Gotrade News - IHSG ditutup anjlok 1,85% ke level 6.599 pada perdagangan Senin, 18 Mei 2026. Sebanyak 616 saham berguguran dengan saham konglomerat DSSA, TPIA, dan CUAN memimpin koreksi sebagai top losers.
Pelemahan dipicu aksi jual asing yang masih deras menjelang rebalance indeks FTSE dan MSCI. Tekanan ini berpotensi merembet ke proksi ekuitas Indonesia di bursa AS serta sentimen pasar negara berkembang Asia.
Key Takeaways
- IHSG melemah 1,85% ke 6.599 dengan intraday low menyentuh level 6.400.
- DSSA, TPIA, dan CUAN jadi top losers di tengah kekhawatiran rebalance FTSE/MSCI.
- Rupiah cetak rekor terlemah baru di Rp 17.491/USD seiring aksi jual asing berlanjut.
Aksi Jual Asing Memimpin Koreksi
Menurut Katadata, saham konglomerat DSSA, TPIA, dan CUAN memimpin pelemahan akibat kekhawatiran rebalance indeks global. Ketiganya disebut berisiko terdepak dari indeks FTSE dan MSCI pada periode Mei 2026.
Aksi jual asing yang deras juga menekan saham bank jumbo seperti BBRI, BMRI, BBNI, dan BBCA. Tekanan ini membuat sektor keuangan ikut menjadi penekan utama indeks pada sesi perdagangan hari ini.
Dilansir Bloomberg Technoz, pelemahan IHSG sempat menyusut berkat saham-saham bigcaps yang menahan koreksi di sesi penutupan. Namun intraday low IHSG sempat menembus level 6.400 sebelum rebound terbatas.
Bagi investor global, eksposur Indonesia paling langsung tercermin di iShares MSCI Indonesia ETF (EIDO). Aliran keluar dana asing di IDX biasanya berbanding lurus dengan tekanan harga pada ETF tersebut di bursa New York.
Sentimen serupa juga membayangi proksi pasar negara berkembang seperti Vanguard FTSE Emerging Markets ETF (VWO). Rebalance FTSE yang menjadi pemicu di Jakarta memiliki dampak komposisi yang sama pada indeks EM global.
Risiko yang Membayangi
Melansir Kumparan, Bursa Efek Indonesia menegaskan ketidakpastian pasar masih tinggi pada periode saat ini. BEI mengimbau investor mencermati fundamental emiten alih-alih bereaksi pada gejolak jangka pendek.
Rupiah juga mencetak rekor terlemah baru di Rp 17.491/USD pada perdagangan intraday Senin. Pelemahan mata uang ini memperberat tekanan pada saham bank dan emiten dengan eksposur utang dalam dolar AS.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta investor tidak panik menyikapi koreksi indeks. Ia bahkan menyarankan investor memanfaatkan momentum untuk serok saham di harga bawah.
Pasar kini menanti hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pekan ini sebagai katalis kunci berikutnya. Hasil rapat akan menentukan arah suku bunga acuan di tengah tekanan rupiah dan arus modal asing.
Bagi investor yang ingin lindung nilai lewat saham AS, bank global seperti JPMorgan Chase (JPM) kerap dipantau sebagai termometer risiko pasar berkembang. Eksposur kredit JPM ke Asia memberi sinyal awal tentang persepsi risiko regional.
Sumber
- IHSG Melorot ke Level 6.599, Saham Konglomerat DSSA, TPIA dan CUAN Top Loser (Katadata)
- Pelemahan IHSG Menyusut Berkat Saham-saham Ini (Bloomberg Technoz)
- BEI Buka Suara soal IHSG Ambles 4 Persen: Ketidakpastian Pasar Masih Tinggi (Kumparan)
- IHSG Ditutup Anjlok 1,85 Persen, Rupiah Tembus Rekor Terlemah Baru (Kompas Money)












