Gotrade News - Grup Djarum resmi masuk ke dalam struktur pemegang saham PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) setelah PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) menggenggam 10,86% saham perseroan. Menurut IDX Channel, kepemilikan itu diperoleh Protelindo setelah mengonversi Obligasi Wajib Konversi (OWK) menjadi 4.846.785.385 saham atau sekitar 4,85 miliar saham BTEL.
Protelindo merupakan anak usaha PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) yang berada di bawah payung Grup Djarum, sehingga konversi ini menandai masuknya taipan tersebut ke jajaran pemegang saham operator telekomunikasi milik keluarga Bakrie itu. Dilansir Liputan6, konversi dilaksanakan pada harga pelaksanaan Rp200 per saham dengan nilai transaksi mencapai sekitar Rp969,35 miliar.
Kronologi Konversi OWK 20 Agustus 2026
Menurut IDX Channel, pelaksanaan konversi berlangsung pada 20 Agustus 2026 dan dilaporkan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 24 Agustus 2026. Transaksi ini mengacu pada Perjanjian Perdamaian (Settlement Agreement) tertanggal 8 Desember 2014, yang lahir dari proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) BTEL. Proses PKPU tersebut sendiri berpangkal pada putusan Pengadilan Niaga pada 10 November 2014.
Manajemen Protelindo menegaskan bahwa transaksi ini bukan merupakan pelaksanaan Repurchase Agreement, melainkan eksekusi konversi OWK sesuai dengan Perjanjian Perdamaian tersebut. Menurut manajemen Protelindo, sebagaimana dikutip Liputan6, perseroan juga menyatakan bahwa Protelindo bukan merupakan pengendali BTEL meski telah memegang 10,86% saham.
Enam Entitas Lain Ikut Konversi di Tanggal yang Sama
Protelindo bukan satu-satunya pihak yang mengeksekusi konversi OWK pada 20 Agustus 2026. Melansir IDX Channel, sejumlah entitas lain turut mengonversi OWK menjadi saham BTEL pada tanggal yang sama, dengan jumlah saham yang bervariasi.
Entitas
Jumlah Saham
PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo)
4.846.785.385
PT Solusi Tunas Pratama Tbk
888.100.000
PT Inti Bangun Sejahtera Tbk
250.800.000
PT Reka Jasa Akses
247.500.000
PT Komet Infra Nusantara
47.400.000
PT Sarana Inti Persada
35.500.000
Dilansir Liputan6, setelah rangkaian konversi OWK tersebut, total saham BTEL yang tercatat menjadi 44.646.321.473 saham. Dengan basis jumlah saham baru inilah kepemilikan Protelindo setara dengan porsi 10,86%.
Masuknya Grup Djarum melalui Protelindo menambah warna baru pada peta pemegang saham BTEL, emiten telekomunikasi yang identik dengan keluarga Bakrie. Meski demikian, sesuai penegasan manajemen Protelindo, kepemilikan tersebut belum mengubah posisi pengendali perseroan.
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.
Setya Mahardika memimpin editorial untuk konten pasar AS dan berita Gotrade. Dengan pengalaman 4+ tahun di fintech dan industri terkait lainnya, ia memverifikasi setiap artikel terhadap sumber primer, laporan keuangan perusahaan, data bursa, dan rilis resmi sebelum tayang. Fokusnya adalah akurasi dan kejelasan sumber, agar investor Indonesia dapat mempercayai apa yang mereka baca sebelum berinvestasi.
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.