Energi dan pertahanan memimpin saat minyak melonjak, teknologi tarik aksi beli.
Pasar global memulai pekan dengan volatilitas tinggi setelah serangan militer gabungan AS dan Israel ke Iran selama akhir pekan memicu lonjakan harga minyak dan tekanan awal pada indeks saham. Kontrak berjangka sempat melemah tajam sebelum pembukaan pasar, mencerminkan kekhawatiran investor terhadap potensi eskalasi konflik dan gangguan pasokan energi global.
Namun, tekanan tersebut berangsur mereda seiring sesi perdagangan berjalan. S&P 500 berhasil memangkas penurunan intraday hingga 1,2 persen dan ditutup sedikit di atas garis datar. Nasdaq 100 berakhir positif, sementara Dow Jones Industrial Average ditutup sedikit lebih rendah setelah sempat turun hampir 600 poin di titik terendahnya.
Harga minyak menjadi fokus utama. Minyak mentah AS melonjak hingga 12 persen di level tertinggi sesi karena kekhawatiran gangguan pasokan, terutama jika ketegangan memengaruhi Selat Hormuz yang menjadi jalur penting arus minyak dunia. Meski harga kemudian terkoreksi dari puncaknya, levelnya tetap tinggi dan mendorong saham energi seperti Exxon Mobil (XOM) dan Chevron (CVX) menguat.
Saham pertahanan seperti Northrop Grumman (NOC) dan Lockheed Martin (LMT) juga mencatat kenaikan seiring pasar mengantisipasi peningkatan belanja militer jika konflik berlanjut. Di sisi lain, aksi beli pada saham teknologi berkapitalisasi besar seperti Nvidia (NVDA) dan Microsoft (MSFT) menunjukkan investor masih melihat fundamental dan kekuatan neraca sebagai penopang di tengah risiko geopolitik.
Secara historis, pasar saham sering kali mampu pulih dalam beberapa pekan setelah konflik geopolitik besar. Namun, jika gangguan pasokan minyak berlangsung lebih lama, dampaknya terhadap inflasi dan ekspektasi kebijakan moneter dapat menjadi faktor yang lebih menentukan arah pasar selanjutnya.
📊 Market Wrap

🧠 Catatan Analis Hari Ini

💬 Market Highlights
NRG Luncurkan Secondary Offering 12,3 Juta Saham, LS Power Incar Dana Hingga US$2,1 Miliar
NRG Energy (NRG) melemah setelah mengumumkan penawaran umum sekunder sebanyak 12,3 juta saham milik LS Power dengan opsi tambahan 1,845 juta saham, di mana harga indikatif US$163–US$168 per saham merepresentasikan diskon hingga sekitar 6,9% dari harga penutupan sebelumnya, sementara Bloomberg melaporkan LS Power berpotensi meraih hingga US$2,1 miliar dari divestasi tersebut, dan di saat yang sama NRG menyepakati pembelian kembali saham senilai US$300 juta pada harga yang sama dengan harga penawaran, mencerminkan langkah penyeimbangan struktur kepemilikan pasca akuisisi aset LS Power yang ditutup bulan lalu.
AST SpaceMobile Targetkan Pendapatan US$150–200 Juta di 2026 Sambil Percepat Deploy Satelit Global
AST SpaceMobile (ASTS) menargetkan pendapatan 2026 sebesar US$150–200 juta atau setidaknya dua kali lipat dari 2025 yang mencapai US$70,9 juta, seiring percepatan peluncuran 45–60 satelit BlueBird hingga akhir tahun dan kapasitas produksi yang kini mencapai enam satelit per bulan, didukung likuiditas kuat sekitar US$3,9 miliar serta komitmen pendapatan minimum lebih dari US$1 miliar dari mitra seperti Verizon dan stc, meski belanja modal tetap tinggi di kisaran US$350–425 juta per kuartal dan realisasi target sangat bergantung pada keberhasilan peluncuran, milestone kontrak pemerintah, serta aktivasi layanan komersial dengan operator jaringan seluler global.
Plug Power Targetkan EBITDAS Positif di Q4 2026 Lewat Perbaikan Margin dan Disiplin Kas
Plug Power (PLUG) melaporkan pertumbuhan pendapatan 13% pada 2025 dan berhasil membalikkan gross margin menjadi positif 2,4% di Q4 dari negatif 122,5% tahun sebelumnya, sebagai bagian dari transformasi operasional yang difokuskan pada efisiensi biaya dan pengurangan pembakaran kas, dengan manajemen menargetkan EBITDAS positif pada Q4 2026 melalui pertumbuhan bisnis material handling dan electrolyzer, optimalisasi biaya melalui inisiatif Quantum Leap, monetisasi aset sekitar US$275 juta pada paruh pertama 2026, serta peningkatan leverage operasional, meskipun masih terdapat risiko eksekusi, ketergantungan pada insentif pajak, dan volatilitas permintaan proyek hidrogen global.
📅 Jadwal Laporan Keuangan

Dengan volatilitas minyak, penguatan saham pertahanan, dan aksi beli pada teknologi besar terjadi bersamaan, pasar kini menyeimbangkan risiko geopolitik jangka pendek dengan tema pertumbuhan struktural. Perkembangan konflik serta stabilitas harga energi akan menjadi kunci sentimen dalam beberapa sesi ke depan.
Saham apa yang sedang kamu ikuti hari ini?












