Gelombang Earnings Q1: KO, GM, KMB, BP Lampaui Estimasi

Rendy Andriyanto
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Gelombang Earnings Q1: KO, GM, KMB, BP Lampaui Estimasi

Share this article

Gotrade News - Empat saham berkapitalisasi besar dari sektor konsumsi AS dan energi global mencatat earnings beat Q1 2026 di hari yang sama. Coca-Cola, General Motors, Kimberly-Clark, dan BP semua melampaui estimasi analis di sisi laba, dengan saham GM dan BP memimpin reaksi premarket.

Menurut Bloomberg pada Senin (28/04), laba dan penjualan Coca-Cola lampaui ekspektasi sehingga sahamnya menguat di perdagangan awal. Hasil ini muncul di atas konsensus Zacks sekitar US$12,3 miliar untuk pendapatan dan US$0,81 untuk EPS komparabel, keduanya mengindikasikan pertumbuhan tahunan dua digit.

--- - Laba inti General Motors naik 22% menjadi US$4,3 miliar dengan EPS dilusian US$3,70 versus estimasi US$2,62 - Laba dasar replacement cost BP melonjak ke US$3,2 miliar, lebih dari dua kali lipat dari US$1,4 miliar di Q1 2025 - Pendapatan Q1 Kimberly-Clark mencapai US$4,16 miliar, melampaui konsensus US$4,09 miliar berkat pertumbuhan organik 2,5% ---

General Motors memimpin kejutan positif hari ini dengan pendapatan US$43,6 miliar dan margin laba Amerika Utara yang melebar ke 10,1% dari 8,8%. Harga rata-rata kendaraan di Amerika Utara mencapai US$52.000, naik 3% YoY meski volume penjualan turun 10%.

Menurut Investing.com pada Senin (28/04), GM menaikkan panduan laba inti setahun penuh 2026 sebesar US$500 juta ke kisaran US$13,5 hingga US$15,5 miliar. CEO Mary Barra menyebut perusahaan "beroperasi di lingkungan yang sangat dinamis, yang merupakan hal lazim di industri ini."

GM juga mencatat biaya US$1,1 miliar di Q1 terkait penyesuaian program kendaraan listrik, sementara pendapatan ekuitas China naik ke US$165 juta dari US$45 juta sebelumnya. Saham GM naik sekitar 5% di perdagangan premarket karena investor mengapresiasi disiplin harga.

BP menunjukkan akselerasi laba paling dramatis di antara keempatnya, dengan laba dasar replacement cost US$3,2 miliar versus US$1,5 miliar di Q4 2025. Arus kas operasi disesuaikan sebelum modal kerja mencapai US$8,9 miliar, naik dari US$6,7 miliar pada kuartal sebelumnya.

Menurut Investing.com pada Senin (28/04), unit Products BP menyumbang US$2,2 miliar ke laba segmen, jauh di atas US$500 juta pada kuartal sebelumnya. Margin indikator refining melebar ke US$16,9 per barel, lebih dari dua kali lipat versus US$8,1 per barel di Q1 2025 seiring ketegangan pasokan terkait Iran mendongkrak harga realisasi.

BP mengumumkan dividen kuartalan 8,32 sen per saham biasa dan menyelesaikan buyback sekitar US$500 juta dari program November 2025. Utang bersih naik ke US$25,3 miliar karena buildup modal kerja sebesar US$6,0 miliar, termasuk pembayaran settlement Gulf of Mexico, menekan konversi kas.

Kimberly-Clark menjaga lini sektor konsumsi dengan pendapatan US$4,16 miliar dan pertumbuhan organik 2,5%, di mana pertumbuhan volume 2,6% mengimbangi penurunan harga 0,5%. Margin laba kotor disesuaikan tercatat 37,9%, turun 60 basis poin secara berurutan akibat belanja inovasi dan biaya rantai pasok.

Menurut Investing.com pada Senin (28/04), Kimberly-Clark mempertahankan panduan 2026 untuk pertumbuhan penjualan organik sejalan atau di atas rerata kategori sekitar 2,5%. Manajemen juga menjaga panduan pertumbuhan EPS disesuaikan dua digit dalam basis mata uang konstan.

Konteks Coca-Cola melengkapi kuartet ini, dengan headline Bloomberg mengonfirmasi laba dan penjualan beat plus reaksi harga saham yang positif. Hasil ini memperpanjang catatan Coca-Cola yang membukukan rerata earnings surprise sekitar 3,6% selama empat kuartal terakhir.

Pembacaan empat nama Q1 2026 ini mendukung tesis mid-cycle di mana pricing power di staples, disiplin mix premium di otomotif, dan momentum trading di energi terus menjadi pendorong earnings beat. Investor selanjutnya akan mencermati sinyal volume konsumen pekan ini untuk memastikan latar belakang permintaan tetap kokoh.

Eksposur tematik pada saham konsumen dan energi AS dapat dibangun melalui aplikasi Gotrade dengan akses ke lebih dari 4.000 ticker pasar Amerika.

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade