Impor Minyak Rusia Hampir Final, Pertamina Siap Olah

Rendy Andriyanto
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Impor Minyak Rusia Hampir Final, Pertamina Siap Olah

Share this article

Gotrade News - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengonfirmasi bahwa kesepakatan impor minyak mentah dari Rusia hampir mencapai tahap final. Pernyataan ini disampaikan pada 16 April 2026 di Istana Merdeka setelah pertemuan bilateral dengan pejabat energi Rusia.


Key Takeaways:

  • Kesepakatan impor minyak mentah Rusia hampir final sementara LPG butuh 2-3 tahap negosiasi
  • Tiga perusahaan Rusia siap memasok: Rosneft, Ruschem Zahrubesneft, dan Lukoil
  • Pertamina menyatakan kilang domestik siap mengolah minyak mentah Rusia

"Rencana LPG masih butuh perjuangan dan dua sampai tiga tahap komunikasi, tapi untuk minyak mentah saya rasa sudah hampir final," kata Bahlil. Pernyataan ini muncul pasca pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Putin di Kremlin pada 13 April 2026.

Diskusi teknis berlanjut pada 14 April antara Bahlil dan Menteri Energi Rusia Sergey Tsivilev. Rusia menyatakan kesiapan memasok minyak mentah ke Indonesia melalui mekanisme Government-to-Government dan Business-to-Business.

Tiga perusahaan energi besar Rusia telah disiapkan sebagai pemasok yaitu Rosneft, Ruschem Zahrubesneft, dan Lukoil. Pengadaan akan dilakukan melalui jalur pemerintah ke pemerintah maupun bisnis ke bisnis.

Sekretaris Perusahaan Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun menyatakan kilang Pertamina mampu mengolah minyak mentah Rusia menjadi produk olahan. "Unit kilang milik Pertamina mampu memproses crude Rusia menjadi refined products," tegasnya.

Pertamina menunggu arahan pemerintah terkait impor minyak mentah Rusia dan berkomitmen mendukung penuh aktivitas pasokan energi. Konsumsi minyak mentah Indonesia mencapai sekitar 300 juta ton per tahun dengan produksi domestik yang tidak mencukupi kebutuhan nasional.

Implikasi bagi Ketahanan Energi

Kesepakatan pasokan ini mencakup periode hingga Desember 2026 termasuk minyak mentah dan LPG. Rusia juga berkomitmen membangun fasilitas penyimpanan minyak dan pengembangan kilang di Indonesia.

Indonesia tetap menjalankan politik bebas aktif dalam kerja sama energi dengan berbagai negara termasuk Amerika Serikat dan Nigeria. Langkah diversifikasi ini menjadi krusial di tengah gangguan pasokan energi dari Timur Tengah akibat konflik geopolitik.

Sources:

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade