Wall Street Menguat Ditopang Saham AI, Nasdaq Cetak Rekor

Setya MahardikaSetya MahardikaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra
AI-powered contentSome parts of this article are powered by AI.

Bagikan artikel

Wall Street Menguat Ditopang Saham AI, Nasdaq Cetak Rekor

Key Takeaways

  • Nasdaq melonjak 2,26% ke rekor 27.122,09, penutupan tertinggi sejak awal Juni.

  • Saham chip memimpin: Intel +12,2%, Arm +17%, dan AMD sekitar 10% dengan kapitalisasi tembus US$1 triliun.

  • Imbal hasil Treasury 10 tahun turun ke bawah 5% dan Brent merosot ke bawah US$100 per barel.

Gotrade News - Bursa saham Amerika Serikat menguat pada perdagangan Senin waktu AS, dengan indeks Nasdaq Composite melonjak 2,26% ke level 27.122,09 dan mencetak rekor penutupan tertinggi. Menurut kumparan, ini menjadi rekor pertama Nasdaq sejak awal Juni, ditopang reli tajam pada saham kecerdasan buatan (AI) dan semikonduktor.

Penguatan turut merembet ke indeks lain. Indeks S&P 500 naik 1,49% ke 7.764,70 dan Dow Jones Industrial Average bertambah 0,71% ke 52.048,83. Reli terjadi seiring imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun ke bawah 5% dan harga minyak melandai, dua faktor yang selama ini menekan pasar dan kini berbalik menjadi pendorong.

Reli Chip Angkat Intel, Arm, dan AMD

Sektor semikonduktor menjadi motor utama kenaikan. Saham Intel (INTC) melejit 12,2%, sementara Arm Holdings melonjak 17% dalam satu sesi. Saham Advanced Micro Devices (AMD) menguat sekitar 10% dan untuk pertama kalinya menembus kapitalisasi pasar US$1 triliun, menurut kumparan. Indeks PHLX Semiconductor (SOX) yang menjadi acuan sektor chip ikut naik 4,3%. Momentum ini melanjutkan tema reli chip yang belakangan menjadi sorotan pasar, seperti terlihat pada ulasan tentang reli chip yang diuji sinyal hati-hati.

Baca juga: Gotrade Daily: Reli Chip AI Kembali Panas Malam Ini

Meta Melonjak 11,4% Didorong Ambisi AI

Di luar sektor chip, saham Meta Platforms (META) melesat 11,4% dan menambah nilai pasar sekitar US$200 miliar dalam sehari. Dilansir NBC News, lonjakan itu didorong optimisme atas ambisi AI perusahaan. Menurut kumparan, Wells Fargo turut menaikkan target harga Meta setelah peluncuran asisten AI bernama Muse. Saham teknologi berkapitalisasi besar seperti ini termasuk kategori saham growth yang pergerakannya cenderung agresif mengikuti ekspektasi pertumbuhan.

Imbal Hasil Treasury dan Harga Minyak Melandai

Latar makro menjadi bahan bakar tambahan bagi reli. Dilansir NBC News, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun ke 4,96%, dari sebelumnya sempat menyentuh 5,02% pekan lalu. Harga minyak Brent merosot 3,4% ke US$100,34 per barel, level terendah sejak awal September. Kombinasi imbal hasil dan harga energi yang melandai menjadi kebalikan dari kondisi ketika keduanya justru menekan saham AI, seperti dibahas pada ulasan saat saham AI melemah tertekan kenaikan yield dan minyak.

Indeks

Penutupan

Perubahan

Nasdaq Composite

27.122,09

+2,26%

S&P 500

7.764,70

+1,49%

Dow Jones

52.048,83

+0,71%

Sentimen Positif dan Catatan Risiko bagi Investor

Keluasan pasar (market breadth) mendukung reli, dengan delapan dari sebelas sektor S&P 500 menguat. Sektor komunikasi memimpin dengan kenaikan 4,16% dan sektor teknologi informasi naik 2,4%, menurut kumparan. Analis Art Hogan, sebagaimana dikutip kumparan, menilai pasar belakangan bergerak mengikuti arah harga minyak dan imbal hasil Treasury 10 tahun, dan kini keduanya bergeser dari hambatan menjadi pendorong.

Baca juga: SEC Buka Tokenisasi Saham, Coinbase & Robinhood Bidik Peluang

Meski sentimen positif, investor perlu tetap berhati-hati karena valuasi sejumlah saham AI sudah naik tinggi dan rentan terhadap koreksi jika muncul kabar negatif; sebagian pelaku pasar bahkan mewaspadai gejala saham hype. Investor ritel dapat memantau pergerakan saham AS secara langsung melalui platform investasi, sambil mengelola risiko sesuai profil masing-masing. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan.

Sumber

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Setya Mahardika
Ditulis oleh
Setya Mahardika
Setya Mahardika memimpin editorial untuk konten pasar AS dan berita Gotrade. Dengan pengalaman 4+ tahun di fintech dan industri terkait lainnya, ia memverifikasi setiap artikel terhadap sumber primer, laporan keuangan perusahaan, data bursa, dan rilis resmi sebelum tayang. Fokusnya adalah akurasi dan kejelasan sumber, agar investor Indonesia dapat mempercayai apa yang mereka baca sebelum berinvestasi.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left

Welcome Reward hingga $1.888

Buat akun dan trading saham AS di Gotrade

*Syarat dan ketentuan berlaku