Harga Emas Antam Turun Rp 20.000 ke Rp 2.819.000/Gram

Rendy Andriyanto
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Harga Emas Antam Turun Rp 20.000 ke Rp 2.819.000/Gram

Share this article

Gotrade News - Harga emas Antam turun Rp 20.000 ke level Rp 2.819.000 per gram pada perdagangan Jumat (15/5). Harga buyback Antam tercatat di Rp 2.636.000 per gram, melemah seiring koreksi harga emas global.

Koreksi terjadi saat dollar AS menguat dan harga minyak naik akibat eskalasi konflik Timur Tengah. Investor mulai mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed setelah data PPI dan CPI AS menguat.

Key Takeaways

  • Antam turun Rp 20.000 ke Rp 2.819.000 per gram dengan buyback Rp 2.636.000.
  • Spot gold global turun 0,4% ke USD 4.669,48 per ons saat dollar AS menguat 0,3%.
  • Pasar fokus ke konflik Timur Tengah, pertemuan Trump-Xi, dan data inflasi AS yang menguat.

Pemicu Koreksi Harga Emas

Menurut Kumparan, harga emas Antam terkoreksi Rp 20.000 ke Rp 2.819.000 per gram pada Jumat (15/5). Harga buyback berada di Rp 2.636.000 per gram, sementara Galeri24 turun Rp 8.000 ke Rp 2.828.000 dengan buyback Rp 2.653.000.

Dilansir IDXChannel, harga tersebut berlaku di Butik Emas Logam Mulia (BELM) Setiabudi One Jakarta. PMK 48/2023 sebelumnya menetapkan tarif PPh 22 sebesar 0,25%, turun dari 0,45% pada aturan lama.

Tekanan utama datang dari pasar global yang melemah pada penutupan Kamis (14/5). Penguatan dollar AS sebesar 0,3% menjadi katalis utama yang menekan daya tarik emas sebagai aset lindung nilai.

Arah Investor Safe Haven

Melansir Kompas, spot gold turun 0,4% ke USD 4.669,48 per ons dan US June futures gold turun 0,4% ke USD 4.685,30 per ons. Harga minyak naik setelah kapal kargo India tenggelam dan kapal lain dirampas di dekat UEA menuju Iran.

"Higher energy costs drive inflation, and don't surprise the strong dollar and gold weakness," kata Peter Grant, VP/Senior Metals Strategist Zaner Metals. Pernyataan ini menjelaskan dinamika ganda yang menekan emas dalam jangka pendek.

Bart Melek, Global Head of Commodity Strategy TD Securities, juga mengingatkan adanya risiko koreksi lebih lanjut. "Significant downside risk exists for gold should regional conflict remain unresolved," katanya kepada Kompas.

Pasar kini fokus pada konflik Timur Tengah, pertemuan Trump-Xi, dan rilis data PPI/CPI AS yang menguat. Ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed berkurang sehingga aset non-yield seperti emas menjadi kurang menarik.

Sentimen ini turut menekan saham-saham produsen emas global yang sensitif terhadap harga komoditas. Investor di Indonesia dapat memantau eksposur lewat saham seperti Newmont (NEM) sebagai produsen emas terbesar dunia.

Selain itu, eksposur sektoral bisa diperoleh melalui VanEck Gold Miners ETF (GDX) yang menampung beragam penambang emas global. Diversifikasi tambahan bisa lewat Agnico Eagle Mines (AEM) yang fokus pada tambang di Amerika Utara.

Tren koreksi ini akan diuji oleh data ekonomi AS pekan depan dan perkembangan geopolitik. Investor disarankan memantau sinyal dari The Fed sebelum mengambil posisi besar di logam mulia.

Sumber

Disclaimer: Gotrade Indonesia adalah aplikasi investasi yang terdaftar resmi di OJK dan didukung oleh PT Valbury Asia Futures.

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade