Harga Emas Rebound Setelah Koreksi Tajam Sehari Sebelumnya

Rendy Andriyanto
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Harga Emas Rebound Setelah Koreksi Tajam Sehari Sebelumnya

Share this article

Gotrade News - Harga emas dunia kembali menguat pada Rabu (22/04) setelah mencatat penurunan harian terbesar sejak Maret. Rebound ini didorong aksi beli murah di kalangan investor logam mulia.

Emas spot naik 0,42% ke USD 4.740,45 per ounce, setelah sempat menguat lebih dari 1% selama sesi perdagangan, menurut IDXChannel. Di sisi lain, Bloomberg Technoz mencatat emas spot ditutup di level USD 4.726,3 per troy ounce.

Key Takeaways:

  • Emas rebound setelah penurunan terbesar sejak 26 Maret, didorong aksi beli murah
  • Gold futures kontrak Juni ditutup naik 0,7% di USD 4.753 per ounce
  • Ketegangan Iran di Selat Hormuz dan ketidakpastian gencatan senjata topang harga

Rebound Pasca Koreksi

Pada Selasa (21/04), emas mencatat penurunan harian terbesar sejak 26 Maret dengan koreksi lebih dari 2%, menurut Bloomberg Technoz. Penurunan tajam tersebut membuka peluang bagi investor untuk masuk di harga lebih rendah.

Jim Wyckoff dari Kitco Metals menilai aksi beli murah terlihat jelas di seluruh pasar logam mulia, menurut IDXChannel. Gold futures AS kontrak Juni ditutup menguat 0,7% di level USD 4.753 per ounce.

Saham perusahaan tambang emas seperti Newmont (NEM) biasanya bergerak searah dengan harga emas. Investor yang memantau komoditas bisa mencermati pergerakan logam mulia sebagai indikator sentimen pasar.

Faktor Geopolitik

Iran menyita dua kapal di Selat Hormuz, mempertegas ketegangan yang masih berlangsung di kawasan tersebut, menurut IDXChannel. Trump menyatakan blokade akan terus berlanjut tanpa batas waktu yang jelas.

Gencatan senjata Israel-Lebanon juga menghadapi tekanan baru tanpa indikasi negosiasi damai dalam waktu dekat. Ketidakpastian geopolitik ini memberikan dukungan tambahan bagi emas sebagai aset lindung nilai.

Sentimen pasar secara keseluruhan masih bergejolak meski ada perkembangan positif dari gencatan senjata Iran, menurut Bloomberg Technoz. Volatilitas mencerminkan ketegangan geopolitik yang lebih luas dan belum mereda.

Kondisi ini membuat pelaku pasar global cenderung mengambil posisi defensif di aset aman. Pergerakan indeks seperti S&P 500 ETF (SPY) menjadi cermin bagaimana investor menyeimbangkan risiko dan peluang.

Arah harga emas ke depan bergantung pada perkembangan ketegangan Timur Tengah dan data ekonomi AS. Selama ketidakpastian geopolitik bertahan, emas kemungkinan tetap menjadi pilihan utama investor defensif.

Sources:

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade