Rekomendasi Saham Analis IHSG Jumat Usai Reli 1,81%

Gotrade News - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup sesi Kamis (27/8) di level 6.521, menguat 116,07 poin atau 1,81%, dan kini pelaku pasar menanti arah rekomendasi saham untuk perdagangan Jumat (28/8) yang diproyeksikan bergerak mixed. Melansir Katadata, penguatan tersebut menembus resistance minor di 6.508 sekaligus mempertahankan posisi indeks di atas garis rata-rata pergerakan 20 hari (MA20). Reli ini terjadi di tengah kelegaan pasar setelah situasi politik domestik kembali kondusif.
Key Takeaways
- IHSG ditutup di 6.521 pada Kamis (27/8), naik 1,81% dan bertahan di atas MA20.
- Proyeksi Jumat mixed: potensi lanjutan penguatan versus peluang koreksi yang diflagged MNC Sekuritas.
- Pasar menyoroti simposium Jackson Hole, pelemahan rupiah, dan rebalancing MSCI per 1 September.
Untuk sesi Jumat, Dilansir Kumparan, IHSG diproyeksikan membuka perdagangan di sekitar level 6.552. Menurut Katadata, potensi lanjutan penguatan masih terbuka selama support di 6.435 mampu bertahan. Level kunci yang menjadi acuan mencakup support di 6.435, 6.352, dan 6.230, dengan resistance di 6.545 dan 6.666.
Namun arah pasar tidak seragam. Melansir IDXChannel, MNC Sekuritas justru memproyeksikan potensi koreksi indeks ke rentang 6.290 hingga 6.394, meski dengan ruang upside menuju 6.666. Kombinasi proyeksi lanjutan penguatan dan flag koreksi inilah yang membuat outlook Jumat terbaca netral bagi pelaku pasar.
Rekomendasi Saham dari Tiga Sekuritas
Sejumlah sekuritas merilis daftar saham pilihan untuk sesi Jumat. Menurut Kumparan, Mirae Asset Sekuritas melalui analis Nafan Aji Gusta menjagokan BKSL, DEWA, dan LSIP, dengan alasan terbentuknya positive crossover pada MA20 dan MA60, sinyal positif Stochastics, serta RSI yang berpotensi golden cross. Nafan menilai kejelasan politik memberikan kelegaan bagi pelaku pasar.
MNC Sekuritas menyodorkan DEWA, ENRG, ICBP, dan PTRO. Dilansir IDXChannel, ICBP direkomendasikan dengan strategi buy on weakness setelah harga penutupan sebelumnya berada di Rp7.950, naik 1,27% dan didominasi volume beli. Sementara Binaartha Sekuritas melalui Ivan Rosanova menjagokan ADMR di Rp1.760, ANTM di Rp3.230, BMRI di Rp4.280, BUMI di 195, dan UNTR di Rp25.100, dengan alasan indikator MACD yang menunjukkan momentum bullish dan berpotensi menguji 6.545 menurut Katadata.
| Sekuritas | Saham Rekomendasi |
| Mirae Asset Sekuritas (Nafan Aji Gusta) | BKSL, DEWA, LSIP |
| MNC Sekuritas | DEWA, ENRG, ICBP, PTRO |
| Binaartha Sekuritas (Ivan Rosanova) | ADMR, ANTM, BMRI, BUMI, UNTR |
Perlu dicatat, seluruh rekomendasi di atas merupakan pandangan masing-masing sekuritas yang disebutkan, bukan saran investasi dari Gotrade. Pergerakan saham individu tetap bergantung pada dinamika pasar dan kondisi masing-masing emiten.
Sentimen Wall Street dan Jackson Hole
Dari eksternal, sentimen global turut menopang pergerakan indeks. Menurut Kumparan, bursa Wall Street menguat dengan indeks Nasdaq naik lebih dari 1,5%, ditopang laporan keuangan Nvidia (NVDA) yang memperkuat sentimen sektor teknologi. Penguatan ini menjadi katalis positif bagi bursa Asia, termasuk Indonesia.
Kendati demikian, ketidakpastian arah kebijakan The Fed masih membayangi. Dilansir Kumparan, inflasi core PCE Amerika Serikat masih berada di atas target 2%, sehingga pasar menanti sinyal dari simposium Jackson Hole, dengan pidato Kevin Warsh yang menjadi salah satu sorotan pelaku pasar. Sementara itu, nilai tukar rupiah melemah 0,11% ke Rp17.744 per dolar AS menurut Katadata.
Sentimen Domestik dan Rebalancing MSCI
Dari dalam negeri, stabilitas politik menjadi penopang utama. Melansir Kumparan, situasi politik kembali kondusif setelah aksi di DPR pada 27 Agustus berlangsung damai, sementara UU Perampasan Aset ditargetkan disahkan pada 15 Desember 2026. Faktor ini memberikan sentimen positif bagi pelaku pasar dalam menjaga posisi indeks.
Selain itu, pelaku pasar juga mencermati rebalancing indeks MSCI yang efektif berlaku mulai 1 September 2026. Menurut Kumparan, GOTO dan CPIN dikeluarkan dari MSCI Global Standard Index dalam penyesuaian tersebut, yang berpotensi mempengaruhi arus dana di saham-saham terkait pada perdagangan mendatang.
Sumber
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.












