Gotrade News - Wall Street kembali menyaring dua kelas saham di NASDAQ: nama-nama murah dengan forward P/E di bawah 15 dan jagoan pertumbuhan pendapatan dengan 5-year CAGR di atas 25%. Saham seperti JD.com, Kimberly-Clark, Snowflake (SNOW), Booking Holdings (BKNG), dan Alnylam menjadi pusat perhatian hedge fund pada pekan ini.
Penyaringan ini memberikan investor peta jalan di tengah pasar yang masih bergerak fluktuatif. Kombinasi valuasi rendah dan pertumbuhan tinggi membantu menyeimbangkan portofolio jangka menengah.
Key Takeaways
- JD.com dan Kimberly-Clark menonjol di kelas NASDAQ murah dengan kepemilikan hedge fund yang tebal.
- Snowflake dan Booking Holdings menjadi jagoan growth dengan upside analis di kisaran 37%.
- Alnylam menempati posisi #5 growth dengan upside 45,25% setelah Citi memulai coverage Buy.
Saham NASDAQ Murah yang Disorot Hedge Fund
Menurut Insider Monkey, daftar saham NASDAQ murah disaring dari forward P/E di bawah 15. Peringkat memakai data kepemilikan hedge fund kuartal IV 2025 dan di-refresh pada 22 Mei 2026.
JD.com (JD) dimiliki 51 hedge fund pada periode tersebut. Pendapatan bersih Q1 2026 mencapai RMB315,7 miliar, naik 4,9% secara tahunan dengan margin operasi 5,6%.
JD.com juga melakukan buyback saham senilai $631 juta selama kuartal pertama. Pembelian kembali itu setara sekitar 1,6% dari saham beredar perusahaan dan menambah daya tarik valuasi.
Kimberly-Clark (KMB) dimiliki 56 hedge fund dan membukukan penjualan bersih $4,2 miliar di Q1 2026. Angka itu tumbuh 2,7% secara tahunan dengan organic sales naik 2,5% pada periode yang sama.
Adjusted operating profit Kimberly-Clark tercatat $732 juta, naik 3,7% dari periode tahun lalu. Pertumbuhan ini menjaga konsistensi laba dan menopang ekspektasi dividen perusahaan untuk investor jangka panjang.
Nama lain di daftar ini termasuk Roper Technologies, Regeneron, dan Intuit yang dikenal stabil. Selain itu ada Gilead, Fiserv, Amgen, Booking Holdings, dan T-Mobile US sebagai pemain besar lainnya.
Jagoan Pertumbuhan Pendapatan Versi Analis Wall Street
Dilansir Insider Monkey, daftar growth stocks menyaring saham dengan 5-year revenue CAGR di atas 25%. Peringkat memakai analyst upside per 21 Mei 2026 dari konsensus broker global.
Snowflake (SNOW) mencatat CAGR 5 tahun 51,23% dengan analyst upside 37,73%. Saham ini dimiliki 90 hedge fund pada periode pelaporan terakhir versi data Insider Monkey.
TD Cowen mempertahankan rating Buy untuk Snowflake dengan target harga $255. Sekuritas itu mengutip kinerja kuartalan kuat, outlook membaik, konsumsi cloud data warehouse, dan adopsi AI.
Booking Holdings (BKNG) memiliki CAGR 37,42% dan analyst upside 37,78% dengan 109 hedge fund pemegang. DA Davidson dan TD Cowen memangkas target ke $230 namun tetap mempertahankan rating Buy.
Pemangkasan target itu mengutip dampak konflik Timur Tengah pada permintaan travel global. Meski begitu, fundamental Booking masih dinilai cukup tangguh untuk pertumbuhan pemesanan jangka menengah.
Melansir Insider Monkey, Alnylam Pharmaceuticals (ALNY) menduduki peringkat #5 daftar growth. Saham ini memiliki 5-year revenue CAGR 49,66% dan analyst upside 45,25% per pelaporan terakhir.
Alnylam dimiliki 67 hedge fund pada periode pelaporan terakhir versi Insider Monkey. Citi memulai coverage dengan rating Buy dan target harga $380 pada 19 Mei 2026.
Citi menyebut koreksi year-to-date sebagai entry point jangka panjang yang menarik bagi investor. Hasil HELIOS-B Phase 3 vutrisiran pada pasien ATTR-CM dirilis 12 Mei dan mendukung pemakaian lini pertama.












