Gotrade News - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 17,77 poin atau 0,24% ke level 7.541,61 pada Rabu (22/04). Indeks bergerak dalam rentang 7.513,94 hingga 7.578,05 sepanjang sesi perdagangan.
Pelemahan terjadi meski delapan dari sebelas sektor mencatatkan penguatan. Sektor transportasi memimpin kenaikan dengan lonjakan 4,76%, diikuti consumer cyclical 1,21% dan industrials 1,14%.
Key Takeaways:
- IHSG turun 0,24% ke 7.541,61 dengan nilai transaksi Rp18,01 triliun
- BDMN meroket 25% ke Rp3.850 di tengah spekulasi merger dengan MUFG
- 8 dari 11 sektor menguat, dipimpin transportasi +4,76%
Total volume perdagangan mencapai 49,36 miliar saham dengan frekuensi 2,94 juta transaksi. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp18,01 triliun pada hari ini.
Sebanyak 440 saham menguat, sementara 240 saham melemah dan 141 saham stagnan. Komposisi ini menunjukkan pasar relatif seimbang meski indeks ditutup merah.
BDMN Meroket, DSSA Terpuruk
Saham Bank Danamon (BDMN) menjadi top gainer dengan lonjakan 25% ke Rp3.850. Kenaikan ini dipicu spekulasi merger antara Danamon dengan induk usahanya, MUFG.
Di sisi lain, DSSA memimpin pelemahan dengan penurunan 9,71% ke Rp2.510. BREN juga terkoreksi tajam sebesar 9,62% ke Rp5.400.
Saham paling aktif berdasarkan nilai transaksi adalah BBRI senilai Rp725,90 miliar. BBCA menyusul di posisi kedua dengan Rp620,10 miliar, diikuti KOTA sebesar Rp598,66 miliar.
Indeks Acuan Lain Bervariasi
LQ45 turun 1,04% ke 735,97, sementara IDX30 bergerak tipis naik 0,19% ke 401,42. JII juga melemah 0,88% ke 515,13 pada penutupan perdagangan.
Sektor yang mencatatkan pelemahan adalah bahan baku turun 0,68% dan energi turun 0,16%. Sektor properti juga terkoreksi tipis sebesar 0,03%.
Bagi investor saham AS, pergerakan pasar Indonesia menjadi indikator sentimen kawasan Asia Tenggara. S&P 500 ETF (SPY) dapat dijadikan pembanding kinerja indeks global.












