IHSG Dibuka Melemah ke Level 6.533 (Awal Pekan, Tertekan Sentimen Global)

Key Takeaways
IHSG dibuka melemah tipis menjelang keputusan suku bunga global, turun 0,11% ke level 6.533,87
Phintraco Sekuritas memprediksi IHSG akan bergerak sideways di rentang 6.450 hingga 6.700
Indeks utama AS menguat pada Jumat (11/9), S&P 500 (+0,9%), Dow Jones (+1,0%), dan Nasdaq (+1,0%)
Gotrade News - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah 0,11% ke level 6.533,87 pada perdagangan Senin (14/9), turun 7,51 poin dari penutupan akhir pekan lalu di 6.541,38. Menurut Kumparan, pada pukul 09.00 WIB volume transaksi mencapai 729,67 juta saham dengan nilai Rp 421,94 miliar, sementara rupiah dibuka melemah 0,11% ke Rp 17.590 per dolar AS.
Pelemahan tipis di awal pekan ini terjadi saat pelaku pasar menahan diri menjelang keputusan suku bunga tiga bank sentral utama dunia. Dilansir Warta Ekonomi, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG bergerak sideways di rentang 6.450 hingga 6.700 sepanjang pekan ini karena pasar menunggu keputusan The Fed (16 September), Bank of England (17 September), dan Bank of Japan (18 September).
Bursa Asia Variatif, Hang Seng dan Shanghai Ikut Melemah
Sentimen global yang beragam juga tercermin dari bursa Asia Pasifik pagi ini. Menurut Kumparan, Nikkei 225 Jepang naik 0,41% ke 64.276,82 dan Straits Times Singapura menguat 0,15% ke 5.698,29, sementara Hang Seng Hong Kong turun 0,35% ke 24.718,15 dan SSE Composite China melemah 0,60% ke 3.910,92.
Di dalam negeri, Warta Ekonomi mencatat hingga pukul 09.21 WIB IHSG melanjutkan pelemahan ke 6.532,61 atau turun 0,13%, dengan 249 saham menguat, 143 melemah, dan 571 stagnan. Untuk pekan ini, Phintraco Sekuritas menempatkan ANTM, ASII, EMAS, MDKA, dan ISAT sebagai saham pilihannya.
Wall Street Rebound Jumat, Tetap Turun Sepekan
Dari Amerika Serikat, Wall Street justru ditutup menguat pada Jumat (11/9) setelah harga minyak mereda dan data inflasi AS keluar sesuai ekspektasi ekonom. Melansir laporan Associated Press yang dimuat ABC News, S&P 500 naik 0,9% ke 7.656,98, Dow Jones menguat 1% ke 52.573,29, dan Nasdaq bertambah 1% ke 26.333,04, seiring harga minyak Brent yang turun hampir 3%.
Indeks | Penutupan Jumat (11/9) | Perubahan harian | Perubahan sepekan |
|---|---|---|---|
S&P 500 | 7.656,98 | +0,9% | -0,8% |
Dow Jones | 52.573,29 | +1,0% | -1,6% |
Nasdaq Composite | 26.333,04 | +1,0% | -0,7% |
Russell 2000 | 2.903,94 | +0,4% | -2,4% |
Meski demikian, rebound tersebut belum menghapus koreksi sepekan, dengan S&P 500 masih turun 0,8%, Dow Jones 1,6%, dan Nasdaq 0,7% menurut data ABC News yang sama. Warta Ekonomi menambahkan inflasi AS Agustus tercatat 3,4% secara tahunan dan indeks sentimen konsumen Michigan September berada di 47,8, sementara harga emas naik 1,1% ke US$4.363 per troy ons pada penutupan Jumat.
Keputusan The Fed 16 September Jadi Penentu Arah Saham AS
Bagi investor saham AS, arah suku bunga acuan The Fed pada Rabu (16/9) menjadi katalis utama pekan ini. Sektor perbankan seperti JPMorgan Chase (JPM) sensitif terhadap ekspektasi suku bunga, emiten energi seperti Exxon Mobil (XOM) bergerak mengikuti harga minyak yang baru saja mereda, sementara saham teknologi berkapitalisasi besar seperti Apple (AAPL) merupakan komponen berbobot besar di Nasdaq yang naik 1% pada Jumat.
Dengan IHSG yang dibuka tipis di bawah 6.541 dan proyeksi sideways dari Phintraco Sekuritas, hasil rapat The Fed berpotensi menentukan apakah indeks bertahan di rentang 6.450 hingga 6.700 atau menembus salah satu batasnya pada paruh kedua pekan.
Sumber
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.














