Gotrade News - SpaceX menunjuk Goldman Sachs sebagai lead left underwriter untuk penawaran umum perdana senilai sekitar USD 75 miliar. Prospektus penawaran diperkirakan dirilis paling cepat Rabu, dengan target pencatatan di Nasdaq pada 12 Juni.
Penunjukan ini menempatkan IPO SpaceX sebagai pencatatan saham terbesar sepanjang sejarah pasar modal global. Valuasi yang dibidik mencapai USD 1,75 triliun, naik signifikan dari USD 1,25 triliun saat merger dengan xAI Februari lalu.
Key Takeaways
- Goldman Sachs menjadi lead left underwriter, posisi paling senior dalam sindikasi IPO SpaceX.
- SpaceX membidik dana USD 75 miliar pada valuasi USD 1,75 triliun, listing Nasdaq 12 Juni.
- Morgan Stanley menjadi co-lead, dengan total 20 bank dalam sindikasi penawaran.
Posisi Lead Left dan Struktur Sindikasi
Menurut Investing.com, posisi lead left memberikan Goldman Sachs (GS) peran paling senior dalam sindikasi. Bank ini memimpin alokasi saham, penetapan harga, dan komunikasi dengan investor institusional global.
Morgan Stanley berperan sebagai co-lead banker bersama Goldman Sachs di transaksi ini. Kombinasi Morgan Stanley (MS) dan Goldman mengulang formasi IPO Tesla pada 2010 yang juga dipimpin Goldman.
Total 20 bank dilaporkan terlibat, dengan 16 di antaranya memegang peran lebih kecil. Sindikasi mencakup saluran institusional, ritel, dan internasional untuk menyerap permintaan global atas saham SpaceX.
Bank of America, Citigroup, dan JPMorgan Chase (JPM) tercantum dalam prospektus awal sebagai underwriter pendamping. Nama-nama bank ditampilkan secara alfabetis di luar lead left dan co-lead.
Dampak ke Pasar Saham AS
Dilansir Wall Street Journal via Investing.com, penetapan harga ditargetkan pada 11 Juni atau segera setelahnya. Ukuran transaksi USD 75 miliar diperkirakan menyerap likuiditas signifikan dari pasar saham AS.
Saham bank investasi yang menjadi underwriter berpotensi mendapat dorongan dari fee penjaminan. Fee IPO untuk transaksi sebesar ini biasanya berada di kisaran ratusan juta dolar bagi lead underwriter.
SpaceX, perusahaan luar angkasa pimpinan Elon Musk, akan menjadi salah satu emiten teknologi terbesar di Nasdaq pasca-listing. Permintaan ritel untuk saham IPO diperkirakan tinggi mengingat profil merek dan pertumbuhan Starlink.
Goldman Sachs menolak berkomentar saat dikonfirmasi Reuters. SpaceX dan Morgan Stanley belum merespons permintaan komentar hingga laporan diterbitkan.












