Gotrade News - Saham Ondas Holdings (ONDS) melonjak 26% pada Rabu setelah laporan Q1 2026 melampaui ekspektasi pasar. Penyedia solusi drone dan counter-drone ini mencatat pendapatan tumbuh lebih dari 1.000% secara tahunan.
Lonjakan dipicu kombinasi pertumbuhan pendapatan eksplosif dan transisi perusahaan menuju profitabilitas pada kuartal pertama. Hasil ini memperkuat sentimen investor terhadap sektor drone pertahanan di Amerika Serikat.
Key Takeaways
- Saham ONDS ditutup naik 26% pada hari pengumuman hasil Q1 2026.
- Pendapatan tumbuh lebih dari 1.000% YoY dengan swing ke profitabilitas.
- Order book kuat dari Departemen Pertahanan AS, DHS, dan pemerintah sekutu.
Pemicu Lonjakan Saham
Menurut Insider Monkey, saham Ondas ditutup naik 26% pada hari pengumuman Q1. Pendapatan perusahaan melonjak lebih dari 1.000% dibanding periode yang sama tahun lalu.
Perusahaan juga mencatat swing ke laba pada kuartal ini setelah sebelumnya membukukan kerugian. Kombinasi pertumbuhan pendapatan dan profitabilitas memicu minat beli institusional yang kuat.
Dilansir The Motley Fool, pertumbuhan pendapatan didorong segmen Ondas Autonomous Systems. Segmen ini fokus pada drone militer dan keamanan dalam negeri.
Pelanggan utama mencakup Departemen Pertahanan AS, Department of Homeland Security, dan pemerintah sekutu. Basis pelanggan ini memberikan visibilitas pendapatan yang stabil ke depan.
Implikasi untuk Sektor Drone Pertahanan
Lonjakan ONDS terjadi di tengah tailwind modernisasi pertahanan AS dan permintaan counter-drone yang meningkat. Anggaran pertahanan yang fokus pada sistem nirawak menopang prospek seluruh sektor.
Investor yang mengikuti tema ini bisa mempertimbangkan kontraktor pertahanan besar dengan eksposur drone. Lockheed Martin (LMT) menjalankan program drone melalui divisi Skunk Works.
Pemain pertahanan lain seperti Raytheon (RTX) memiliki portofolio elektronik pertahanan dan sistem counter-drone. Permintaan teknologi counter-drone meningkat seiring proliferasi ancaman nirawak.
Sementara itu, Northrop Grumman (NOC) mengoperasikan platform drone berskala besar seperti Global Hawk. Perusahaan ini menjadi salah satu kontraktor utama untuk sistem nirawak strategis AS.
Ketiga emiten ini memberikan eksposur yang lebih terdiversifikasi dibanding pure-play drone kecil seperti ONDS. Namun, sensitivitas saham terhadap berita drone juga cenderung lebih rendah.
Pasar tampaknya mulai memberi premium pada nama-nama kecil dengan momentum pendapatan tinggi di segmen drone. Pola ini mirip dengan rotasi yang terjadi di sektor cybersecurity beberapa tahun lalu.
Risiko utama bagi ONDS tetap pada konsentrasi pelanggan dan volatilitas kontrak pemerintah. Investor perlu memantau kelanjutan pertumbuhan pendapatan pada kuartal-kuartal berikutnya.












