Ketidakpastian kebijakan meningkat saat investor menanti laporan Nvidia dan sinyal risiko global.
Pasar saham AS bergerak hati-hati pada awal pekan setelah Presiden Donald Trump mengumumkan kenaikan tarif global baru menyusul putusan Mahkamah Agung yang membatasi sebagian kewenangan tarif sebelumnya. Perkembangan ini kembali memicu ketidakpastian arah perdagangan global dan aliran modal lintas negara.
Aset defensif langsung menguat seiring investor melakukan penyesuaian posisi. Harga emas naik hampir 3% sementara perak melonjak sekitar 6%, mencerminkan meningkatnya permintaan lindung nilai. Pergerakan ini juga mendorong instrumen berbasis logam seperti ETF perak SLV dan ETF penambang emas GDX, yang biasanya sensitif terhadap perubahan sentimen makro.
Saham teknologi bergerak beragam. Nvidia (NVDA) dan Apple (AAPL) masih mencatat kenaikan moderat menjelang laporan laba Nvidia minggu ini, sementara saham software seperti Datadog (DDOG) dan CrowdStrike (CRWD) melemah karena investor mengevaluasi ulang sektor yang berpotensi terdampak disrupsi AI.
Di sisi lain, katalis spesifik emiten memicu volatilitas tajam. Novo Nordisk (NVO) turun 16% setelah hasil uji klinis mengecewakan, sedangkan rivalnya Eli Lilly (LLY) naik hampir 5%. Saham maskapai seperti Delta (DAL), United (UAL), dan American (AAL) juga melemah setelah badai salju memicu pembatalan ribuan penerbangan di wilayah Timur Laut AS.
Dengan ketidakpastian kebijakan perdagangan meningkat dan sinyal makro yang beragam, investor kini cenderung memprioritaskan likuiditas, sektor defensif, serta perusahaan dengan visibilitas pendapatan yang lebih jelas hingga arah kebijakan menjadi lebih pasti.
📊 Market Wrap 24 Feb 2026

🧠 Catatan Analis Hari Ini

💬 Market Highlights
JPMorgan Optimistis Strategi Pertumbuhan Organika
CEO JPMorgan Chase (JPM) Jamie Dimon menyatakan bank berencana mengalokasikan sekitar US$40–50 miliar modal berlebih dalam beberapa tahun ke depan untuk ekspansi organik, bukan akuisisi besar. Meski tetap terbuka terhadap transaksi strategis, Dimon menekankan bahwa pertumbuhan internal memberikan kontrol lebih besar serta nilai jangka panjang yang lebih stabil. Ia juga menyoroti peran teknologi, khususnya kecerdasan buatan, sebagai faktor transformasional bagi industri keuangan, dengan JPMorgan berencana mengintegrasikan AI ke berbagai lini bisnis untuk meningkatkan efisiensi dan layanan klien.
Keysight Melonjak Usai Hasil dan Panduan Lampaui Ekspektasi
Saham Keysight Technologies (KEYS) naik lebih dari 13% di perdagangan after-hours setelah perusahaan melaporkan kinerja kuartal pertama yang melampaui proyeksi analis. Laba per saham disesuaikan mencapai US$2,17 dengan pendapatan US$1,6 miliar, didorong permintaan kuat pada pasar pengujian elektronik. Manajemen menilai investasi strategis selama beberapa tahun terakhir mulai menghasilkan leverage operasional dan momentum pertumbuhan berkelanjutan. Untuk kuartal berikutnya, perusahaan memproyeksikan EPS US$2,27-$2,33 dan pendapatan hingga US$1,7 miliar, menandakan visibilitas permintaan masih solid.
Domino’s Fokus Ekspansi dan Pangsa Pasar Global
Domino’s Pizza (DPZ) menargetkan pertumbuhan penjualan toko sebanding di AS sekitar 3% pada 2026 serta pertumbuhan penjualan ritel global sekitar 6%, didukung ekspansi gerai, inovasi produk, dan peningkatan efisiensi operasional. Manajemen menegaskan kinerja terbaru merupakan hasil strategi jangka panjang, bukan faktor sementara, dengan profitabilitas franchise, teknologi digital, serta promosi berskala besar menjadi pendorong utama. Perusahaan juga optimistis dapat terus meningkatkan pangsa pasar di industri restoran cepat saji global melalui pendekatan disiplin dan investasi berkelanjutan.
📅 Jadwal Laporan Keuangan

Dengan tarif, AI, dan musim laporan laba bergerak bersamaan, pasar kini menunggu sinyal apakah rotasi sektor berlanjut atau keyakinan investor kembali ke aset berisiko.
Saham apa yang sedang kamu ikuti hari ini?












