Harga BBM Naik, Apa Artinya untuk Konsumen?

Rendy Andriyanto
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Harga BBM Naik, Apa Artinya untuk Konsumen?

Share this article

Gotrade News - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi di Indonesia sudah di depan mata. Konflik geopolitik di Timur Tengah, terutama ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat–Israel, telah memicu lonjakan harga minyak global yang berdampak langsung pada kenaikan harga BBM mulai tanggal 1 April 2026.

Harga minyak mentah dunia meningkat dari rata-rata USD 70 per barel menjadi USD 90 per barel, menyebabkan harga Pertamax bisa naik hingga lebih dari Rp 15.000 per liter. Praktisi industri migas, Hadi Ismoyo, menjelaskan, kenaikan ini mengacu pada peningkatan harga minyak mentah sebesar 28% dari rata-rata sebelumnya.

Jika harga minyak mentah rata-rata mencapai USD 100 per barel, Pertamax bahkan berpotensi naik 43%, mencapai Rp 17.160 per liter. Namun, ia mengimbau pemerintah agar tidak menaikkan harga BBM bersubsidi seperti Pertalite, agar beban ekonomi masyarakat tidak semakin berat.

Wisnu Wibowo, seorang pengamat ekonomi, mengonfirmasi bahwa kenaikan harga BBM non-subsidi sebagai respons alami terhadap lonjakan harga minyak Brent di pasar dunia. Harga BBM RON 92 diperkirakan naik sekitar Rp 1.000 dari harga awal, yaitu Rp 12.000 per liter.

Di bulan sebelumnya, beberapa jenis BBM non-subsidi sudah mengalami penyesuaian harga. Harga Pertamax Green (RON 95) dan Pertamax Turbo juga naik masing-masing menjadi Rp 12.900 dan Rp 13.100 per liter. Kondisi ini berjalan seiring dengan mekanisme penentuan harga yang dipengaruhi tren harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah.

Sementara itu, pemerintah cenderung menahan harga BBM bersubsidi demi menjaga stabilitas ekonomi masyarakat. Kebijakan penyesuaian harga dianggap sebagai solusi akhir ketika tekanan fiskal meningkat.

Peninjauan lebih lanjut terhadap situasi Timur Tengah dan opsi antisipasi kebijakan diperlukan sebelum menetapkan penyesuaian secara lebih luas. Dalam kondisi belum ada panic buying, pemerintah memberi waktu untuk mengevaluasi lebih dalam hingga Mei mendatang.

Langkah antisipasi pemerintah perlu segera diambil, khususnya jika harga minyak dunia tetap tinggi. Ekonom Hendry Cahyono menekankan pentingnya strategi fiskal yang responsive agar dampak kenaikan harga dapat dijaga tetap terkendali.


Referensi:

Featured Image: GPT Image 1.5

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade