Harga Emas Turun 3 Hari Usai The Fed Naikkan Suku Bunga

Setya MahardikaSetya MahardikaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra
AI-powered contentSome parts of this article are powered by AI.

Bagikan artikel

Harga Emas Turun 3 Hari Usai The Fed Naikkan Suku Bunga

Key Takeaways

  • Harga emas spot ditutup di US$4.271,8 per ons pada 16 September 2026, terendah dalam lebih dari sebulan.

  • The Fed menaikkan suku bunga 25 bps ke 3,75%-4,00%, kenaikan pertama sejak September 2023.

  • Proyeksi The Fed mengisyaratkan satu kali kenaikan lagi pada 2026, menekan emas dan mengangkat dolar AS.

Gotrade News - Harga emas kembali tertekan setelah bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve, menaikkan suku bunga acuan. Harga emas spot ditutup di US$4.271,8 per troy ons pada 16 September 2026, turun 0,48% dalam sehari dan menyentuh level terendah dalam lebih dari sebulan. Menurut Bloomberg Technoz, koreksi ini memperpanjang pelemahan tiga hari beruntun yang secara total memangkas harga emas hampir 2%.

Tekanan utama datang dari keputusan The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,75%-4,00%, langkah yang disebut sebagai kenaikan pertama sejak September 2023. Keputusan tersebut sejalan dengan ekspektasi pasar, tetapi tetap menjadi sentimen negatif bagi emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Pemicu Koreksi: Kenaikan Suku Bunga The Fed

Melansir FX Leaders, kenaikan suku bunga acuan meningkatkan biaya peluang (opportunity cost) memegang emas yang tidak menghasilkan bunga, sehingga aset berimbal hasil seperti obligasi menjadi lebih menarik. Dalam reaksi langsung terhadap keputusan itu, harga emas sempat anjlok sekitar US$100 ke bawah US$4.300 per ons, sementara perak turun ke bawah US$64 per ons.

Baca juga: Akuisisi 30% Saham Bayan (BYAN) oleh Haji Isam, Saham Tembus ARA

Penguatan dolar AS turut memperberat langkah emas karena membuat logam mulia lebih mahal bagi pembeli di luar Amerika Serikat. Imbal hasil obligasi pemerintah AS ikut naik, dengan tenor 2 tahun bertambah 5,1 basis poin ke 4,6571%, tenor 5 tahun ke 4,7971%, dan tenor 10 tahun ke 4,9610%, seperti dilaporkan FX Leaders.

Sinyal Kenaikan Lanjutan Hingga Akhir 2026

Selain kenaikan itu sendiri, arah kebijakan ke depan menjadi perhatian pasar. Dilansir FX Leaders, proyeksi median suku bunga The Fed untuk akhir 2026 naik menjadi 4,1% dari 3,8% pada Juni, yang mengisyaratkan kemungkinan satu kali kenaikan 25 basis poin lagi sebelum tutup tahun. Pejabat Federal Reserve Kevin Warsh dinilai menyampaikan nada hawkish yang memperkuat ekspektasi tersebut.

Indikator

Nilai

Emas spot (penutupan 16 Sep 2026)

US$4.271,8/ons

Perubahan harian

-0,48%

Perubahan 3 hari

sekitar -2%

Perak spot

di bawah US$64/ons

Suku bunga The Fed

3,75%-4,00%

Proyeksi median akhir 2026

4,1%

Dampak ke Saham Tambang Emas

Koreksi harga emas umumnya berimbas pada saham produsen emas yang pendapatannya bergerak seiring harga komoditas tersebut. Beberapa nama besar yang menjadi acuan pasar antara lain Newmont (NEM), Barrick Mining (B), dan Agnico Eagle (AEM), yang kerap dipantau untuk melihat bagaimana ekuitas tambang merespons pelemahan emas dan penguatan dolar.

Baca juga: Gotrade Daily: Reli Chip Diuji Sinyal Hati-Hati

Pertanyaan yang diangkat Bloomberg Technoz soal 'waktunya jual atau beli' belum memiliki jawaban pasti. Arah harga emas berikutnya akan sangat bergantung pada data inflasi Amerika Serikat dan konsistensi The Fed dalam menjalankan sinyal kebijakannya, sehingga rilis data ekonomi selanjutnya menjadi katalis yang perlu dicermati.

Sumber

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Setya Mahardika
Ditulis oleh
Setya Mahardika
Setya Mahardika memimpin editorial untuk konten pasar AS dan berita Gotrade. Dengan pengalaman 4+ tahun di fintech dan industri terkait lainnya, ia memverifikasi setiap artikel terhadap sumber primer, laporan keuangan perusahaan, data bursa, dan rilis resmi sebelum tayang. Fokusnya adalah akurasi dan kejelasan sumber, agar investor Indonesia dapat mempercayai apa yang mereka baca sebelum berinvestasi.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left

Welcome Reward hingga $1.888

Buat akun dan trading saham AS di Gotrade

*Syarat dan ketentuan berlaku