Gotrade Daily: Keputusan The Fed dan Laporan AI Jadi Sorotan Pekan Ini

Muhammad Naufal Hammam
Muhammad Naufal Hammam
Analis Gotrade
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Gotrade Daily: Keputusan The Fed dan Laporan AI Jadi Sorotan Pekan Ini

Share this article

Harga minyak tetap tinggi saat investor menanti sinyal The Fed dan laporan Micron.


Pasar saham AS menutup pekan dengan hati-hati ketika investor terus memantau perkembangan konflik Iran dan lonjakan harga minyak dalam beberapa hari terakhir. S&P 500 turun 0,61% sementara Nasdaq Composite melemah 0,93%. Dow Jones Industrial Average juga turun sekitar 119 poin dan ditutup di level 46.558.

Indeks acuan tersebut juga mencatat penurunan mingguan ketiga berturut-turut ketika pelaku pasar mulai menilai kembali dampak harga energi yang lebih tinggi terhadap prospek ekonomi. Lonjakan harga minyak memunculkan kekhawatiran bahwa inflasi dapat kembali meningkat meskipun pertumbuhan ekonomi menunjukkan tanda-tanda melambat.

Harga minyak melanjutkan penguatannya pada Jumat. West Texas Intermediate (WTI) naik 3,11% ke $98,71 per barel sementara Brent crude ditutup di atas $103, menandai pergerakan berkelanjutan di atas level $100 untuk pertama kalinya sejak 2022.

Kenaikan ini terjadi setelah ketegangan baru di Timur Tengah. Pemimpin tertinggi baru Iran menyatakan bahwa Selat Hormuz dapat tetap ditutup sebagai alat tekanan strategis. Jalur tersebut merupakan salah satu rute energi paling penting di dunia sehingga gangguan di sana dapat memengaruhi pasokan minyak global.

Perhatian investor kini mulai beralih ke keputusan suku bunga Federal Reserve pada Rabu. Meskipun pasar secara luas memperkirakan suku bunga akan tetap dipertahankan, investor akan mencermati konferensi pers Jerome Powell untuk memahami bagaimana bank sentral melihat risiko inflasi yang dipicu oleh kenaikan harga energi.

Laporan keuangan perusahaan juga akan menjadi perhatian. Micron Technology (MU) dijadwalkan merilis hasil kinerja dan dapat memberikan gambaran tentang kekuatan permintaan chip memori yang didorong oleh tren AI. Sementara itu, laporan dari FedEx (FDX) serta retailer seperti Dollar Tree (DLTR) dan Lululemon (LULU) dapat memberi petunjuk mengenai aktivitas perdagangan global dan daya beli konsumen AS.


📊 Market Wrap


🧠 Catatan Analis Hari Ini


💬 Market Highlights

Upgrade Software Jet Tempur F-35 Dilaporkan Tertunda

Program peningkatan perangkat lunak jet tempur F-35 Lightning II milik Lockheed Martin (LMT) dilaporkan mengalami hambatan setelah paket upgrade utama Technology Refresh-3 gagal berjalan optimal selama pengujian tahun lalu.

Menurut laporan yang dikutip dari penilaian kantor pengujian Pentagon, sistem baru tersebut mengalami berbagai masalah stabilitas, kekurangan fitur, serta sejumlah bug yang membuatnya sulit digunakan sepanjang sebagian besar tahun.

Upgrade ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan komputasi pesawat hingga sekitar 37 kali lebih besar dan kapasitas memori sekitar 20 kali dibanding sistem saat ini, guna mendukung sistem tempur generasi berikutnya. Saat ini jet F-35 yang beroperasi masih menggunakan versi software lama Technology Refresh-2, sementara Pentagon juga menyoroti keterlambatan pengembangan serta keterbatasan pengujian keamanan siber pada program senilai lebih dari $2 triliun tersebut.


Meta Dilaporkan Pertimbangkan PHK Besar-Besaran

Meta Platforms (META) dilaporkan sedang mempertimbangkan pemutusan hubungan kerja yang dapat memengaruhi lebih dari 20% tenaga kerjanya sebagai bagian dari upaya menekan biaya dan mendanai investasi besar dalam kecerdasan buatan.

Menurut laporan Reuters yang mengutip sumber internal, rencana PHK tersebut masih dalam tahap pembahasan dan belum memiliki jadwal pasti, meskipun para eksekutif perusahaan telah mulai membahas kemungkinan langkah tersebut dengan pimpinan senior lainnya. Jika terealisasi, langkah ini akan menjadi salah satu gelombang PHK terbesar Meta sejak restrukturisasi pada 2022–2023 yang memangkas lebih dari 20.000 pekerjaan setelah periode ekspansi perekrutan yang agresif.


Tesla Siap Luncurkan Proyek Pabrik Chip “Terafab”

CEO Tesla (TSLA) Elon Musk menyatakan bahwa proyek pabrik semikonduktor internal Tesla bernama “Terafab” akan diluncurkan dalam waktu sekitar satu minggu. Proyek ini bertujuan memungkinkan Tesla memproduksi chip secara mandiri untuk mengurangi ketergantungan pada pemasok seperti Samsung Electronics, Micron, dan Taiwan Semiconductor Manufacturing.

Musk sebelumnya menyatakan bahwa kapasitas pemasok saat ini mungkin tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan Tesla dalam beberapa tahun ke depan, sehingga pembangunan fasilitas produksi chip berskala besar yang mencakup logika, memori, dan proses packaging dianggap penting untuk mengurangi risiko gangguan pasokan serta ketidakpastian geopolitik di masa depan.


📅 Jadwal Laporan Keuangan


Pergerakan harga minyak, sinyal kebijakan dari Federal Reserve, serta laporan keuangan perusahaan terkait AI kemungkinan masih akan menjadi faktor utama yang memengaruhi sentimen pasar dalam beberapa sesi ke depan.

Saham apa yang sedang kamu ikuti hari ini?

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade