Harga Minyak Melonjak, Saham Energi AS Menguat

Setya MahardikaSetya MahardikaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra
AI-powered contentSome parts of this article are powered by AI.

Bagikan artikel

Harga Minyak Melonjak, Saham Energi AS Menguat

Key Takeaways

  • Brent menyentuh sekitar US$97,5 dan WTI di atas US$92 per barel akibat risiko pasokan dari Selat Hormuz.
  • Sektor energi menjadi penggerak terkuat di indeks S&P 500, sementara pasar secara keseluruhan bergerak hati-hati.
  • Iran menyebut pakta jalur aman dengan Oman sudah masuk tahap akhir, faktor yang perlu dipantau investor pekan ini.

Gotrade News - Harga minyak dunia melonjak ke level tertinggi dalam beberapa bulan terakhir, dengan Brent bertengger di sekitar US$97,5 per barel pada Selasa (8/9). Menurut data Trading Economics, Brent sudah naik lebih dari 11% dalam sebulan dan hampir 47% dalam setahun terakhir.

Pemicunya adalah memanasnya kembali ketegangan di Selat Hormuz, jalur pelayaran minyak paling strategis di dunia. Dilansir Bloomberg Technoz, harga minyak telah naik lebih dari 30% sejak konflik pecah pada akhir Februari.

Ketegangan Selat Hormuz Jadi Pemicu Utama

Ketegangan meningkat setelah AS melancarkan serangan terhadap kapal tanker Iran, yang memicu kekhawatiran gangguan pasokan berkepanjangan. Menteri Energi AS Chris Wright, seperti dikutip Bloomberg Technoz, menyebut sekitar 8 juta barel minyak per hari mengalir keluar dari Teluk Persia melalui jalur tersebut.

Baca juga: Apple Gelar Event Hari Ini, iPhone Lipat US$2.000 Dinanti

Di sisi lain, Iran menyatakan kesepakatan dengan Oman untuk membuka jalur pelayaran sementara di Selat Hormuz telah memasuki tahap akhir. Jika terwujud, pakta ini berpotensi memperkuat kendali Teheran atas perairan strategis itu sekaligus menambah ketidakpastian bagi arus perdagangan energi global.

Dampak ke Saham Energi AS

Bagi investor saham AS, lonjakan minyak ini memiliki dua sisi. Menurut T. Rowe Price, sektor energi mencatat kenaikan terkuat di indeks S&P 500 pekan ini seiring reli harga minyak.

Nama-nama besar sektor energi biasanya menjadi yang pertama merespons kenaikan harga minyak mentah. Saham seperti Exxon Mobil (XOM), Chevron (CVX), dan Occidental Petroleum (OXY) cenderung diuntungkan ketika harga jual yang lebih tinggi melebarkan margin.

Baca juga: Warga 17 Tahun Bakal Otomatis Punya Rekening Bank

Reaksi Pasar Tidak Merata

Meski begitu, dampaknya tidak seragam ke seluruh pasar. Indeks S&P 500 relatif datar, Dow Jones turun 0,27%, sedangkan Nasdaq naik 0,40%, menandakan investor memilah sektor yang diuntungkan dan yang tertekan biaya energi.

Sektor yang boros energi seperti maskapai penerbangan dan industri berat justru rentan tertekan oleh kenaikan biaya bahan bakar. Kondisi ini menempatkan harga minyak sebagai salah satu faktor makro paling menentukan arah pasar dalam waktu dekat.

Untuk saat ini, arah harga minyak akan sangat bergantung pada perkembangan di Selat Hormuz dan realisasi pakta Iran dengan Oman. Investor perlu memantau kabar geopolitik ini sebagai penentu berikutnya bagi sektor energi maupun sentimen pasar secara luas.

Sumber

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Setya Mahardika
Ditulis oleh
Setya Mahardika
Setya Mahardika memimpin editorial untuk konten pasar AS dan berita Gotrade. Dengan pengalaman 4+ tahun di fintech dan industri terkait lainnya, ia memverifikasi setiap artikel terhadap sumber primer, laporan keuangan perusahaan, data bursa, dan rilis resmi sebelum tayang. Fokusnya adalah akurasi dan kejelasan sumber, agar investor Indonesia dapat mempercayai apa yang mereka baca sebelum berinvestasi.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left

Welcome Reward hingga $1.888

Buat akun dan trading saham AS di Gotrade

*Syarat dan ketentuan berlaku