IHSG Awal Pekan Diramal Terbelah, Abu Vulkanik Dicermati

Gotrade News - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali pekan ini dengan proyeksi yang terbelah di kalangan analis, setelah ditutup melemah 0,47% ke level 6.636 pada perdagangan Jumat (4/9). Sepanjang pekan lalu indeks justru menguat 1,82% dan mencatat aliran dana asing masuk bersih Rp1,6 triliun.
Menurut IDX Channel, arah IHSG awal pekan dibayangi sejumlah sentimen, mulai dari kebijakan buyback obligasi Pemerintah AS hingga sentimen abu vulkanik erupsi Anak Krakatau yang diminta untuk dicermati investor. Perbedaan pandangan antarsekuritas membuat rentang pergerakan indeks pekan ini cukup lebar.
Key Takeaways
- Analis terbelah, Mirae Asset memproyeksi IHSG menguat sementara MNC dan Pilarmas mewaspadai koreksi.
- Sentimen abu vulkanik Anak Krakatau menjadi faktor domestik yang dicermati pelaku pasar.
- Data tenaga kerja AS yang kuat memicu kekhawatiran kenaikan suku bunga The Fed pada September.
Proyeksi Bullish Mirae Asset ke 6.780
Menurut kumparan, Mirae Asset Sekuritas memperkirakan IHSG bergerak pada rentang 6.695 hingga 6.780 saat pembukaan. Analis Mirae Asset, M. Nafan Aji Gusta, menilai indeks berada dalam fase bullish momentum sekaligus membentuk tren naik, ditopang indikator teknikal seperti crossover bullish pada moving average 20 dan 60 hari.
Untuk pilihan saham, Mirae Asset merekomendasikan ADMR, ASSA, dan DSNG. Nafan mencatat volume perdagangan sempat menurun meski sinyal Stochastic dan RSI masih menunjukkan arah positif.
MNC dan Pilarmas Waspadai Koreksi di 6.578
Sebaliknya, Herditya Wicaksana dari MNC Sekuritas menilai IHSG rawan terkoreksi dengan area terdekat di 6.578 hingga 6.626, seperti dilansir Liputan6. MNC menempatkan support di 6.561 dan 6.476, dengan resistance di 6.705 dan 6.755.
PT Pilarmas Investindo Sekuritas memproyeksi pelemahan yang lebih terbatas dengan rentang 6.600 hingga 6.710 dan menyodorkan ADRO sebagai salah satu pilihan. Herditya juga memberikan sejumlah rekomendasi teknikal jangka pendek berikut.
| Saham | Sinyal | Area Entry | Target | Stoploss |
| AMRT | Trading Buy | 1.280-1.300 | 1.345-1.365 | <1.270 |
| ELSA | Buy on Weakness | 695-720 | 780-830 | <660 |
| SSMS | Buy on Weakness | 1.065-1.165 | 1.265-1.365 | <1.020 |
| INDY | Sell on Strength | 2.820-2.910 | koreksi 2.470-2.640 | - |
Seluruh rekomendasi tersebut merupakan pandangan masing-masing sekuritas, bukan ajakan membeli atau menjual dari Gotrade. Investor disarankan mempertimbangkan profil risiko sebelum mengambil keputusan.
Sentimen Abu Vulkanik dan Arah Suku Bunga The Fed
Dari dalam negeri, David Kurniawan, analis PT Indo Premier Sekuritas, meminta investor mencermati sentimen abu vulkanik erupsi Anak Krakatau sebagai salah satu faktor domestik pekan ini. Ia juga menyoroti rencana Departemen Keuangan AS menaikkan buyback obligasi tenor panjang dari maksimal USD2 miliar menjadi minimal USD4 miliar per operasi mulai 9 September untuk menjaga likuiditas.
Dari sisi global, kumparan mencatat data nonfarm payrolls AS periode Agustus bertambah 162.000, jauh di atas konsensus 56.000. Angka tersebut memicu kekhawatiran The Fed menaikkan suku bunga pada pertemuan September, sentimen yang turut membebani Wall Street dan berpotensi memengaruhi arus dana ke pasar negara berkembang.
Sumber
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.














