Gotrade News - Bursa saham Amerika Serikat kompak menguat pada perdagangan Kamis (27/8), dengan indeks Nasdaq Composite melonjak 1,57% ke level 26.541,35. Reli sesi ini dipimpin sektor teknologi setelah sentimen positif atas prospek pendapatan Nvidia (NVDA) menyebar ke saham chip dan perangkat lunak.
Menurut Kumparan, indeks S&P 500 naik 0,72% ke 7.730,99 dan Dow Jones bertambah 0,20% ke 53.569,44. Bagi investor Indonesia yang memegang saham AS lewat Gotrade, sesi ini memperlihatkan bagaimana satu katalis emiten besar mampu mengangkat eksposur teknologi secara luas.
Key Takeaways
Nasdaq memimpin dengan kenaikan 1,57%, sementara sektor teknologi S&P 500 menguat 3,4% dalam satu sesi.
Reli melebar jauh dari Nvidia ke saham software dan chip, dari Salesforce hingga Broadcom.
Analis menilai arus dana kembali masuk ke teknologi, meski ada catatan soal pembiayaan sirkular.
Pemicu utama reli adalah proyeksi Nvidia yang jauh di atas ekspektasi pasar. Melansir Katadata, produsen chip itu memproyeksikan pertumbuhan pendapatan sekitar 70% untuk tahun fiskal yang berakhir Januari 2028, jauh melampaui perkiraan analis di kisaran 44%.
Kenaikan tidak berhenti di Nvidia, melainkan menyeret hampir seluruh papan teknologi. Salesforce (CRM) melonjak 22% ditopang prospek pendapatan dan penguatan kemitraan dengan Anthropic, sementara CrowdStrike (CRWD) naik 20,5% pada sesi yang sama.
Saham chip juga ikut terangkat oleh euforia permintaan komputasi AI. Broadcom (AVGO) menguat 4,5% dan Intel bertambah 4%, seperti dilaporkan Katadata dalam rekap perdagangan yang sama.
Saham / Indeks
Perubahan Sesi
Nasdaq Composite
+1,57%
Sektor Teknologi S&P 500
+3,4%
Salesforce (CRM)
+22%
CrowdStrike (CRWD)
+20,5%
Palo Alto Networks (PANW)
+13%
Broadcom (AVGO)
+4,5%
Intel (INTC)
+4%
Sejumlah analis menilai momentum ini mencerminkan rotasi dana yang kembali ke sektor teknologi. Menurut Brett Ewing, Chief Market Strategist di First Franklin Financial Services yang dikutip Kumparan, teknologi sedang menarik hampir seluruh arus modal karena ekspektasi ekspansi AI yang berlanjut.
Pandangan serupa disampaikan Matt Miskin, Co-chief Investment Strategist di Manulife John Hancock Investments. Ia menilai fundamental AI tetap kuat, sehingga kombinasi laba solid dan panduan ke depan mendorong pelaku pasar berputar kembali ke teknologi.
Meski begitu, tidak semua sinyal berwarna hijau. Melissa Brown, Global Head of Investment Decision Research di SimCorp, mengingatkan bahwa belakangan muncul perbincangan soal pembiayaan sirkular di antara para hyperscaler, sebuah faktor yang perlu dicermati investor jangka panjang.
Reli teknologi juga berlangsung di tengah kehati-hatian menjelang agenda kebijakan moneter. Investor mencermati arah imbal hasil obligasi menjelang pidato Ketua The Fed di simposium Jackson Hole, sementara klaim pengangguran mingguan AS turun untuk pekan kedua beruntun.
Bagi pengguna Gotrade di Indonesia, reli ini relevan karena eksposur ke saham teknologi AS kini bisa diakses lewat pembelian fraksional. Namun penguatan ini merupakan gerak satu sesi, dan sentimen pasar bisa berubah seiring hasil pertemuan bank sentral serta rilis data ekonomi berikutnya.
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.
Setya Mahardika memimpin editorial untuk konten pasar AS dan berita Gotrade. Dengan pengalaman 4+ tahun di fintech dan industri terkait lainnya, ia memverifikasi setiap artikel terhadap sumber primer, laporan keuangan perusahaan, data bursa, dan rilis resmi sebelum tayang. Fokusnya adalah akurasi dan kejelasan sumber, agar investor Indonesia dapat mempercayai apa yang mereka baca sebelum berinvestasi.
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.