Volatilitas meluas, earnings jadi penentu arah.
Pasar saham AS terkoreksi seiring investor melakukan rotasi keluar dari saham teknologi, menekan indeks utama meski beberapa sektor lain menunjukkan ketahanan. S&P 500 turun 0,84%, sementara Nasdaq Composite melemah 1,43%, dipimpin penurunan saham teknologi besar seperti Microsoft (MSFT), Meta Platforms (META), Nvidia (NVDA), dan Apple (AAPL). Dow Jones Industrial Average turun 0,34%, meski sempat menyentuh rekor intraday baru di awal sesi.
Tekanan paling terasa di saham software dan AI. ServiceNow (NOW) dan Salesforce (CRM) masing-masing turun hampir 7%, memperpanjang pelemahan sepanjang 2026 saat investor meninjau ulang valuasi, belanja modal, dan daya tahan bisnis jangka panjang di sektor enterprise software. Pergerakan ini mencerminkan pola yang kerap muncul saat saham-saham pemimpin tren sebelumnya mulai dilepas dalam fase rotasi.
Volatilitas lintas aset juga menjadi bagian penting dari latar pasar. Setelah penurunan tajam pekan lalu, emas dan perak mengalami rebound yang membantu menstabilkan sentimen. Pemulihan ini terlihat jelas pada instrumen yang diperdagangkan di AS, dengan iShares Silver Trust (SLV) naik 4,3% ke US$75,56 pada awal sore setelah bergerak di kisaran US$75,20 hingga US$80,70. ETF terkait emas seperti VanEck Gold Miners ETF (GDX) juga menguat seiring investor menyesuaikan kembali posisi mereka pasca koreksi.
Di sisi lain, selera risiko di aset digital masih tertekan. Bitcoin turun ke level terendah sejak November 2024, melanjutkan pelemahan setelah sempat menembus ke bawah US$80.000 pada akhir pekan. Pelemahan kripto, bersamaan dengan volatilitas logam mulia pekan lalu, memperkuat nada kehati-hatian di aset spekulatif.
Secara keseluruhan, rebound logam mulia yang terjadi bersamaan dengan rotasi saham menunjukkan pasar tengah menilai ulang risiko lintas aset, dengan eksposur semakin difokuskan pada peristiwa dan skenario tertentu, bukan sekadar arah pasar secara umum. Dalam konteks ini, perhatian terhadap struktur risiko menjadi semakin penting.
Tidak semua saham bergerak searah. Palantir Technologies (PLTR) melonjak hampir 7% setelah merilis kinerja kuartalan yang kuat dan proyeksi yang optimistis, menegaskan bahwa kejelasan earnings masih menjadi faktor utama pendorong perbedaan kinerja saham, meski sektor teknologi secara keseluruhan melemah.
Dengan lebih dari 100 perusahaan S&P 500 dijadwalkan merilis laporan keuangan pekan ini, fokus investor mulai bergeser dari perdagangan berbasis momentum ke kualitas fundamental, arah panduan manajemen, dan kekuatan neraca, terutama untuk emiten besar seperti Alphabet (GOOG, GOOGL) dan Amazon (AMZN) yang akan melaporkan kinerja dalam beberapa hari ke depan.
📊 Market Wrap 4 Feb 2026

🧠 Catatan Analis Hari Ini

💬 Market Highlights
AMD Mempercepat Transisi ke Raksasa Infrastruktur AI
Advanced Micro Devices (AMD) memaparkan jalur pertumbuhan agresif dengan target pertumbuhan pendapatan data center di atas 60% per tahun dan bisnis AI bernilai puluhan miliar dolar pada 2027, didorong peluncuran MI400 dan platform Helios.
Manajemen menegaskan adopsi GPU Instinct semakin luas, dengan 8 dari 10 perusahaan AI terbesar telah menggunakan produk AMD untuk workload produksi. Kombinasi pertumbuhan EPYC CPU, ramp rack-scale AI solutions, serta disiplin OpEx yang tumbuh lebih lambat dari pendapatan memperkuat positioning AMD sebagai alternatif strategis Nvidia di era AI infrastructure build-out, meski risiko tetap ada dari dinamika China dan inflasi biaya memori.
Novo Nordisk Masuki Fase Tekanan Struktur akibat Patent Cliff
Novo Nordisk (NVO) mencatat kinerja 2025 yang solid di lini obesitas, namun memberikan panduan 2026 yang mengecewakan pasar seiring tekanan harga dan berakhirnya paten semaglutide di sejumlah wilayah. Meski segmen obesitas tumbuh 31% yoy dan adopsi awal Wegovy oral menunjukkan sinyal positif, laba operasi dan panduan penjualan 2026 diproyeksikan turun hingga dua digit.
Kesepakatan harga dengan AS dan meningkatnya kompetisi GLP-1 mempertegas bahwa Novo tengah bertransisi dari fase hypergrowth menuju fase normalisasi profitabilitas, memicu repricing saham di sektor obesity plays.
DaVita Tunjukkan Ketahanan Fundamental di Tengah Aksi Jual Berkshire
DaVita (DVA) melonjak tajam setelah membukukan kinerja Q4 yang melampaui ekspektasi dan memberikan panduan EPS 2026 yang lebih tinggi dari konsensus, menegaskan kekuatan model bisnis dialysis berbasis reimbursement yang defensif.
Pertumbuhan pendapatan didorong oleh kenaikan tarif, mix pasien yang lebih baik, dan leverage operasional yang solid, menutup sentimen negatif dari aksi jual sebagian saham oleh Berkshire Hathaway. Dengan visibilitas arus kas yang tinggi dan demand layanan kesehatan yang struktural, DaVita kembali diposisikan pasar sebagai compounder defensif dengan upside earnings.
📅 Jadwal Laporan Keuangan

Seiring kepemimpinan pasar semakin menyempit dan volatilitas terjadi di berbagai kelas aset, pergerakan harga kini lebih banyak ditentukan oleh visibilitas kinerja dan risiko peristiwa dibanding sentimen umum. Beberapa hari ke depan akan menjadi ujian bagi sektor dan saham mana yang mampu mempertahankan momentum di tengah proses penyesuaian ini.
Saham apa yang sedang kamu ikuti hari ini?











