Gotrade News - Harga emas hari ini kembali menunjukkan momentum positif berkat meningkatnya permintaan aset aman. Lonjakan ini terjadi seiring memanasnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran belakangan ini.
Kondisi tersebut membuat harga emas global bergerak mendekati level psikologis krusial US$5.000 per troy ons. Pergerakan ini berdampak langsung pada nilai emas fisik di pasar domestik Indonesia.
Berdasarkan laporan dari CNBC, harga emas Antam melonjak Rp28.000 pada Jumat (20/02). Nilai pecahan satu gram kini resmi dibanderol pada angka Rp2.944.000 per batang.
Kenaikan harga emas hari ini memperpanjang tren positif dari perdagangan Kamis sebelumnya. Harga pembelian kembali atau buyback emas Antam juga ikut menguat tajam ke level Rp2.725.000.
Berikut adalah rincian lengkap harga emas Antam terbaru berdasarkan data resmi perusahaan. Tabel ini merangkum harga dasar dan harga setelah pajak untuk setiap pecahan.
Berat
Harga Dasar
Harga (+Pajak PPh 0.25%)
0.5 gr
1.522.000
1.525.805
1 gr
2.944.000
2.951.360
2 gr
5.828.000
5.842.570
3 gr
8.717.000
8.738.793
5 gr
14.495.000
14.531.238
10 gr
28.935.000
29.007.338
25 gr
72.212.000
72.392.530
50 gr
144.345.000
144.705.863
100 gr
288.612.000
289.333.530
250 gr
721.265.000
723.068.163
500 gr
1.442.320.000
1.445.925.800
1000 gr
2.884.600.000
2.891.811.500
Penguatan harga lokal ini mengekor pergerakan harga emas dunia di pasar spot. Menurut catatan FXStreet, harga emas global sempat ditutup menguat menguji level US$4.998,96.
Pemicu Kenaikan Permintaan Aset Aman
Lonjakan harga didorong oleh ultimatum Presiden Donald Trump terhadap program nuklir Iran. Trump memberikan tenggat waktu singkat bagi Iran untuk segera mencapai kesepakatan baru.
Data FlightRadar24 mengonfirmasi adanya lonjakan aktivitas penerbangan militer Amerika Serikat di berbagai pangkalan. Ancaman konflik terbuka ini memicu investor memindahkan dana mereka ke instrumen emas.
Faktor Penentu Pergerakan Berikutnya
Meskipun sentimen geopolitik menguat, laju harga emas hari ini masih menghadapi tantangan kebijakan moneter. Laporan Traders Union menyebutkan bahwa bank sentral Amerika Serikat belum terburu-buru memangkas suku bunga.
Kondisi ekonomi Amerika Serikat yang stabil memberikan ruang bagi pejabat bank sentral menahan suku bunga. Suku bunga tinggi umumnya memberikan tekanan bagi aset yang tidak memberikan imbal hasil.
Pasar kini menanti rilis data produk domestik bruto dan inflasi Amerika Serikat terbaru. Kedua indikator tersebut akan sangat menentukan arah pergerakan harga emas selanjutnya.
Itu dia rangkuman terbaru yang perlu diperhatikan pasar hari ini. Ikuti Gotrade News untuk update saham dan ETF AS, plus perkembangan makro yang relevan untuk investor Indonesia. Untuk belajar lebih terstruktur, kunjungi Panduan Gotrade agar memahami investasi saham Amerika secara lengkap.
Jika ingin merespons berita ini, pantau pergerakan aset dan cek portofolio di aplikasi Gotrade. Investasi saham dan ETF AS di Gotrade bisa dimulai dari Rp15 ribu, lalu sesuaikan langkah dengan tujuan dan profil risiko. Download dan buka aplikasi Gotrade sekarang!
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.