MBMA Buyback Rp1,38 T, PPGL Tebar Saham Bonus 6:4

Setya MahardikaSetya MahardikaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra
AI-powered contentSome parts of this article are powered by AI.

Bagikan artikel

MBMA Buyback Rp1,38 T, PPGL Tebar Saham Bonus 6:4

Key Takeaways

  • MBMA menyiapkan dana hingga Rp1,38 triliun untuk membeli kembali maksimal 1,46 miliar saham.

  • PPGL akan menebar saham bonus rasio 6:4 yang bersumber dari kapitalisasi agio saham.

  • Buyback dan saham bonus adalah aksi korporasi yang juga umum ditemui pada saham AS.

Gotrade News - Dua aksi korporasi menarik perhatian investor pasar modal Indonesia pekan ini. PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) berencana melakukan buyback saham hingga Rp1,38 triliun, sementara PT Prima Globalindo Logistik Tbk (PPGL) bersiap menebar saham bonus dengan rasio 6:4. Kedua langkah ini punya tujuan berbeda, tetapi sama-sama menyentuh nilai yang dipegang investor.

Buyback dan saham bonus adalah dua jenis aksi korporasi yang lazim dipakai emiten untuk menjaga harga saham serta memberi manfaat bagi pemegang saham. Bagi investor Indonesia yang juga aktif di saham AS, memahami mekanisme keduanya penting karena aksi serupa kerap dilakukan perusahaan besar di bursa Amerika Serikat.

Rincian Buyback MBMA Rp1,38 Triliun

Menurut Katadata, MBMA mengalokasikan dana hingga Rp1,38 triliun untuk membeli kembali maksimal 1,46 miliar saham. Buyback dijadwalkan berlangsung maksimal tiga bulan sejak keterbukaan informasi disampaikan ke OJK dan Bursa Efek Indonesia (BEI), atau paling lambat rampung pada 16 Desember 2026.

Baca juga: Akuisisi 30% Saham Bayan (BYAN) oleh Haji Isam, Saham Tembus ARA

Manajemen menyatakan langkah ini bertujuan menjaga stabilitas harga saham dan meningkatkan kepercayaan investor agar harga saham dapat mencerminkan nilai fundamental perusahaan secara lebih wajar. Presiden Direktur MBMA Teddy Nuryanto Oetomo menekankan fokus perusahaan pada eksekusi operasional yang disiplin. Sepanjang tahun berjalan, saham MBMA tercatat melemah 12,28% di BEI.

Dari sisi rekomendasi, Katadata mencatat Mirae Asset Sekuritas memberi rating beli dengan target jangka pendek di level 525, 540, dan 580, sementara BinaArtha Sekuritas menyarankan hold atau buy on weakness dengan area beli 476 hingga 486. Rekomendasi analis bukan jaminan hasil, sehingga investor tetap perlu melakukan analisis sendiri sebelum mengambil keputusan.

PPGL Tebar Saham Bonus Rasio 6:4

Dilansir Liputan6, PPGL akan menerbitkan maksimal 514.118.680 saham baru sebagai saham bonus dengan rasio 6:4, artinya setiap pemegang 6 saham lama berhak atas 4 saham bonus. Saham bonus ini bersumber dari kapitalisasi agio saham per 31 Desember 2025 dengan nilai maksimal Rp13,21 miliar pada nominal Rp22 per saham.

Baca juga: Gotrade Daily: Reli Chip Diuji Sinyal Hati-Hati

Emiten jasa transportasi ini menjadwalkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 23 Oktober 2026, dengan record date pada 4 November 2026 dan distribusi saham bonus pada 25 November 2026. Manajemen menyebut aksi ini bertujuan memperkuat struktur permodalan, memberi manfaat bagi pemegang saham, serta meningkatkan likuiditas perdagangan saham. Setelah aksi ini, total saham beredar PPGL naik menjadi maksimal 1.285.296.700 saham.

Aspek

MBMA

PPGL

Jenis aksi

Buyback saham

Saham bonus

Nilai atau rasio

Hingga Rp1,38 triliun

Rasio 6:4

Jumlah saham

Maksimal 1,46 miliar

Maksimal 514.118.680

Tujuan utama

Menstabilkan harga, menjaga kepercayaan investor

Memperkuat modal, menambah likuiditas

Jadwal

Paling lambat 16 Desember 2026

Distribusi 25 November 2026

Makna Aksi Korporasi bagi Investor Saham AS

Kedua langkah ini merupakan contoh aksi korporasi yang juga sering dijumpai di pasar saham AS. Buyback, misalnya, bukan hal baru di bursa Amerika Serikat. Apple (AAPL) dikenal rutin membeli kembali sahamnya dalam skala besar sebagai salah satu cara mengembalikan nilai kepada pemegang saham.

Kaitan lain datang dari lini bisnis MBMA sebagai produsen nikel untuk baterai kendaraan listrik. Permintaan bahan baku seperti ini berhubungan dengan tren adopsi mobil listrik yang didorong produsen seperti Tesla (TSLA), sementara di bursa AS produsen bahan baku baterai seperti Albemarle (ALB) bergerak di sektor yang serupa. Memahami aksi korporasi membantu investor menilai bagaimana keputusan sebuah perusahaan dapat memengaruhi jumlah saham beredar dan pergerakan harga di pasar.

Sumber

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Setya Mahardika
Ditulis oleh
Setya Mahardika
Setya Mahardika memimpin editorial untuk konten pasar AS dan berita Gotrade. Dengan pengalaman 4+ tahun di fintech dan industri terkait lainnya, ia memverifikasi setiap artikel terhadap sumber primer, laporan keuangan perusahaan, data bursa, dan rilis resmi sebelum tayang. Fokusnya adalah akurasi dan kejelasan sumber, agar investor Indonesia dapat mempercayai apa yang mereka baca sebelum berinvestasi.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left

Welcome Reward hingga $1.888

Buat akun dan trading saham AS di Gotrade

*Syarat dan ketentuan berlaku