Gotrade News - Harga emas spot terkoreksi 0,20% ke USD 4.740,34 per troy ounce pada Senin (13/04), menyentuh level terendah sejak 7 April di awal sesi. Kegagalan perundingan damai antara AS dan Iran akhir pekan lalu memicu volatilitas di pasar komoditas global.
Menurut IDX Channel, penguatan dolar AS menjadi faktor penekan utama karena membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lain. Perundingan yang menemui jalan buntu turut mendorong harga minyak menembus USD 100 per barel, memperparah kekhawatiran inflasi global.
Key Takeaways:
Emas spot turun 0,20% ke USD 4.740,34 pada Senin (13/04), menyentuh level terendah sejak 7 April
Kegagalan negosiasi AS-Iran memicu kekhawatiran inflasi yang menekan prospek pemangkasan suku bunga Fed
Probabilitas pemangkasan suku bunga Fed hingga akhir tahun turun ke 21% dari sebelumnya 40%
Phillip Streible, strategi pasar Blue Line Futures, menyatakan bahwa pasar saat ini sangat dipengaruhi oleh sentimen berita. Ia menekankan bahwa pergerakan harga minyak mentah perlu dicermati karena implikasinya terhadap inflasi dan arah kebijakan Federal Reserve.
Menurut laporan Liputan6, AS memulai blokade kapal dari pelabuhan Iran setelah perundingan gagal mencapai kesepakatan. Iran dilaporkan mengancam tindakan balasan terhadap pelabuhan-pelabuhan di kawasan Teluk, yang memperburuk prospek gencatan senjata.
Tekanan dari Dolar dan Suku Bunga
Paul Wong, strategi Sprott Asset Management, memperingatkan bahwa jika Selat Hormuz tetap tertutup, pasar bisa tidak berfungsi secara normal. Ia menyatakan bahwa hambatan energi dan pembayaran berpotensi meningkatkan peran emas sebagai aset lintas batas yang terpercaya.
Probabilitas pemangkasan suku bunga Fed hingga akhir tahun turun tajam ke 21%, jauh dari perkiraan sebelumnya di level 40%, menurut Liputan6. Tingginya suku bunga mengurangi daya tarik emas karena instrumen ini tidak menghasilkan imbal hasil.
Meski terkoreksi pada Senin, Bloomberg Technoz melaporkan emas sempat menguat tiga hari berturut-turut dengan total kenaikan 2,41% sebelum aksi ambil untung menekannya. Pada pagi Selasa (14/04) pukul 06.51 WIB, harga emas kembali naik tipis 0,14% ke USD 4.758,2 per troy ounce.
Peluang Investasi Emas Lewat ETF
Volatilitas harga emas akibat ketegangan geopolitik justru menciptakan peluang bagi investor yang ingin paparan terhadap komoditas ini. ETF berbasis emas seperti GLD memungkinkan investor mendapat eksposur ke harga emas secara langsung tanpa perlu menyimpan fisiknya.
Bagi investor yang mencari diversifikasi lebih luas di tengah gejolak global, QQQ dan XLE menawarkan eksposur ke teknologi AS dan sektor energi yang sama-sama bergerak aktif saat ini. Strategi alokasi ke berbagai kelas aset melalui ETF dapat meredam risiko konsentrasi di satu instrumen saja.
Gotrade menyediakan akses ke berbagai ETF global termasuk instrumen berbasis emas dan energi langsung dari aplikasi. Saat pasar bergerak cepat karena sentimen geopolitik, ETF memberikan fleksibilitas masuk dan keluar yang setara dengan saham biasa.
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.