Gotrade Daily: Micron Cetak Rekor, The Fed Pilih Hawkish
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Share this article
Permintaan chip AI begitu kuat sampai memicu kelangkaan, sementara The Fed memilih nada hawkish. Inilah yang perlu kamu pantau malam ini.
Pasar AS kompak melemah pada Rabu (17/6). S&P 500 turun 1,21% ke 7.420, Nasdaq melemah 1,34%, dan Dow Jones turun 0,98%.
Pemicunya datang dari The Fed. Suku bunga ditahan di 3,5%-3,75%, tapi sembilan dari 18 pejabat kini melihat kenaikan tahun ini. Imbal hasil obligasi pun melonjak.
Proksi pasar luas. The Fed hawkish dan peluang kenaikan suku bunga Oktober menguat. Pantau tekanan makro.
Katalis Malam Ini 🧨
Reaksi lanjutan keputusan The Fed
Pasar masih mencerna nada hawkish The Fed. Pelaku pasar uang kini memperhitungkan kenaikan penuh pada Oktober. Imbal hasil Treasury 2 tahun naik 16 bps ke 4,22%. Tekanan ini menjadi katalis utama bagi pasar luas malam ini.
Laporan keuangan Accenture dan Kroger
Accenture (ACN) melaporkan pendapatan sekitar $18,74 miliar hingga $18,80 miliar, naik sekitar 6% YoY, dengan EPS $3,71 hingga $3,72. Angkanya sejalan dengan ekspektasi, tetapi saham tetap tertekan karena investor masih khawatir pada pemangkasan anggaran IT dan dampak suku bunga tinggi terhadap demand konsultasi, termasuk AI.
Kroger (KR) mencatat pendapatan sekitar $45,52 miliar hingga $45,66 miliar, naik tipis 0,9% YoY, dengan EPS $1,59, naik 6,7% YoY. Hasil ini menunjukkan consumer staples masih relatif defensif, didukung e-commerce yang solid dan stabilnya belanja kebutuhan pokok.
Maka dapat dikatakan bahwa ACN masih sensitif terhadap rotasi keluar dari tech, sementara KR lebih stabil karena model bisnisnya defensif di tengah tekanan makro.
Hitung mundur earnings Micron
Micron akan rilis laporan earnings pada 24 Juni mendatang. Manajemen menyebut permintaan DRAM dan NAND jauh melebihi pasokan. Reaksi pasar terhadap kelangkaan ini bisa menentukan arah saham chip memori menjelang laporan.
Denyut Pre-market 📊
Futures AS cenderung tertekan setelah aksi jual kemarin. Sektor teknologi dan semikonduktor menjadi titik perhatian utama.
Di luar watchlist, Nvidia (NVDA) ikut terangkat gelombang kenaikan target harga analis di sektor chip.
Catatan Makro 📝
Imbal hasil obligasi menjadi penggerak dominan. Yield 2 tahun di 4,22% menekan saham berisiko, dan pasar melihat peluang kenaikan suku bunga Oktober.
Minyak melemah karena ekspektasi kesepakatan AS-Iran dan proyeksi surplus 2027 dari IEA. Rupiah masih tertekan di kisaran 17.850 per dolar AS jelang keputusan Bank Indonesia.
Malam ini soal kontras. Permintaan AI begitu kuat sampai memicu kelangkaan chip dan kenaikan harga, bukti tema ini masih hidup. Tapi nada hawkish The Fed mengingatkan biaya dana bisa naik.
Buat kamu yang memegang saham chip atau teknologi, pantau reaksi pasar terhadap imbal hasil obligasi sebelum menambah atau mengurangi posisi.
Mau pantau Micron, Apple, dan pasar luas secara langsung? Cek watchlist di Gotrade dengan klik tombol di bawah ini.
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.