Gotrade News - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencetak rekor penutupan baru di level 6.319,61 pada perdagangan Selasa (04/08), menguat 85,11 poin atau 1,37 persen. Penguatan ditopang aksi beli yang merata, dengan 420 saham bergerak di zona hijau berbanding 234 saham yang melemah dan 309 lainnya stagnan.
Menurut IDX Channel, volume transaksi pada sesi tersebut mencapai 32,19 miliar saham dengan nilai transaksi Rp12,86 triliun dan frekuensi 2,11 juta kali. Kapitalisasi pasar bursa tercatat menembus Rp11.030 triliun seiring reli indeks.
Sektor Properti Pimpin Penguatan 2,72 Persen
Sebanyak 9 dari 11 indeks sektoral menutup sesi di teritori positif. Sektor Real Estate atau Properti memimpin penguatan dengan lonjakan 2,72 persen, diikuti sektor Barang Baku yang naik 2,17 persen dan sektor Transportasi sebesar 1,59 persen.
Dilansir Katadata, penguatan sektor properti turut ditopang saham PANI yang naik 3,23 persen ke level Rp6.400. Di jajaran saham dengan lonjakan tertinggi, IDX Channel mencatat ENZO melesat 34,85 persen ke Rp89, PADA menguat 26,85 persen ke Rp189, dan PRDL naik 25 persen ke Rp330.
Saham Bank BBCA, BBRI, dan BMRI Ramai Diburu
Aksi beli hari ini paling terasa di saham-saham bank besar, yang kembali menjadi tujuan utama dana investor. Mengutip Katadata, BBCA menjadi saham paling ramai ditransaksikan dengan nilai Rp892,39 miliar, diikuti BBRI sebesar Rp579,56 miliar dan BMRI senilai Rp512,01 miliar. Di luar sektor perbankan, saham TPIA dan BULL juga cukup aktif diperdagangkan, masing-masing dengan nilai Rp518,47 miliar dan Rp331,34 miliar.
Saham
Nilai Transaksi
BBCA
Rp892,39 miliar
BBRI
Rp579,56 miliar
TPIA
Rp518,47 miliar
BMRI
Rp512,01 miliar
BULL
Rp331,34 miliar
Dari kawasan regional, bursa Asia bergerak variatif. Indeks Shanghai Composite dan Nikkei menguat tipis, sementara Hang Seng melemah 0,60 persen.
OJK Catat Net Buy Asing Rp1,62 Triliun Sepanjang Juli
Optimisme yang terlihat di pasar hari ini sebenarnya sudah terbaca dari data bulanan yang dirilis regulator. Melansir Katadata, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut tekanan jual dari investor asing mulai mereda sepanjang Juli 2026.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menjelaskan bahwa sepanjang Juli investor asing lebih banyak membeli ketimbang menjual, dengan nilai beli bersih (net buy) mencapai Rp1,62 triliun. "Tekanan jual investor asing di pasar saham juga mereda sepanjang Juli 2026, dengan tercatat posisi net buy investor asing senilai Rp1,62 triliun," ujar Fawzi.
Jumlah investor pasar modal pun terus bertambah, mencapai 30,06 juta orang pada Juli 2026 atau tumbuh 47,63 persen sejak awal tahun. Sepanjang bulan itu, IHSG ditutup di level 6.236,13, naik 10,51 persen dibanding bulan sebelumnya. Likuiditas pasar juga membaik, terlihat dari selisih harga beli dan jual (bid-ask spread) yang menyempit ke 1,33 persen dari sebelumnya 1,75 persen. Kombinasi data inilah yang menjadi fondasi bagi reli IHSG hingga menembus rekor pada awal Agustus.
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.
Setya Mahardika adalah SEO Specialist dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di industri SaaS, e-commerce, hingga fintech. Berfokus pada riset data dan optimasi konten untuk menjembatani audiens dengan berbagai literasi yang mudah dipahami.