Anthropic Minta Sidang Ulang Kasus Blacklist AI Pentagon

Setya MahardikaSetya MahardikaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra
AI-powered contentSome parts of this article are powered by AI.

Bagikan artikel

Anthropic Minta Sidang Ulang Kasus Blacklist AI Pentagon

Ringkasan

  • Anthropic meminta pengadilan federal di Washington, D.C. menyidangkan ulang perkara blacklist AI Pentagon, menurut The Tech Buzz.
  • Panel D.C. Circuit memutuskan 2-1 pada 25 September 2026 bahwa Pentagon boleh menetapkan Anthropic sebagai risiko rantai pasok.
  • Putusan itu membuat Claude bisa terus dihapus dari sistem Departemen Pertahanan, tetapi tidak berlaku untuk seluruh pemerintahan federal.

Gotrade News - Anthropic meminta pengadilan federal di Washington, D.C. untuk menyidangkan ulang perkara blacklist AI Pentagon, setelah panel tiga hakim memutuskan 2-1 bahwa Departemen Pertahanan AS berhak melabeli perusahaan itu sebagai risiko rantai pasok (supply chain risk). Dilansir The Tech Buzz pada 13 Oktober 2026, langkah ini membuka babak baru sengketa yang membuat model AI Claude tersingkir dari pekerjaan militer AS.

Menurut putusan U.S. Court of Appeals for the District of Columbia Circuit, seperti dilaporkan The Associated Press melalui CP24, Pentagon boleh terus menghapus Claude dari sistemnya dan melarang kontraktor memakai produk Anthropic untuk pekerjaan Departemen Pertahanan. Putusan tertanggal 25 September 2026 itu tidak melarang produk Anthropic di seluruh pemerintahan federal.

Putusan 2-1 Hakim Katsas dan Rao

Mayoritas panel terdiri dari Hakim Gregory G. Katsas dan Hakim Neomi Rao, keduanya dinominasikan Presiden Donald Trump, sementara Hakim Karen LeCraft Henderson menyatakan pendapat berbeda. Melansir AP, mayoritas hakim menilai Pentagon punya dukungan yang memadai untuk tindakannya dan secara wajar khawatir Anthropic dapat memanipulasi desain Claude.

Baca juga: Saham Chip Asia Rontok: SK Hynix Anjlok 11%, Kospi Turun 8%

Para hakim menyebut tidak punya alasan meragukan niat baik Anthropic, tetapi menegaskan status risiko rantai pasok bergantung pada apa yang dilakukan perusahaan, bukan alasannya. Juru bicara Pentagon Sean Parnell menulis di media sosial bahwa putusan itu sepenuhnya membenarkan posisi kementerian.

Anthropic, menurut juru bicaranya, menyatakan tidak sependapat dengan putusan tersebut. Perusahaan menyoroti bahwa pengadilan federal lain sudah menyatakan penetapan paralel oleh pemerintah tidak sah, dan menyebut sedang menimbang semua opsi, termasuk peninjauan lanjutan.

Akar Sengketa: Penolakan Claude untuk Drone Bersenjata Otonom

Sengketa bermula pada Februari 2026, ketika Trump dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth menuding Anthropic membahayakan keamanan nasional lalu menetapkannya sebagai risiko rantai pasok. Menurut AP, CEO Dario Amodei menolak mundur karena khawatir produknya dipakai untuk pengawasan massal atau drone bersenjata otonom.

Baca juga: Gotrade Daily: Laba TSMC Melesat, Pasar Cerna Inflasi Panas

Di jalur terpisah, seorang hakim federal di California memutuskan musim panas ini bahwa Pentagon secara ilegal menghukum Anthropic karena mengkritik pandangan pemerintah soal penggunaan AI. Perkara di D.C. menyangkut aturan berbeda yang dipakai Pentagon untuk menetapkan status risiko tersebut.

Peluang Rehearing En Banc dan Mahkamah Agung AS

Menurut Breaking Defense, perkara ini berada di bawah Federal Acquisition Supply Chain Security Act of 2018 (FASCSA), sehingga langsung masuk ke D.C. Circuit. Peninjauan ulang oleh seluruh hakim (en banc) bersifat diskresioner dan jarang dikabulkan, sedangkan Mahkamah Agung AS hanya menerima sebagian kecil permohonan banding.

Charlie Bullock dari Institute for Law & AI, dikutip Breaking Defense, menilai Anthropic tidak dijamin mendapat banding apa pun, meski ia memperkirakan perusahaan itu bisa menang di hadapan panel en banc. Dilansir The Tech Buzz, pengamat hukum memperkirakan perkara ini akan menguji apakah Pentagon mengikuti prosedur yang benar, dan kemenangan Anthropic dapat membuka jalan bagi perusahaan AI lain yang dibatasi.

Kaitan dengan Amazon (AMZN) dan Alphabet (GOOGL)

Menurut The Tech Buzz, OpenAI dan Google milik Alphabet (GOOGL) telah memenangi kontrak Pentagon lewat jalur pengadaan yang dipercepat, termasuk inisiatif Tradewinds. Media yang sama mengutip proyeksi belanja AI pertahanan yang dapat mencapai US$15 miliar per tahun pada 2027.

Di sisi investor, Semafor melaporkan Amazon (AMZN) telah menanamkan miliaran dolar di Anthropic, investasi yang disebut penting bagi strategi chip buatan Amazon karena Anthropic adalah pemakai terbesar chip AI Trainium. Menurut dua sumber Semafor, CEO Amazon Andy Jassy sempat membahas Anthropic dengan Hegseth tetapi menolak memihak perusahaan tersebut. The Tech Buzz juga mencatat Anthropic sedang mendekati investor menjelang rencana IPO.

Sumber

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Setya Mahardika
Ditulis oleh
Setya Mahardika
Setya Mahardika memimpin editorial untuk konten pasar AS dan berita Gotrade. Dengan pengalaman 4+ tahun di fintech dan industri terkait lainnya, ia memverifikasi setiap artikel terhadap sumber primer, laporan keuangan perusahaan, data bursa, dan rilis resmi sebelum tayang. Fokusnya adalah akurasi dan kejelasan sumber, agar investor Indonesia dapat mempercayai apa yang mereka baca sebelum berinvestasi.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1 juta+

Gotraders 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
Traders League IV

Total hadiah
lebih dari $4000

termasuk langganan
TradingView untuk
semua pemenang

Daftar sekarang

*Syarat dan ketentuan berlaku