IHSG Diproyeksi Menguat, Wall Street Tertekan The Fed

Setya MahardikaSetya MahardikaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra
AI-powered contentSome parts of this article are powered by AI.

Bagikan artikel

IHSG Diproyeksi Menguat, Wall Street Tertekan The Fed

Key Takeaways

  • IHSG diproyeksi menguat menguji 6.500-6.550 pada 18 September 2026, melanjutkan kenaikan 0,40% ke 6.462,43.

  • The Fed menaikkan suku bunga 25 basis poin ke 3,75-4,00%, kenaikan pertama dalam lebih dari dua tahun.

  • Wall Street tertekan: Dow turun 1,2%, S&P 500 melemah 0,5%, dengan saham energi XOM dan OXY memimpin koreksi.

Gotrade News - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak menguat pada perdagangan Kamis (18/9/2026), menguji level 6.500-6.550, setelah ditutup naik 0,40% ke posisi 6.462,43 pada sesi sebelumnya. Penguatan bursa domestik ini berlangsung di tengah tekanan pasar global menyusul keputusan bank sentral Amerika Serikat menaikkan suku bunga acuannya.

Menurut kumparan, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG cenderung menguat menguji level 6.500-6.550, ditopang indikator teknikal Stochastic RSI yang membentuk Golden Cross di area jenuh jual (oversold). Adapun Pilarmas Sekuritas memproyeksikan pergerakan lebih terbatas dengan rentang support dan resistance di 6.400-6.535.

Kenaikan Suku Bunga The Fed Tekan Wall Street

Sentimen pasar global saat ini didominasi oleh keputusan Federal Reserve. Dilansir Yahoo Finance, The Fed menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,75-4,00%, kenaikan pertama dalam lebih dari dua tahun. Proyeksi terbaru bank sentral menunjukkan 16 dari 18 pembuat kebijakan memperkirakan setidaknya satu kali kenaikan seperempat poin lagi hingga akhir tahun.

Baca juga: Akuisisi 30% Saham Bayan (BYAN) oleh Haji Isam, Saham Tembus ARA

Nada hawkish tersebut menekan tiga indeks utama Wall Street pada penutupan 17 September 2026. Indeks Dow Jones Industrial Average anjlok 631,21 poin atau 1,2% ke 51.461,9, sedangkan S&P 500 melemah 33,92 poin atau 0,5% ke 7.551,81. Nasdaq Composite relatif bertahan, hanya turun tipis 3,15 poin ke 25.978,43.

Indeks Wall Street

Penutupan 17 Sep 2026

Perubahan

Dow Jones Industrial Average

51.461,9

-631,21 (-1,2%)

S&P 500

7.551,81

-33,92 (-0,5%)

Nasdaq Composite

25.978,43

-3,15 poin

Saham Energi AS Pimpin Koreksi: XOM dan OXY

Tekanan paling dalam datang dari sektor energi. Menurut Yahoo Finance, Energy Select Sector SPDR (XLE) turun 3%, diikuti sektor finansial (XLF) yang melemah 1,6%. Saham Exxon Mobil (XOM) merosot 3,5%, sementara Occidental Petroleum (OXY) ambles 6,6% dan menjadi salah satu pelemahan terdalam di indeks.

Sebaliknya, sektor teknologi menjadi kelompok paling defensif. Technology Select Sector SPDR (XLK) naik tipis 0,1% saat sektor lain memerah, sehingga saham teknologi berkapitalisasi besar seperti Nvidia (NVDA) relatif lebih tahan terhadap kenaikan suku bunga dibanding saham energi dan finansial.

Baca juga: Gotrade Daily: Reli Chip Diuji Sinyal Hati-Hati

Suku Bunga Tinggi Jadi Katalis Utama Saham AS

Arah kebijakan The Fed menjadi katalis utama yang perlu dicermati sepanjang sisa tahun ini. Suku bunga yang lebih tinggi cenderung menekan valuasi saham dan menaikkan biaya utang, dengan dampak paling terasa pada sektor komoditas dan finansial. Dengan mayoritas pejabat The Fed masih membuka ruang kenaikan lanjutan, volatilitas pasar diperkirakan berlanjut, sehingga diversifikasi dan disiplin manajemen risiko menjadi kunci.

Sumber

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Setya Mahardika
Ditulis oleh
Setya Mahardika
Setya Mahardika memimpin editorial untuk konten pasar AS dan berita Gotrade. Dengan pengalaman 4+ tahun di fintech dan industri terkait lainnya, ia memverifikasi setiap artikel terhadap sumber primer, laporan keuangan perusahaan, data bursa, dan rilis resmi sebelum tayang. Fokusnya adalah akurasi dan kejelasan sumber, agar investor Indonesia dapat mempercayai apa yang mereka baca sebelum berinvestasi.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left

Welcome Reward hingga $1.888

Buat akun dan trading saham AS di Gotrade

*Syarat dan ketentuan berlaku