Harga Minyak Mendekati USD 97 Imbas Ketegangan Iran
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Share this article
Gotrade News - Harga minyak mentah Brent menanjak mendekati USD 97 per barel pada sesi perdagangan Selasa, 3 Juni 2026. Kenaikan ini menjadi sesi ketiga berturut-turut imbas memanasnya ketegangan Amerika Serikat dan Iran di Timur Tengah.
Pelaku pasar memberikan premi risiko geopolitik yang lebih tinggi karena negosiasi damai antara Washington dan Teheran masih buntu. Lonjakan harga minyak menekan saham maskapai sekaligus mengangkat saham produsen energi global.
Poin Utama
Brent mendekati USD 97 per barel pada sesi ketiga kenaikan beruntun.
AS menyerang Pulau Qeshm setelah Iran meluncurkan rudal balistik ke negara tetangga.
Analis memproyeksikan harga minyak bertahan di rentang USD 90 hingga USD 100.
Menurut Bloomberg, indeks FTSE 100 bergerak stabil meski tensi di Timur Tengah memberikan dorongan signifikan ke harga minyak. Reli minyak ini juga memicu rotasi sektoral di pasar saham Eropa pada perdagangan pagi.
Dilansir Axios, Iran meluncurkan rudal balistik ke beberapa negara tetangga pada Selasa pagi waktu setempat. Sebagai balasan, militer AS melancarkan serangan ke Pulau Qeshm yang menjadi titik strategis di Selat Hormuz.
Premi Risiko Selat Hormuz
Selat Hormuz merupakan jalur transit sekitar seperlima pasokan minyak global setiap harinya. Gangguan di jalur ini secara historis memberikan tekanan tajam pada pasokan dan mendorong harga minyak melonjak.
Level harga saat ini sebenarnya jauh lebih rendah dibandingkan puncak konflik beberapa bulan terakhir. Brent sempat melonjak dari USD 72 pada 27 Februari menuju hampir USD 120 pada puncaknya, sebelum kembali terkoreksi.
Presiden Donald Trump menyatakan negosiasi dengan Iran masih berjalan meski eskalasi militer terus berlangsung. AS dan Iran dilaporkan telah menyepakati sebagian besar isi memorandum jeda permusuhan selama 60 hari.
Namun pelaku pasar tetap waspada karena kesepakatan tersebut belum final di atas kertas. Volatilitas harga minyak diperkirakan bertahan tinggi hingga ada kejelasan resmi dari kedua belah pihak.
Dampak Ke Saham Energi
Reli harga minyak biasanya memberikan dorongan langsung kepada margin produsen energi terintegrasi. Saham seperti Exxon Mobil (XOM) dan Chevron (CVX) kerap menjadi penerima manfaat utama saat premi risiko geopolitik meningkat.
Produsen shale fokus seperti Occidental Petroleum (OXY) juga berpotensi mencatat ekspansi margin di kuartal berjalan. Sensitivitas saham ini terhadap harga Brent secara umum lebih tinggi dibandingkan rata-rata pemain integrated oil.
Analis memperkirakan harga minyak akan bertahan di rentang USD 90 hingga USD 100 untuk beberapa bulan ke depan. Rentang ini diperkirakan bertahan sampai ada kejelasan terkait kesepakatan damai yang lebih permanen.
Bagi investor ritel, kondisi ini membuka peluang sekaligus risiko di sektor energi global. Diversifikasi tetap penting karena harga minyak sangat sensitif terhadap perkembangan diplomatik yang sulit diprediksi.
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.