Gotrade News - Harga emas spot naik 1,5% ke US$4.577,12 per ons seiring optimisme kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Reli juga didukung pelemahan dollar AS serta yield Treasury yang menekan biaya peluang kepemilikan logam mulia.
Kerangka kesepakatan mencakup gencatan senjata dan pembukaan Selat Hormuz untuk meredakan kekhawatiran inflasi global. Pasar menilai prospek damai mendekatkan stabilitas harga energi sekaligus mendorong rotasi ke aset safe haven berkualitas.
Key Takeaways
- Spot gold menguat 1,5% ke US$4.577,12/oz, US gold futures naik 1,2% ke US$4.612,24/oz.
- Optimisme kerangka damai AS-Iran mencakup gencatan senjata dan pembukaan kembali Selat Hormuz.
- Perak spot melonjak 3,8% ke US$78,3865/oz, platinum spot menguat 2,0% ke US$1.965,45/oz.
Reli Logam Mulia Terjadi Lintas Komoditas
Menurut Kompas, kenaikan emas diiringi penguatan perak 3,8% dan platinum 2,0%. Rotasi ini menandakan minat investor terhadap seluruh kompleks logam mulia, bukan hanya emas.
Pelemahan dollar AS dan yield Treasury menjadi katalis utama valuasi logam mulia. Kombinasi tersebut menurunkan biaya peluang memegang aset tanpa imbal hasil seperti emas batangan.
Saham produsen emas seperti Newmont (NEM) dan Agnico Eagle (AEM) berpotensi terangkat oleh penguatan harga komoditas. ETF sektor seperti VanEck Gold Miners ETF (GDX) menjadi proksi yang sering dilirik investor ritel.
Negosiasi Damai Belum Final
Dilansir Bloomberg Technoz, pejabat AS menyebut butuh beberapa hari lagi sebelum kedua pihak menyetujui dokumen final. Emas sempat diperdagangkan dekat US$4.564/oz setelah turun 0,7% pada sesi Jumat sebelumnya.
Presiden Trump menyatakan tidak terburu-buru menyepakati perjanjian melalui media sosial. Blokade laut AS terhadap Iran juga masih berlaku selama negosiasi berjalan.
Ketidaksepakatan terkait aktivitas nuklir dan stok pengayaan uranium Iran masih menjadi titik sensitif. Pasar memantau perkembangan ini untuk memastikan risiko geopolitik benar-benar mereda.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyebut perkembangan positif Selat Hormuz akan segera diumumkan. Melansir Bloomberg Technoz, negosiasi tersisa pada pilihan bahasa dan dapat selesai dalam hitungan hari.
Spot gold sempat tercatat di US$4.577,9/oz, naik 1,35% dari penutupan sebelumnya. Reli ditopang harapan damai Timur Tengah yang menurunkan premium risiko geopolitik.
Di pasar domestik, harga emas Antam naik 30.000 rupiah seiring penguatan global. Bursa Asia juga menguat sementara harga minyak turun merespons prospek pembukaan jalur pelayaran utama.
Investor jangka pendek memantau apakah konfirmasi kesepakatan akan memicu profit taking pada emas. Sebaliknya, kegagalan negosiasi berpotensi memicu lonjakan harga lebih lanjut sebagai aset lindung nilai.
Sektor pertambangan emas global menjadi salah satu penerima manfaat utama reli harga komoditas. Margin produsen membaik ketika harga jual berada jauh di atas biaya kas tunai per ons.
Pelaku pasar juga mencermati arah kebijakan Federal Reserve di tengah pelemahan dollar dan yield Treasury. Kombinasi makro saat ini memberikan dukungan struktural bagi valuasi logam mulia.












