Gotrade News - Wall Street ditutup ceria pada Senin (14/04) setelah Presiden Trump menyebut Iran menghubungi pemerintahannya untuk membuka negosiasi perdamaian. S&P 500 naik 1,02% ke level 6.886,24, menghapus seluruh kerugian sejak konflik dimulai.
Menurut Bloomberg, S&P 500 kembali ke zona positif untuk tahun 2026 setelah menutup perdagangan 0,1% di atas level penutupan 27 Februari. Ini menjadi sinyal pemulihan yang kuat di tengah ketegangan geopolitik yang masih berlangsung.
Key Takeaways:
S&P 500 naik 1,02%, Nasdaq naik 1,23%, dan Dow Jones naik 0,63% pada Senin (14/04)
S&P 500 kini positif untuk 2026 setelah menghapus semua kerugian sejak konflik AS-Iran dimulai
Oracle naik sekitar 13% dan Palantir naik lebih dari 3% menjadi penggerak utama sesi ini
Nasdaq Composite menguat 280,84 poin atau 1,23% ke level 23.183,74, sementara Dow Jones Industrial Average naik 301,68 poin atau 0,63% ke 48.218,25. Volume perdagangan tercatat 15,9 miliar saham, di bawah rata-rata 20 sesi sebesar 19,07 miliar, menunjukkan reli ini belum melibatkan volume penuh pasar.
Momentum pasar menguat pada sore hari setelah Trump menyatakan Iran ingin berunding, meski ia menolak kesepakatan apa pun yang memungkinkan Iran memiliki senjata nuklir. Menurut Katadata, negosiasi terus berlanjut melalui mediator Pakistan, Mesir, dan Turki.
Secara mingguan, S&P 500 tercatat naik 3,6%, Nasdaq menguat 4,7%, dan Dow Jones terapresiasi 3%. Pemulihan ini menandai salah satu rebound terkuat dalam beberapa pekan terakhir di tengah ketidakpastian konflik Timur Tengah.
Oracle menjadi salah satu saham dengan kinerja terbaik pada sesi ini, naik sekitar 13%. Palantir turut menguat lebih dari 3%, didorong optimisme bahwa resolusi konflik akan menstabilkan pasar teknologi dan pertahanan.
Di sisi lain, Goldman Sachs turun 1,9% meskipun mencatat rekor perdagangan ekuitas. Penurunan ini didorong oleh melemahnya pendapatan dari divisi fixed income, mata uang, dan komoditas.
BlackRock menaikkan outlook untuk saham AS, dengan catatan bahwa dampak makroekonomi dari konflik masih berada dalam batas yang dapat dikelola. Analis JonesTrading Michael O'Rourke menyebut harga minyak yang lebih rendah dikombinasikan dengan posisi bearish telah menjadi bahan bakar bagi pemulihan pasar saham.
Mark Luschini dari Janney Montgomery Scott mengingatkan bahwa investor mulai khawatir ketinggalan reli jika konflik diselesaikan terlalu cepat. Sentimen FOMO ini menjadi salah satu pendorong tambahan bagi momentum pasar sore hari.
Sementara pasar AS reli, reli ini terjadi beriringan dengan harga minyak yang masih tinggi. Menurut Bloomberg, minyak Brent naik 3% ke sekitar $98 per barel, menunjukkan pasar masih memperhitungkan risiko geopolitik yang belum selesai.
Di Gotrade, kamu bisa beli saham AS seperti Oracle, Palantir, atau S&P 500 ETF mulai dari $1 berkat fitur fractional shares. Reli seperti ini tidak harus dilewatkan hanya karena modal terbatas.
QQQ sebagai representasi Nasdaq 100 juga menjadi pilihan bagi investor yang ingin eksposur ke sektor teknologi yang memimpin reli ini. Musim laporan keuangan yang mulai berlangsung minggu ini akan menjadi katalis berikutnya yang menentukan keberlanjutan momentum.
Sources:
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.