pasar komoditas.
Pemicu utama aksi jual dramatis ini adalah kabar bahwa Presiden AS Donald Trump akan mencalonkan Kevin Warsh untuk memimpin The Fed. Pasar menilai Warsh sebagai sosok yang keras terhadap inflasi sehingga memicu penguatan dolar AS dan menekan aset yang dihargai dengan greenback.
José Torres, ekonom senior di Interactive Brokers, menyebut dalam catatan CNBC bahwa perdagangan "Beli Amerika" kembali populer akibat sentimen ini. Kemerdekaan The Fed yang sebelumnya menjadi alasan investor menumpuk emas kini dinilai sedang mengalami perubahan arah yang signifikan.

Analis dari Goldman Sachs Group Inc. menambahkan bahwa struktur pasar sebelumnya memang sudah rentan terhadap pergerakan ekstrem. Banyaknya kontrak opsi beli sebelumnya sempat memperkuat momentum harga, namun kini berbalik menekan pasar saat pedagang melakukan lindung nilai.
Sentimen risk-off ini juga merembet ke perak yang sempat turun ke level 75 dolar AS per ons setelah sebelumnya naik. Volatilitas tinggi ini diperkirakan akan terus berlanjut hingga pasar mendapatkan kejelasan lebih lanjut mengenai arah kebijakan Warsh.
Anomali Pasar Emas Domestik
Meskipun pasar global sedang "berdarah", data domestik menunjukkan fenomena yang justru sebaliknya pada penetapan harga pagi hari. Berdasarkan data dari Data Indonesia, harga emas Antam 24 karat justru melonjak Rp167.000 per gram menjadi Rp3.027.000 pada Senin (02/02).
Perbedaan arah ini kemungkinan besar disebabkan oleh faktor kurs rupiah terhadap dolar AS atau jeda waktu penyesuaian harga global. Jika dolar AS menguat tajam akibat sentimen The Fed, harga emas dalam rupiah bisa tetap tinggi atau naik meskipun harga spot internasionalnya turun.
Christopher Forbes dari CMC Markets menilai penurunan global ini sebagai koreksi "kantong udara" klasik setelah reli yang luar biasa panjang. Menurutnya, aksi ambil untung dan penguatan dolar hanyalah membuang "buih" dari perdagangan yang sudah terlalu padat, bukan akhir dari tren bullish jangka panjang.
Bagi investor di Indonesia, kondisi ini menuntut kehati-hatian ekstra karena harga domestik mungkin akan menyesuaikan diri dalam beberapa hari ke depan. Membeli di pucuk harga lokal saat harga acuan dunia sedang runtuh membawa risiko depresiasi nilai aset yang nyata dalam jangka pendek.
Berikut adalah rincian harga emas Antam yang tercatat naik signifikan hari ini, kontras dengan kondisi pasar global:
| Berat | Harga Dasar | Harga (+Pajak PPh 0.25%) |
|---|---|---|
| 0.5 gr | 1.563.500 | 1.567.409 |
| 1 gr | 3.027.000 | 3.034.568 |
| 2 gr | 5.994.000 | 6.008.985 |
| 3 gr | 8.966.000 | 8.988.415 |
| 5 gr | 14.910.000 | 14.947.275 |
| 10 gr | 29.765.000 | 29.839.413 |
| 25 gr | 74.287.000 | 74.472.718 |
| 50 gr | 148.495.000 | 148.866.238 |
| 100 gr | 296.912.000 | 297.654.280 |
| 250 gr | 742.015.000 | 743.870.038 |
| 500 gr | 1.483.820.000 | 1.487.529.550 |
| 1000 gr | 2.967.600.000 | 2.975.019.000 |
Manfaatkan Volatilitas Emas Bersama Gotrade
Pasar emas yang sedang bergejolak membuka peluang bagi investor cermat untuk masuk di harga yang lebih strategis. Jika kamu ingin mendiversifikasi portofolio ke sektor pertambangan emas tanpa perlu repot menyimpan fisik, ETF adalah solusinya.
VanEck Gold Miners ETF (GDX) memberikanmu akses instan ke perusahaan tambang emas terbesar di dunia yang sering bergerak lebih agresif dibandingkan harga logamnya sendiri. Kamu bisa mulai memiliki aset global ini di Gotrade mulai dari $1 saja, sehingga kamu bisa mengatur risiko investasimu dengan lebih fleksibel tanpa modal besar.
Itu dia rangkuman terbaru yang perlu diperhatikan pasar hari ini. Ikuti Gotrade News untuk update saham dan ETF AS, plus perkembangan makro yang relevan untuk investor Indonesia. Untuk belajar lebih terstruktur, kunjungi Panduan Gotrade agar memahami investasi saham Amerika secara lengkap.
Jika ingin merespons berita ini, pantau pergerakan aset dan cek portofolio di aplikasi Gotrade. Investasi saham dan ETF AS di Gotrade bisa dimulai dari Rp15 ribu, lalu sesuaikan langkah dengan tujuan dan profil risiko. Download dan buka aplikasi Gotrade sekarang!
Referensi:
-
Bloomberg, Gold Plunges After Biggest Drop in a Decade as Rally Unwinds. Diakses pada 2 Februari 2026
-
CNBC, Gold and silver extend sell-off after historic plunge — yellow metal drops 5%. Diakses pada 2 Februari 2026
-
Data Indonesia, Daftar Harga Emas Antam Hari Ini (Senin, 2 Februari 2026). Diakses pada 2 Februari 2026
-
Featured Image: Shutterstock











