Google I/O 2026: Gemini Lebih Murah, Saham GOOGL Turun

Rendy Andriyanto
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Google I/O 2026: Gemini Lebih Murah, Saham GOOGL Turun

Share this article

Gotrade News - Google memamerkan model Gemini 3.5 Flash yang lebih murah di konferensi I/O 2026 untuk merebut pasar AI perusahaan. Saham induknya, Alphabet (GOOGL), justru turun 2,34 persen pada hari pengumuman.

Penurunan harga ini ditujukan langsung ke pelanggan enterprise yang selama ini didominasi OpenAI dan Anthropic. Investor menilai pemangkasan harga bisa menekan margin Google Cloud meski memperluas adopsi Gemini.

Key Takeaways

  • Google luncurkan Gemini 3.5 Flash dan turunkan harga langganan Ultra dari $250 ke $200 per bulan.
  • DeepMind merekrut lebih dari 20 peneliti Contextual AI lewat lisensi senilai $80 juta hingga $90 juta.
  • Saham GOOGL melemah 2,34 persen meski jumlah pengguna Gemini menembus 900 juta per bulan.

Strategi Harga Agresif di I/O 2026

Menurut Investing.com, Google memperkenalkan tingkat berlangganan Developer baru senilai $100 per bulan untuk pengembang dan profesional. Tingkat Ultra yang sebelumnya $250 per bulan juga dipotong menjadi $200 per bulan.

CEO Sundar Pichai mengklaim pengguna berat bisa menghemat lebih dari $1 miliar setahun dengan beralih ke Gemini. Ia menyebut model Google menawarkan performa setara model frontier lain dengan biaya sepertiga lebih murah.

Strategi ini menempatkan Alphabet (GOOGL) di antara dua kutub kompetitor utama industri AI. Google menantang fokus enterprise Microsoft (MSFT) sambil tetap memanfaatkan jangkauan konsumen yang tidak dimiliki Nvidia (NVDA).

Jumlah pengguna bulanan Gemini menembus 900 juta, naik dua kali lipat dari 400 juta pada Mei 2025. AI Overviews di Search kini melayani 2,5 miliar pengguna per bulan.

Akuisisi Talenta Lewat Contextual AI

Pada hari yang sama, Bloomberg melaporkan DeepMind merekrut lebih dari 20 peneliti dari startup Contextual AI. Dilansir Investing.com, kesepakatan lisensi non-eksklusif tersebut bernilai antara $80 juta hingga $90 juta.

Co-founder sekaligus CEO Contextual AI, Douwe Kiela, termasuk yang bergabung ke DeepMind. Pola ini melanjutkan strategi acquihire Google yang menghindari tinjauan regulator antitrust Amerika Serikat.

Sebelumnya pada 2025, Google membayar $2,4 miliar untuk melisensikan teknologi pembuatan kode Windsurf. Pada 2024, raksasa pencarian itu juga mengakuisisi talenta lewat lisensi Character.AI.

Pola ini mempercepat penambahan kapasitas riset DeepMind tanpa memicu proses persetujuan akuisisi formal. Investor melihat langkah ini sebagai sinyal Google ingin mempersempit jarak dengan pesaing seperti Microsoft (MSFT) di sisi infrastruktur model.

Tekanan harga ke pelanggan enterprise dan biaya akuisisi talenta yang membengkak menjadi tantangan ganda. Margin operasional Google Cloud bisa terkompresi jika perlombaan diskon dan akuisisi berlanjut sepanjang 2026.

Smart glasses yang akan diluncurkan musim gugur 2026 lewat kemitraan Samsung dan Warby Parker menjadi taruhan jangka panjang. Sukses produk konsumen ini bisa menutupi tekanan margin yang muncul dari strategi diskon enterprise.

Sumber


Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade