Futures Saham AS Datar Jelang CPI, Saham Chip Tekan Nasdaq

Setya MahardikaSetya MahardikaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra
AI-powered contentSome parts of this article are powered by AI.

Bagikan artikel

Futures Saham AS Datar Jelang CPI, Saham Chip Tekan Nasdaq

Ringkasan

  • Futures saham AS bergerak datar jelang rilis CPI September, dengan futures Nasdaq-100 yang dilacak Invesco QQQ Trust (QQQ) turun 0,1%, menurut CNBC.
  • Saham chip menekan Nasdaq Composite 0,15% pada Selasa karena kekhawatiran valuasi dan persaingan dari China.
  • Ekonom memperkirakan inflasi tahunan AS naik ke 3,6% dari 3,4%, makin jauh dari target 2% Federal Reserve.

Gotrade News - Kontrak berjangka (futures) saham AS bergerak datar pada Selasa malam (13/10) waktu AS menjelang rilis inflasi konsumen (CPI) September. Menurut CNBC, futures Nasdaq-100 turun 0,1% setelah saham chip menekan Nasdaq Composite 0,15%, sementara ekonom memperkirakan inflasi tahunan naik ke 3,6% dari 3,4%.

Indeks Nasdaq-100 dilacak oleh Invesco QQQ Trust (QQQ). Pada sesi reguler Selasa, S&P 500 ditutup turun tipis 0,02% ke 7.805,45, Nasdaq Composite melemah 0,15% ke 27.204,38, dan Dow Jones Industrial Average kehilangan 180,45 poin atau 0,35% ke 51.670,10, dilansir CNBC.

Ekspektasi CPI AS September: 3,6% Tahunan

Melansir CNBC, ekonom yang disurvei Dow Jones memperkirakan CPI September naik 0,6% secara bulanan dan 3,6% secara tahunan. Angka tahunan itu akan menandakan laju kenaikan harga makin cepat dan makin jauh dari target inflasi 2% milik Federal Reserve.

Baca juga: Saham Chip Asia Rontok: SK Hynix Anjlok 11%, Kospi Turun 8%

Berikut ringkasan perkiraan konsensus Dow Jones untuk rilis Rabu (14/10), sebagaimana dilaporkan CNBC:

Indikator (September)

Perkiraan konsensus

CPI headline, bulanan

0,6%

CPI headline, tahunan

3,6% (sebelumnya 3,4%)

Core CPI, bulanan

0,2%

Core CPI, tahunan

2,5%

Core CPI tidak memasukkan harga pangan dan energi yang bergejolak. Joe Brusuelas, kepala ekonom RSM, menilai harga terkait minyak bisa mendorong angka headline lebih tinggi lagi.

"We've got real upside risk on the September CPI," kata Brusuelas kepada CNBC.

Menurut CNBC, harga minyak Brent naik lebih dari 14% sepanjang September dan diperdagangkan di sekitar US$105 per barel pada Selasa. Harga bensin rata-rata di AS berada di US$4,34 per galon, dibandingkan US$3,08 setahun sebelumnya, merujuk data AAA.

Baca juga: Gotrade Daily: Laba TSMC Melesat, Pasar Cerna Inflasi Panas

Saham Chip Tekan Nasdaq, ETF SMH Turun Enam Sesi Beruntun

Pelemahan saham semikonduktor membebani indeks utama pada Selasa. VanEck Semiconductor ETF (SMH) turun untuk sesi keenam berturut-turut di tengah kekhawatiran gelembung belanja AI dan persaingan dari China, menurut CNBC.

Saham memori ikut tertekan setelah indeks Kospi Korea Selatan anjlok 5,5%, seperti juga diulas dalam laporan Micron dan SK Hynix yang tertekan saat Kospi jebol level 6.000. CNBC mencatat Micron Technology (MU) turun lebih dari 3%, sementara SK hynix melemah 3% dan Western Digital turun 1,6%. Pemicunya, menurut CNBC, adalah kekhawatiran valuasi serta rencana CXMT asal China merilis chip baru yang lebih kuat sebelum akhir tahun.

"I don't know if we necessarily question how good those business fundamentals are as much as we question how much valuation is left in the space," ujar Marta Norton, chief investment strategist di Empower, kepada CNBC.

Menurut data FactSet yang dikutip CNBC, laba perusahaan S&P 500 diperkirakan tumbuh sekitar 30% secara tahunan pada kuartal III, sedangkan sektor semikonduktor dan peralatan semikonduktor diproyeksikan tumbuh 130%.

Data Pasar QQQ, MU dan BAC

Kode

Harga penutupan

Perubahan harian

QQQ

$743,57

-0,33%

MU

$953,19

-3,62%

BAC

$53,96

-1,14%

Data penutupan sesi reguler 13 Oktober 2026 waktu New York. Harga dan perubahan: Yahoo Finance, dicek silang dengan penutupan resmi Nasdaq.

Dampak Data CPI ke Saham Teknologi AS dan Suku Bunga

CNBC melaporkan bahwa Federal Reserve mengumumkan kenaikan suku bunga pertama dalam tiga tahun pada bulan lalu, dan risalah rapatnya memberi sinyal kemungkinan kenaikan lanjutan. Pelaku pasar fed funds futures memperkirakan kenaikan berikutnya terjadi pada rapat Desember, merujuk alat CME FedWatch.

Robert Sockin, kepala ekonom AS di PGIM, menilai harga minyak yang lengket bisa merembet ke kategori nonenergi. Dalam skenario itu, menurut Sockin, Fed akan makin sulit menganggap lonjakan harga energi sebagai guncangan jangka pendek.

Di sisi perbankan, saham Bank of America (BAC) turun lebih dari 2% dalam perdagangan setelah jam bursa. CNBC melaporkan bank itu dikenai denda federal lebih dari US$1,2 miliar karena regulator menyebut BofA gagal melaporkan transaksi mencurigakan senilai lebih dari US$5 miliar.

Jadwal Rilis Data dan Laporan Keuangan Berikutnya

Selain CPI pada Rabu pagi waktu AS, musim laporan keuangan berlanjut dengan hasil kuartalan Bank of America dan Morgan Stanley, serta laporan produsen chip asal Belanda ASML, menurut CNBC. Agenda pekan ini juga dirangkum dalam outlook pekan ini soal CPI AS, earnings bank, dan TSMC.

Data indeks harga produsen (PPI) dijadwalkan rilis pada Kamis. Ekonom memperkirakan PPI naik 0,6% secara bulanan dan 5,5% secara tahunan, menurut CNBC. Rilis CPI kali ini juga menjadi data CPI terakhir sebelum pemilu paruh waktu AS pada November.

Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi, bukan nasihat investasi. Keputusan investasi ada di tangan kamu setelah melakukan riset mandiri.

Sumber

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Setya Mahardika
Ditulis oleh
Setya Mahardika
Setya Mahardika memimpin editorial untuk konten pasar AS dan berita Gotrade. Dengan pengalaman 4+ tahun di fintech dan industri terkait lainnya, ia memverifikasi setiap artikel terhadap sumber primer, laporan keuangan perusahaan, data bursa, dan rilis resmi sebelum tayang. Fokusnya adalah akurasi dan kejelasan sumber, agar investor Indonesia dapat mempercayai apa yang mereka baca sebelum berinvestasi.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1 juta+

Gotraders 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
Traders League IV

Total hadiah
lebih dari $4000

termasuk langganan
TradingView untuk
semua pemenang

Daftar sekarang

*Syarat dan ketentuan berlaku